Pagi masih berembun. Matahari belum sepenuhnya terbit. Awan masih menggantung di langit. Penduduk di Negeri Rawa Air belum sepenuhnya terbangun. Pasar di alun-alun belum terlalu ramai. Peri biru merenggangkan tubuhnya. Di kerajaan ini dia akan tinggal untuk beberapa saat. Ia harus bertemu penyihir bijak, kakeknya untuk berguru sihir dan cara menunggang naga. Dilangkahkannya kakinya menuju pusat kerajaan. Pasar tetap sepi padahal matahari sudah sejengkal di atas kepala. Kerajaan pun tampak sunyi. Seperti ada sesuatu yang terjadi di kerajaan ini. Peri biru melangkahkan kakinya menuju tempat tinggal penyihir bijak. Diketuknya perlahan pintu kayu rumah yang terbuat dari batu gunung itu. Tok…tok…tok….belum ada jawaban. Sekali lagi Peri biru mengetuk pintu. Terdengar sesuatu yang meringsek dari dalam rumah. Lubang kecil di atas pintu yang biasa digunakan untuk mengetahui tamuyang dating tergeser. Sosok tubuh tua mengintip di baliknya. “Kakek penyihir, ini Peri Biru “ katanya saat melihat ...
Enormous World in My Mind

Pernah dengar versi aslinya kak? bakalan gak iri deh :(
ReplyDeleteblm pernah dapat. pasti saya tetap bakal cemburu. Putri yang terbangun dan menemukan pangerannya. saya harus tertidur dulu untuk ketemu pangeran. Kalo pun terbangun hilang lagi...hehehehehehe
ReplyDeleteCerita aslinya sebelum dipermanis untuk dongeng anak2; pas dia dibuat tertidur beserta negaranya, sebenarnya udah banyak laki-laki yg menemukannya tapi karena kecantikannya, banyak yang memperkosanya. Nanti pas pangeran yang menciumnya baru dia terbangun. Seram si menurut saya ._.
ReplyDeletewow??tragis juga hidupnya sleeping beauty. Saya merujuk ke dongeng anak2 saja deh. biar happy ending.Ternyata pengarang dulu lumayan kejam y...hehehehehe
ReplyDelete