Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain. Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta. Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore. Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...
Enormous World in My Mind

Pernah dengar versi aslinya kak? bakalan gak iri deh :(
ReplyDeleteblm pernah dapat. pasti saya tetap bakal cemburu. Putri yang terbangun dan menemukan pangerannya. saya harus tertidur dulu untuk ketemu pangeran. Kalo pun terbangun hilang lagi...hehehehehehe
ReplyDeleteCerita aslinya sebelum dipermanis untuk dongeng anak2; pas dia dibuat tertidur beserta negaranya, sebenarnya udah banyak laki-laki yg menemukannya tapi karena kecantikannya, banyak yang memperkosanya. Nanti pas pangeran yang menciumnya baru dia terbangun. Seram si menurut saya ._.
ReplyDeletewow??tragis juga hidupnya sleeping beauty. Saya merujuk ke dongeng anak2 saja deh. biar happy ending.Ternyata pengarang dulu lumayan kejam y...hehehehehe
ReplyDelete