Skip to main content

Terluka


 Bagaimana rasa terluka. Ditinggalkan orang yang kau cintai. Apakah begitu menyakitkan? Aku menemukan gambarannya dalam serial drama korea. Bagiku, mungkin seperti itulah gambarannya. 

Pernahkah kau terluka karena ditinggal seseorang? Biar kuberitahu rasanya.
Tidak tidur dan tidak makan hanyalah sebuah permulaan. Tidur dan bangun adalah penyiksaan. Karena kamu tak tahu bagaimana rasanya terpisah dari seseorang yang kamu cintai. Kamu bahkan tak memberi tahu pada orang lain, karena kamu takut mereka menganggapmu buruk. Kamu hanya bisa menangis sendiri.

Hubungan kalian sudah berakhir. Selesai. Tapi hanya kenangan dan waktu yang kamu punya dan terus ada. Semakin banyak kamu mencoba melupakannya, semakin banyak kamu mengingatnya. Kamu seperti putus dengannya dalam setiap hari kamu mengingatnya.

Tapi hal yang paling menyakitkan adalah bahwa kamu berpikir dia tidak memikirkanmu lagi. Kamu terluka sendirian.Dia telah melupakan semua tentang dirimu dan berbahagia.

Kamu benar-benar berharap kamu sudah mati. Tapi kamu tak punya keberanian itu. Semua karena kamu takut tak pernah melihatnya lagi...(SG series)

Comments

  1. saya tahu sekali bagaimana rasanya...

    semua kenangan itu membunuhmu tapi aneh kau malah menikmatinya...

    ReplyDelete
  2. saya juga tahu rasanya,

    sangat aneh dan menyenangkan...

    hahahahaha.....

    ReplyDelete
  3. saya sangat tau rasanya,,,
    tidak hanya sakit tetapi sangat sakit sekali...
    dan bahkan lebih dari itu,,,
    that since i lost him, i lost myself...
    terlalu berlebih mungkin jika hal ini saya katakan,, tapi memang inilah yang menjadi kenyataan..
    dan benar saja ,,, bahkan ketika semua orang menganggap saya gila ,, saya seperti mengikhlaskannya,,
    dan itulah yang membuat aneh diri saya,,,,

    namun sejak saat saya ditinggalkannya saya berusaha sungguh untuk melupakannya,,, meskipun pada kenyataanya saya justru bertambah banyak mengingatnya,,,,

    dan sampai pada akhir yang menjadi harapan besar saya,,,,
    saya hanya ingin semua berjalan sesuai kehendakNYA,,,,
    ITU SAJA,,,,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Pride and Prejudice : I’m Bewitched

Tak pernah kusangka saya akan jatuh cinta pada film Pride and Prejudice. Waktu kuliah dan masa-masa belum punya anak, saya tidak pernah tergerak untuk menonton film ini. Prasangka saya terhadap film ini sudah tumbuh sejak memiliki versi Film India di tahun sebelumnya. Mungkin karena hal itu saya kemudian tidak tertarik menontonnya.   Namun karena episode-episode drama korea yang aku nonton udah habis, ditambah kebosanan pada topik medsos yang masih heboh dengan pilpres, dan juga pengaruh hari valentine yang menyebabkan algoritma lapak streaming merekomendasi film-film romantis menjadi sebab akhirnya saya menonton film ini Semuanya berawal dari ketidaksengajaan menonton Atonement yang diperankan oleh Kiera Knightley. Film ini cukup bagus, meski di tengah jalan saya udah kena spoiler via wikipedia dan rada senewen dengan endingnya. Tapi kecantikan Kiera Knightley tetap mampu membuat saya menyelesaikan film itu sampai detik terakhir. Saking senewennya dengan ending Atonement, sa...

Seketika Ke Sukabumi

twit ekspektasi vs twit realita Setelah kelelahan karena hampir seharian di Mal sehabis nonton Dr.Dolittle pada hari rabu, dengan santai saya mencuitkan kalimat di Twitter "karena udah ke mal hari Rabu. Weekend nanti kita berenang saja di kolam dekat rumah”. Sebuah perencanaan akhir pekan yang sehat dan tidak butuh banyak biaya. Saya sudah membayangkan setelah berenang saya melakukan ritual rebahan depan TV yang menayangkan serial Korea sambil tangan skrol-skrol gawai membaca utasan cerita yang ga ada manfaatnya.  Sebuah perencanaan unfaedah yang menggiurkan. Tiba-tiba Kamis malam suami ngajakin ke Taman Safari liat gajah pas akhir pekan. Mau ngasih liat ke Anna yang udah mulai kegirangan liat binatang-binatang aneka rupa. Terlebih lagi sehari sebelumnya kami menonton film Dr.Dolittle yang bercerita tentang dokter yang bisa memahami bahasa hewan. Sekalian  nginap di hotel berfasilitas kolam air panas. Hmmm. Saya agak malas sih. Membayangkan Taman Safari yan...