Skip to main content

Taiyou No Uta


Sudah lama saya mencari film ini. Sejak sebulan lalu sejak seorang kawan memposting video klipnya di fesbuk dan menceritakan secara singkat synopsis film ini. Sore ini saya berhasil mendownloadnya di indowebster dan melihatnya sambil tersedu-sedu. Berkat ajaran teman akhirnya subtitle inggrisnya bisa terbaca, jika tidak saya yakin saya aka setres dengan bahasa jepangnya.

Taiyou No Uta, film Jepang tahun 2006. Dikenal juga dengan judul Song to The Sun atau Midnight Sun. Menceritakan seorang gadis bernama Kouru Amane yang menderita penyakit langka, Xeroderma pigmentosum, kelainan bawaan kulit yang jarang ditemui. Peka terhadap sinar ultraviolet. Ia tak boleh terpapar sinar matahari. Jika terpapar akan mengakibatkan bercak-bercak pada kulit yang berujung pada kanker kulit.

Baginya malam adalah siang dan siang menjadi malam. Ketika remaja seusianya berangkat sekolah maka sudah waktunya ia tertidur. Alarm paginya adalah pukul 7 malam. Dan malamnya adalah 04.40 pagi. Dari balik jendela rumahnya ia selalu memperhatikan seorang pria, Kōji Fujishiro yang melewati jalan rumah kala ia jelang tidur. Hingga suatu hari saat ia menikmati “siangnya” di alun kota sambil bernyanyi dengan gitarnya ia melihat Fuji- kun  dan mengejarnya. Sejak saat itulah mereka dekat. Namun hingga suatu hari ketika sang pria mengajaknya melihat matahari terbit, ia harus berlari pulang agar tak terpapar matahari.

Film ini mengajarkan padaku bahwa hidup seberapapun singkatnya kamu punya pilihan untuk bahagia. Sakit dan penderitaan bukan alasan untuk menyerah. Cinta adalah kekuatan yang setiap manusia miliki untuk terus bertahan hidup. Untuk terus bersemangat. Ketika orang yang kamu cintai pada akhirnya pergi, kamu punya banyak kenangan bahagia bersamanya. Hiduplah dengan itu. Dan dia akan berbahagia bersamamu.Dimana pun kamu berada.

Mungkin endingnya begitu menyedihkan. Tapi, hei lihatlah dari sudut pandang berbeda. Yui juga terlihat cantik dan lagu-lagunya sangat enak didengar di film ini.

Now Good-bye days
I've known this feeling will change
Until yesterdays that we have gone trough feels like so long
Forbidden days but memorable
When I was with you

(Taiyou No Uta- Yui)

Cinta memang selalu menggerakkan.

(11 Maret 2011)

Comments

  1. film jepang emang keren kak dwi..
    awalnya sya gak mw nonton 'Taiyou No Uta" ini, tapi karena desakan dari seorang teman yang memang YUI-Lovers sejati..akhirnya saya nonton juga..dan akhirnya ketagihan sama film jepang deh..hahahhahaa...

    klo kak dwi nyari film jepang..
    banyak kok disini.. http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=5395 yg linknya warna biru..

    selamat mendownload..

    ReplyDelete
  2. iya nih. kerajinan mendownload. lagi suka. tapi sudah nda punya referensi film jepang lagi. Ada referensi film bagus??

    thanks linknya y

    ReplyDelete
  3. ada kak..
    judulnya..

    --Tears for you
    --heavenly Forest
    --Rainbow Song
    --solanin
    --The Girls Who Leapt Through Time
    --one Litre of Tears
    --Memoirs of A Teenage Amnesiac
    --honey and clover
    --days With you

    dan banyak lagi kak dwi...
    kayaknya ada di list forum asian movie indowebster..

    hehehehhehee...

    ReplyDelete
  4. Pria Hujan3/14/2011

    hahaha, taiyo no uta... my fave....
    banyak referensi, tapi nantipi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...

please...don't leave me

sekali lagi....dan akan berkalikali lagi. ditinggalkan.... sebuah kata yang tak kusuka.selalu menyisakan ruang kosong di hati. menyesakkan dan menyakitkan. butuh waktu untuk memulihkan hati dan mengisi kekosongan itu. aku hanya takut, kekosongan itu tak diisi lagi olehmu... aku akan merindukanmu aku akan menyayangimu aku akan mencintaimu aku masih merindukanmu aku masih menyayangimu aku masih mencintaimu aku selalu merindukan aku selalu menyayangimu aku selalu mencintaimu (still????.....always!!!!!) cepatlah pulang...kuingin membuat pahatan itu lagi bersamamu...

Seketika Ke Sukabumi

twit ekspektasi vs twit realita Setelah kelelahan karena hampir seharian di Mal sehabis nonton Dr.Dolittle pada hari rabu, dengan santai saya mencuitkan kalimat di Twitter "karena udah ke mal hari Rabu. Weekend nanti kita berenang saja di kolam dekat rumah”. Sebuah perencanaan akhir pekan yang sehat dan tidak butuh banyak biaya. Saya sudah membayangkan setelah berenang saya melakukan ritual rebahan depan TV yang menayangkan serial Korea sambil tangan skrol-skrol gawai membaca utasan cerita yang ga ada manfaatnya.  Sebuah perencanaan unfaedah yang menggiurkan. Tiba-tiba Kamis malam suami ngajakin ke Taman Safari liat gajah pas akhir pekan. Mau ngasih liat ke Anna yang udah mulai kegirangan liat binatang-binatang aneka rupa. Terlebih lagi sehari sebelumnya kami menonton film Dr.Dolittle yang bercerita tentang dokter yang bisa memahami bahasa hewan. Sekalian  nginap di hotel berfasilitas kolam air panas. Hmmm. Saya agak malas sih. Membayangkan Taman Safari yan...