Skip to main content

Bertarung

Hari ini aku bertarung dengan laptop di depanku. Ia menatapku angkuh. Seolah mengajakku bertarung. Ada layar putih kosong terpampang di layarnya. Menyala tak bergemig. Musik dari winamp melarutkan suasanaku. Ada-nada yag keluar dari sana mampu membuatku bersemangat. Namun juga mampu melenakanku.

Aku telah berada pada posisi untuk bertarung dengannya. Dia tetap diam di depanku. Tak memberikan perlawanan apapun.Namun itu sudah cukup mengintimidasiku. Sudah kusiapkan satu jurus cerita yang akan kupakai untuk melawan layar putih itu. Namun, belum sampai 50 kata aku seperti sudah tak punya lagi senjata.

Sedikit lagi aku ingin menyerah. Namun, aku sudah terlalu sering kalah dengan pertarungan semacam ini. Jika aku tak sanggup menyerangmu biarlah kita bertarung dalam diam. Biarkan kita saling bersitatap dan tak kenal menyerah. Atau mari kita menyanyi bersama. Mendendangkan lagu yang sama. Agar kita mampu mengisi senjata kita masing-masing.

December 4, 2010

Comments

Popular posts from this blog

Black Swan

Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna. Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja. Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu unt...

Pride and Prejudice : I’m Bewitched

Tak pernah kusangka saya akan jatuh cinta pada film Pride and Prejudice. Waktu kuliah dan masa-masa belum punya anak, saya tidak pernah tergerak untuk menonton film ini. Prasangka saya terhadap film ini sudah tumbuh sejak memiliki versi Film India di tahun sebelumnya. Mungkin karena hal itu saya kemudian tidak tertarik menontonnya.   Namun karena episode-episode drama korea yang aku nonton udah habis, ditambah kebosanan pada topik medsos yang masih heboh dengan pilpres, dan juga pengaruh hari valentine yang menyebabkan algoritma lapak streaming merekomendasi film-film romantis menjadi sebab akhirnya saya menonton film ini Semuanya berawal dari ketidaksengajaan menonton Atonement yang diperankan oleh Kiera Knightley. Film ini cukup bagus, meski di tengah jalan saya udah kena spoiler via wikipedia dan rada senewen dengan endingnya. Tapi kecantikan Kiera Knightley tetap mampu membuat saya menyelesaikan film itu sampai detik terakhir. Saking senewennya dengan ending Atonement, sa...
Saya ingin di sini sejenak. Bukan untuk berkeluh kesah. Hanya saja lebih jujur pada hati. Setiap orang punya penilaian, tapi saya tak butuh penilaian orang lain. Sebentar saja.Hanya ingin berucap Saya lelah.... Powered by Telkomsel BlackBerry®