Aku punya ide hari ini. Tapi mataku tak bisa diajak kompromi. Padahal aku punya banyak cerita untukmu. Tapi aku harus beristirahat. Tidak lama. Cuma butuh dua jam. Kumohon tetaplah di sini sampai mataku kembali terjaga.
Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...
Aku punya banyak ide, seperti air hujan 1 tetesan diikuti tetesan laen, tapi tdk tau bagaimana cara menuliskan-nya...sampai akhirnya saya memilih ide tentang tidur cepat adalah ide paling favorit-ku.
ReplyDeletehihihihihi, tapi saya berhasil menuliskannya walau cuma satu. :P
ReplyDeleteTidur tetap jalan menulis juga jalan. itu yg penting