Aku punya ide hari ini. Tapi mataku tak bisa diajak kompromi. Padahal aku punya banyak cerita untukmu. Tapi aku harus beristirahat. Tidak lama. Cuma butuh dua jam. Kumohon tetaplah di sini sampai mataku kembali terjaga.
Akhirnya saya menamatkan trilogi Jendela, Pintu, dan Atap karya Fira Basuki. Membaca buku ini terbilang cukup telat mengingat buku ini ditulis pada tahun 2001 dan sudah mengalami 10 kali cetak ulang. Untuk pertama, saya ingin mereview buku Jendela-Jendela.Review berikutnya akan ditulis terpisah. Nah, sebelumnya saya bukanlah pembaca Fira Basuki. Sejauh ini saya hanya membaca buku Astral Astria dan Biru karyanya. Dua buku yang ditulis kemudian setelah menuliskan trilogi ini. Jendela-jendela bercerita tentang seorang perempuan bernama June yang mengalami cukup banyak perubahan dalam hidupnya. Mulai dari kuliah di Amerika, menjadi editor majalah Cantik di Indonesia, kemudian menikah dan pindah ke Singapura. Menepati rumah susun sederhana dan menjadi ibu rumah tangga. Ceritanya mirip-mirip hidup saya pas bagian ibu rumah tangga. Hahaha. Transisi hidup yang cukup glamor saat kuliah di Amerika dengan tanggungan orang tua serta limpahan hadiah mahal dari pacarnya ke kehidupan...
Aku punya banyak ide, seperti air hujan 1 tetesan diikuti tetesan laen, tapi tdk tau bagaimana cara menuliskan-nya...sampai akhirnya saya memilih ide tentang tidur cepat adalah ide paling favorit-ku.
ReplyDeletehihihihihi, tapi saya berhasil menuliskannya walau cuma satu. :P
ReplyDeleteTidur tetap jalan menulis juga jalan. itu yg penting