Skip to main content

Natal Buatku

Selamat Natal teman-teman
Apa arti natal buatku? Bagiku natal adalah saat liburan yang menyenangkan.Saat aku kecil aku selalu suka liburan akhir tahun. Libur natal dan tahun baru. Selalu banyak acara-acara tv yang bagus ditonton. Dulu sekali aku pernah memiliki liburan natal yang paling menyenangkan. Bersama kakakku memutar single terbaru dari Boyband idola kami. Saati itu aku bergembira bersama kakakku. Mamaku pun masih ada.  Setiap mendengar lagu itu kembali, kenangan itu hadir begitu nyata. Begitu menyenangkan. Aku bahkan memiliki satu boneka Sinterklas. Natal selalu penuh dengan cerita-cerita imajinasi dari Negara barat yang selalu menyenangkan daya khayalku. Bagiku natal selalu menjadi saat yang menyenangkan.

Aku seorang muslim. Di kampungku, kaum nasrani tidaklah terlalu banyak. Hanya ada satu gereja di kecematanku. Namun aku punya tetangga Nasrani. Kami tidak terlalu dekat. Namun anak-anaknya selalu berbaur bersama kami. Bermain di pelataran mesjid depan rumahku.

Boneka Santa dibeli waktu SMA
Aku tumbuh dalam homogenitas masyarakat dengan kepercayaan yang sama. Saat kuliah dan selesai kuliah baru aku memiliki banyak teman-teman nasrani. Tak jarang kami saling berdiskusi tentang agama dan kepercayaan. Kami tetap teman dekat. Saling menyapa dan bergembira ditiap perayaan keagamaan.
Kami saling toleransi untuk kepercayaan yang kami anut. Pernah sekali aku ikut perayaan natal di salah satu program Global Exchange Makassar. Tak ada yang berbeda. Beberapa teman berjilbab, beberapa juga berambut pirang menyala. Semua larut dalam kebersamaan.
Aku mempercayai bahwa manusia menyembah Tuhan yang sama. Hanya saja kita melakukan adatnya dengan cara yang berbeda. Aku selalu tak sepakat pada gerakan-gerakan radikal kelompok tertentu yang menghakimi para penganut agama lain. Kita tak pernah tahu apakah kita lebih mulia dari orang lain. Kita bukanlah Tuhan yang kemudian dengan seenaknya memberikan penghakiman salah kepada sesuatu yang berbeda dengan pemahaman kita.

Aku yakin Tuhan memiliki bahasaNya sendiri dalam menilai umatNya. Bahasa yang tak dipahami dengan pengetahuan manusia. Ia Maha Pengasih, aku yakin Dia tidaklah sejahat itu terhadap ciptaanNya. Setiap manusia memiliki hak dasar untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Dan tiap manusia tidak boleh saling memaksakan hak dan kehendak tersebut.

Pada beberapa waktu lalu berbicara mengenai perbedaan agama mungkin begitu tabu. Namun, belakangan ini menjadi sebuah trending topic untuk menumbuhkan rasa toleransi. Pada rana film sekalipun para sineas tak lagi risih mengangkat tema-tema perbedaan agama. Misalnya film 3 Dunia, 2 hati, 1 cinta, atau juga film independent  Cin(t)a.

Perbedaan haruslah dilihat sebagai sesuatu yang memperkaya bukan menjadi sebuah problem dari keberagaman. Karena itulah Tuhan menciptakan Cinta. Agar segala yag berbeda bisa bersama karena cinta. 

Selamat Natal buat teman-teman yang merayakan.


Comments

  1. suka banget kata-katanya kak dwi yang "Kita tak pernah tahu apakah kita lebih mulia dari orang lain. Kita bukanlah Tuhan yang kemudian dengan seenaknya memberikan penghakiman salah kepada sesuatu yang berbeda dengan pemahaman kita."

    keep on writing,,

    ReplyDelete
  2. :) selamat berlibur juga, dwi..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pada Sebuah Beranda

Siapa yang tak mengenal bondan winarno. Presenter pembawa acara kuliner di televisi. Mempopulerkan istilah “Mak Nyus” untuk tiap komentar enak tentang makanan yang dimakannya. Tapi hanya sedikit yang tahu bahwa ia adalah seorang wartawan senior yang telah malang melintang di dunia jurnalisitik. Memiliki segudang pengalaman liputan. Bahkan pernah membuat salah satu laporan investigasi yang mengungkap sebuah kasus. Namun tak hanya sisi jurnalistik, Bondan Winarno pun seorang penulis sastra yang cukup ciamik. Beberapa waktu lalu seorang teman mengirimkan fotokopian kumpulan cerpen Bondan Winarno yang berjudul “Pada Sebuah Beranda”. Buku ini sudah lama aku cari di toko-toko buku. Namun tak kunjung aku temukan. Hingga seorang teman berbaik hati mengirimkan fotokopiannya yang bersumber di perpustakaan kotanya. Ada 25 cerpen yang dimuat dalam buku tersebut. Pada Sebuah Beranda ini diterbitkan oleh Bondan Winarno sebagai kado ulang tahun untuk dirinya sendiri yang dalam istilahnya “Celebrat...

Misteri Sepatu Menggantung di Kabel Listrik

Sumber : Athens News Sepasang sepatu menggantung lunglai di tiang listrik. kabel listrik tempatnya bergantung kokoh tak ingin melepaskan sepatu itu menghujam bumi. Pertama kali tiba di Athens, saya cukup heran dengan sepatu-sepatu yang tergantung di kabel-kabel listrik itu. Kutanya ke seorang teman bule tapi ia tak memberi jawaban yang memuaskan. Kupikir sepatu-sepatu itu dilempar begitu saja karena sudah dirusak atau tidak dipakai. Atau asumsiku yang lain adalah sepatu itu milih olahragawan yang berhenti dari profesi dan memilh menggantung sepatu. seperti pemain sepakbola. Tapi sepertinya asumsi olahragawan itu tidak benar, karena sepatu-sepatu yang menggantung di tiang listrik cukup mudah ditemukan. Jalan-jalanlah di seputaran Athens dan kau akan mendapati sepatu-sepatu menggantung di tiang listrik.  Uniknya sepatu yang digantung itu hanyalah sepatu-sepatu kets. Fenomena ini disebut Shoefiti dan terjadi diberbagai tempat di Amerika. Nyatanya bukan hanya saya saja yang pen...

babel

Sebenarnya tak ada planing untuk menonton film. hanya karena kemarin arya dan kawan-kawan ke TO nonton dan tidak mengajakku. Dan kemudian menceritakan film 300 yang ditontonnya. Terlepas dari itu, sudah lama aku tak pernah ke bioskop. Terkahir mungkin sam kyusran nonton denias 2 november tahun lalu. (waa…lumayan lama). Dan juga sudah lama tak pernah betul-betul jalan sama azmi dan spice yang lain J Sebenarnya banyak halangan yang membuat kaimi hampir tak jadi nonton. Kesal sama k riza, demo yang membuat mobil harus mutar sampe film 300 yang ingin ditonton saudah tidak ada lagi di sepanduk depan mall ratu indah. Nagabonar jadi dua, TMNT, babel, dan blood diamond menjadi pilihan. Agak ragu juga mo nonton yang mana pasalnya selera film kami rata-rata berbeda. Awalnya kami hampir pisah studio. Aku dan echy mo nonton babel atas pertimbangan sudah lama memang pengen nonton. (sebenarnya film ini udah lama aku tunggu, tapi kemudian gaungnya pun di ganti oleh nagabonar dan 300). Serta pem...