Skip to main content

Pesan

From : Mr. Long Hair
To : May
Message : I wanna meet u. Miss U so bad
Sent : 10012011/23:24:52

From : My Imaginary Princess
To : Issi
Message : Aku ada training kantor weekend ini. Next week?
Sent : 10012011/23:25:40

From : Mr. Long Hair
To : May
Message : Oke. Weekend ini kita ketemuan. I really miss u.
Sent : 10012011/23:27:01

---

From : My Imaginary Princess
To : Issi
Message : Sorry. Nda bisa ketemuan. Aku harus temani anak di acara sekolah. Sorry. Besok aku mampir ke tempatmu
Sent : 16012011/07:40:08

From : Mr. Long Hair
To : May
Message : :( It's okay. I'll wait u tommorow
Sent : 16012011/08:01:10

From : My Imaginary Princess
To : Issi
Message : Please do not be sad. I'll be there tomorrow. I really miss u too
Sent : 16012011/08:02:56

From : Mr. Long Hair
To : May
Message : I always wait for u
Sent : 16012011/08:05:57

---

From : My Imaginary Princess
To : Issi
Message : Issi, sorry to say tapi sepertinya aku nda bisa mampir di tempatmu.Tiba-tiba ada acara keluarga. Aku harus datang sebagai anak baik.
Sent : 17012011/05:10:38

From : Mr. Long Hair
To : May
Message : I understand. Have fun!
Sent : 17012011/05:10:56

From : My Imaginary Princess
To : Issi
Message : Issi...
Sent : 17012011/05:15:05

---

Subuh belum beranjak dari langit namun Issi memlih untuk terbangun. Ia tak lagi membalas pesan terakhir di handphonenya. Dingin masih menyeruak di antara tanah-tanah bumi. Tapi tak dipedulikannya. Hanya kaos tipis dan celana pendek yang ia kenakan.

Dipanjatinya genteng rumahnya. Satu-satunya tempat yang membuatnya merasa tenang. Direbahkannya tubuhnya. Beratapkan langit yang masih dipenuhi bintang. "Aku selalu berharap ada dunia paralel di luar semesta ini yang di sana hidup diriku dan dirimu yang tak mampu terpisah. Tak ada penghalang agar rindu tak menyesakkan dada" gumamnya.

#15harimenulisdiblog #8 #pesan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

  1. kalau misalkan saya komentari struktur kalimat, tidak keberatan kan? :)

    yang bagian ini mbak => "Aku selalu berharap ada dunia paralel di luar semesta ini yang di sana hidup diriku dan dirimu yang tak mampu terpisah. Tak ada penghalang agar rindu tak menyesakkan dada" gumamnya. ==> kalau dimaksudkan untuk menjadi kalimat langsung, contoh: gumaman, perkataan, dan lainnya, mungkin ada baiknya kalau diberi tanda koma sebelum tanda kutip tutup. :)

    salam,

    ayuu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dari Dapur Aku Merindukan Rumah

Pallu Mara buatan saya (Foto : Dok. Pribadi) Setiap berada di dapur aku selalu merindukan rumah. Setiap harus masak sesuatu yang tiba-tiba merindukan rumah. Bukan karena kalo di rumah ada yang memasakkan (meski sebenarnya hal itu adalah salah satu yang membuatku rindu) , tapi karena di rumah begitu mudahnya menemukan bahan-bahan makan yang akan diolah. Lengkap dengan bumbunya yang segar. Dua hari lalu, saya sangat ingin memakan pallu mara. Pallu mara adalah masakan khas sulawesi Selatan. Masakan ikan ini sebenarnya sangat biasa. Kalo di rumah, setiap hari saya bisa memakan masakan ini, bahkan sampai bosan. Bedanya adalah kalo masakan rumah biasanya tidak diberi serai, lengkuas, dan gula merah. Bumbu utamanya adalah asam, kunyit, dan garam. Di rumah saya masakan ini disebut "ikan masak". Baru saat kuliah semester akhir saya mengetahui bahwa nama masakan ikan ini disebut Pallu Mara oleh orang Makassar. Nah, yang saya ingin masak adalah Pallu Mara lengkap dengan serai, ...

September Datang

New Day September datang. Ini bulan ke Sembilan di tahun ini. Gerak alam masih tetap sama. Berusaha mencari keseimbangan-keseimbangan baru. Hidupku demikian. Bergerak untuk mencari titik-titik berpijak. Agustus tahun ini menjadi sebuah bulan penuh kejutan buatku. Banyak rasa yang tercampur. Banyak tempat yang kukunjungi. Dan banyak hati yang kucintai.  Hari baru telah datang kata Celine Dion. Tapi masih banyak pekerjaan rumah yang masih berusaha diselesaikan. Masih banyak janji yang belum ditepati. Blog ini menjadi sebuah tempat hati menemukan ketenangan. Tapi baru kusadari ada kala dimana rasa tak perlu disimpan dalam blog ini. Ini bukanlah pensieve penyimpan memori yang sangat tertutup. Ia juga bukan buku diary bergembok seperti masa kanak-kanak dulu.  Tapi ia seperti tempat kontemplatif. Tempat meneruskan tradisi kuno merekam jejak. Menulis catatan-catatan. Bulan lalu tulisan yang kuposting hanyalah 21 tulisan. Lebih sedikit dari Juli dimana aku menuliskan 28 tulisan...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...