Skip to main content

Hidup, Berkawan, dan Berbagi

Quote ini dipakai oleh seorang kawan di akun friendster, fesbuk, twitter, dan blognya. Hari ini aku meminjamnya. Karena quote inilah yang paling pantas untuk mendeskripsikan beberapa waktu lalu. Trip kedua bersama Ara ke Makassar.

Kami bertemu banyak kawan. Baik yang baru ditemui maupun kawan lama yang mulai jarang diajak bercerita.

Kawan pertama yang kami temui adalah teman fesbuk yang belum pernah sama sekali ditemui. Ia mengenalku di FB. Suka membaca blognya Kak Yusran. Dia begitu baik mengirimkan mainan Doraemon buat Ara. Miniatur doraemon plus mesin waktunya yang dimainkan dengan cara menyusun doraemon mini di atas mesin waktu yang bagian bawahnya cembung dengan sumpit. Aku tidak yakin Ara bakal berhasil memainkannya ketika ia mulai paham cara mainnya.

Namanya Kak Alin. Dia adalah istri dari seniorku Kak Aba. Senangnya bisa bertemu dan bertukar cerita. Bersama satu orang temannya lagi (yang aku lupa namanya*Doh). Ternyata Kak Alin sangat menyukai doraemon. Pantas saja dia punya mainan doraemon. Bahkan bungkus tisunya pun doraemon. Aku pun menyukai doraemon. Ia adalah karakter manga yang paling aku suka. Mungkin karena suka doraemon jadi suara Ara kalo lagi diajak bercerita mirip suara kucing. Hehehehe.

Kak Alin ternyata anak FKM Unhas. Jadinya ngobrolnya pun seputaran Unhas dan kuliah. Apalagi waktu kuliah aku cukup dekat dengan Kak Aba. Jadilah kami bernostalgia. Dia juga bercerita tentang perjalanan tiap minggu dari Polewali ke Makassar untuk kuliah. Pas pulang Ara dapat bantal doraemon lagi. Duh,senangnya. Ada sulaman namanya pula. Bantalnya belum kempis jadi belum dipakai bobo sama Ara :D.

Setelah bertemu Kak Alin CS, kami pun bersua dengan Ema dan Kak Riza. Ngobrol segala hal. Dari hal serius sampai hal lucu. Main-main Ipad dan foto narsis dengan Ipad. Sudah itu ngumpul lagi malamnya bareng Kakak Ipah, Wardi, Ema, dan Were di A&W. Ngobrol ngalor ngidul dan tertawa bersama. Sampai-sampai Ara sudah bobo karena kecapaian. Pulangnya pun jam 10 malam. Tapi bukankah menyenangkan bertemu kawan dan bertukar banyak cerita. Baik kawan baru maupun kawan lama?

Mereka adalah orang-orang yang rela menyempatkan sedikit waktunya untuk bertemu kawan. Sekalipun waktu begitu mepet. Berbagi cerita dan tawa. Mereka adalah orang-orang yang memahami makna hidup, berkawan, dan berbagi.

Kami khususnya aku sangat menyenangi malam minggu kemarin. Banyak kawan yang membagikan bahagia dan bahagia pula diriku. Meski dari siang hingga malam tapi tak juga terasa melelahkan.

Ara, banyak-banyaklah berkawan. Merekalah orang-orang pertama yang akan memberimu suntikan-suntikan bahagia. Kadang tak begitu banyak tapi sangat berarti.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

  1. sepertinya sy kenal dgn baby girl & bantal doraemon ituuhh... *peyyuk-peyyuukkk*

    ReplyDelete
  2. ara, bantalmu cantik sekali, biru!
    banyak berkawan ya..hmm... menyenangkannya :)

    ReplyDelete
  3. Tante juga sahabat Ara
    ada surat ke 4 mu nduk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tahun 2010 : Yuk Ke Museum

Museum.Sebuah tempat yang memerangkap masa lalu. Penuh dengan unsure horror dan mistik. Ia seakan menjadi portal lubang waktu yang bias membawa tiap pengunjung dalam dimensi lain kehidupan masa lalu. Tapi museum berdiri dalam sunyi. Khususnya di Indonesia, animo orang untuk datang berkunjung, melihat-lihat dan belajar dari masa lalu di museum tidaklah begitu besar. Orang-orang lebih tertarik pada hingar bingar mall dan tempat rekereasi lainnya. Tapi tidak dengan museum. Museum identik dengan sesuatu yang kuno dan sangat tidak up to date. Bahkan tamasya anak-anak sekolah yang sering diadakan tiap libur kenaikan lebih kelas lebih memilih untuk berekreasi ke pantai atau tempat permandian daripada harus ke museum. Aku menyukai museum. Sejak kecil aku mulai tertarik untuk mendatangi museum. Bagiku museum begitu misterius, penuh dengan berbagai hal-hal mistik dan sangat indah. Museum pertama yang aku datangi adalah benteng Rotterdam. Aku mengunjunginya waktu aku kelas 4 SD. Saat itu aku beg...

Seketika Ke Sukabumi

twit ekspektasi vs twit realita Setelah kelelahan karena hampir seharian di Mal sehabis nonton Dr.Dolittle pada hari rabu, dengan santai saya mencuitkan kalimat di Twitter "karena udah ke mal hari Rabu. Weekend nanti kita berenang saja di kolam dekat rumah”. Sebuah perencanaan akhir pekan yang sehat dan tidak butuh banyak biaya. Saya sudah membayangkan setelah berenang saya melakukan ritual rebahan depan TV yang menayangkan serial Korea sambil tangan skrol-skrol gawai membaca utasan cerita yang ga ada manfaatnya.  Sebuah perencanaan unfaedah yang menggiurkan. Tiba-tiba Kamis malam suami ngajakin ke Taman Safari liat gajah pas akhir pekan. Mau ngasih liat ke Anna yang udah mulai kegirangan liat binatang-binatang aneka rupa. Terlebih lagi sehari sebelumnya kami menonton film Dr.Dolittle yang bercerita tentang dokter yang bisa memahami bahasa hewan. Sekalian  nginap di hotel berfasilitas kolam air panas. Hmmm. Saya agak malas sih. Membayangkan Taman Safari yan...

Five People You Meet in Heaven

Eddie adalah kepada bagian maintenance di Ruby Pier, taman bermain yng terletak dekat laut.   Ia tumbuh di lingkungan wahana hiburan itu. Ayahnya adalah kepala maintenance seperti dirinya. Sejak kakinya tidak lagi berfungsi dengan baik karena luka saat perang, ia tidak pernah lagi meninggalkan Ruby Pier. Luka yang telah merampas hidupnya dan kebebasannya. Hingga usia 80 tahun ia tetap menjadi pegawai di Ruby Pier. Menggunakan seragam overallnya dengan tulisan Maintenance di dada kanan atas. Pada ulang tahunnya yang ke delapan puluh tahun terjadi kecelakaan di Ruby Pier. Sebuah wahana macet menyebabkan penumpangnya tergantung di ketinggian. Eddie menginstruksikan kepada pegawai maintenance yang lain untuk mengevakuasi penumpang.  Namun sebuah perkiraan yang keliru membuat wahana tersebut jatuh. Seorang anak kecil yang berdiri terlalu dekat.   Eddie serta merta berlari ke arah anak kecil itu untuk menyelamatkannya. Ia mati. Dan pada akhir hidupnya itulah aw...