Skip to main content

Dapat Kiriman Moneygram

Ini adalah pengalaman pertama saya mendapatkan kiriman uang dari luar negeri. Sedikit norak dan kampungan sih. Tapi tak ada salahnya membaginya di sini. Setelah saya googling di internet kurang yang mau berbagi pengalaman tentang transferan luar negerinya. Nah, karena Kak Yusran yang bersekolah di Amerika berniat mengirimi saya uang buat tiket ke Bau-Bau, maka dia akhirnya mengirimkan uang. Dalam bentuk dollar lewat jasa layanan Moneygram yang banyak tersedia di supermarket di Amerika. Moneygram sama seperti Western Union. Tapi Western Union lebih merakyat. Mereka bekerja sama dengan kantor Pegadaian dan kantor pos. Sehingga di kampungku pun ada fasilitas Western Union (tapi saya belum tahu berfungsi atau tidak). Moneygram sendiri setahu saya hanya bekerja sama dengan beberapa bank.

Saya belum pernah tahu kalo Moneygram juga sudah bekerja sama dengan kantor pos, meskipun informasi dari teman-teman di twitter mengatakan demikian. Jasa layanan pengiriman uang macam Moneygram dan Western Union lebih gampang dibanding transfer lewat bank antar negara. Sepengatahuan saya, ada istilah Nostro atau entah apa. Yaitu bank yang menjadi rekanan dimana kita akan mengirim uang. Ribet pokoknya. Bayarannya pun mahal. Kadang kena charge di bank pengirim juga bank penerima. Nah, kalo Moneygram lebih gampang. Sisa kirim uang yang biayanya tergantung besaran uang yang dikirim. Semakin besar, semakin mahal. Tapi lebih gampang di terima dan tidak ada bayaran bagi penerima. Setelah bertanya pada ex-bos saya yang kerja di bank akhirnya saya ke Bank Mega Ahmad Yani untuk mencairkan kiriman uang saya. Saya tak perlu lagi melakukan transaksi jual beli valas, karena pengirim telah mengkonversi ke rupiah. Jadi saya langsung terima pake rupiah. Ternyata eh ternyata di Bank Mega Ahmad Yani tak ada fasilitas Moneygramnya. Padahal di-plang kantornya ada tulisan Moneygram. Juga dicabang sebelahnya. Ah,setahuku juga di beberapa cabangnya yang memajang neonbox Moneygram tapi tidak memberi pelayanan Moneygram. Mereka harusnya membuka plang tersebut.

Saya pun beralih ke Bank Niaga Syariah. Bank ini telah biasa memberi pelayanan penerimaan Moneygram. Too bad, sistemnya sedang terganggu. Saya disuruh ke Bank Niaga konvensional yang berjarak 10 meter. Dan sekali lagi sistemnya terganggu. Jengkel deh. Saya malah disuruh ke Bank Niaga di jalan Bandang. Ah, saya benar-benar tidak suka bank. Karenanya saya memilih resign dari bank. Saya menyerah. Berbekal uang yang sangat pas di kantong saya pulang ke rumah dan memilih besok pagi saja ambil uangnya. Saya memention akun @supirpete2 di twitter siapa tahu saja followernya ada yang tau bank mana saja yang bisa melayani pengambilan uang Moneygram. Dua orang merespon dan memberi info yang sangat saya butuhkan. Ada kantor moneygram di Makassar. Jl. Sultan Hasanuddin No.12. Samping Gelael. Saya memilih untuk ke sana saja. Pasti tak ada istilah sistem offline di sana. Awalnya sempat bingung karena gedung yang dimaksud adalah wisma (lupa namanya) sekalipun ada plang Moneygram di depan. Tapi, saya tidak salah alamat. Benar memang itu kantor moneygram. Menyewa ruang kecil di dalam wisma dengan karyawan dua orang. Sangat jauh dari bayangan saya yang mengira akan seperti suasana bank. Pegawainya pun ibu dan bapak yang sudah cukup usia. Tapi pelayanannya ramah. Saya suka. Sempat ditanya-tanya siapa pengirim uangnya, kerja apa. Saya rasa itu wajar, karena jasa pengiriman seperti ini sangat berpotensi untuk pencucian uang. Karena tak terdeteksi pembukuannya seperti di bank.Yang pasti tak ada potongan dari uang yang dikirim.Cukup fotokopi KTP dan nomor referensi dari pengirim.Hehehehehe. Kalo ada kiriman uang lagi, saya tidak akan antri di bank lagi.weeek :p.(*)

Comments

  1. Anonymous4/17/2012

    berurusan sama bank emang menyebalkan :( saya juga kmaren ada masalah dengan bank dan akhirnya jadi pihak yang kalah.. kesel banget padahal benar dan punya bukti :(

    lho kook jadi curcol eheheheh

    kalo kasus mba nya untung duitnya bisa cair akhirnya yaaa :D

    ReplyDelete
  2. bang bagaimana cara ngurus money gram mohon info

    ReplyDelete
  3. bang bagaimana cara ngurus money gram mohon info

    ReplyDelete
  4. bang bagaimana cara ngurus money gram

    ReplyDelete
  5. bang bagaimana cara ngurus money gram mohon info

    ReplyDelete
  6. Mantaap... Terima kasih banyak atas infonya. Sangat membantu kami yang sering mengirimkan Tas kulit Asli keluar negeri.

    ReplyDelete
  7. Mantaap... Terima kasih banyak atas infonya. Sangat membantu kami yang sering mengirimkan Tas kulit Asli keluar negeri.

    ReplyDelete
  8. Saya malah disuruh bulak balik antri isi data cape deh bca loh

    ReplyDelete
  9. Anonymous3/31/2014

    Kalo saya malah disuryh bulak balik anyri dan isi data di bca depok. Mau terima moneygram saja ko susah.

    ReplyDelete
  10. Saya malah disuruh bulak balik antri isi data cape deh bca loh

    ReplyDelete
  11. santy maryam6/29/2014

    klo suami sy nga sempat , sy bw fotocopy ktpx bs nga yahh.........bls

    ReplyDelete
  12. Anonymous7/06/2016

    mau nanya, kalo ngambil uangnya apa harus di hari yang sama? berapa lama maksimal kita bisa mengambil uang kita?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

jurnalistik siaran, pindah kost-kostan, dan "capek deh!"

Akhirnya, kembali bisa menyempatkan diri sejenak ke Teras Imaji. Sedikit berbagi kisah lagi dengan diri sendiri. Sekedar untuk sebuah kisah klasik untuk Saraswati dan Timur Angin kelak. Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa bertahan sampai saat ini.meski tugas kuliah menumpuk. Keharusan untuk pindah pondokan. Kewajiban lain yang belum terselesaikan.Problem hati yang menyakitkan. Serta kontrak yang tersetujui karena takut kehilangan peluang meski tubuh ini harus sudah berhenti. Siang tadi (15 nov 06) seharian ngedit tugas siaran radioku. Tak enak rasanya pada teman-teman, memberatkan mereka. menyita waktu yang seharusnya untuk hal lain. Tak enak hati pada Pak Anchu, penjaga jurusan. yang tertahan hanya menunggu kami menyelesaikan tugas itu. Dengan modal suara fals nan cempreng toh aku pun akhirnya harus sedikit PD untuk membuat tugas itu. Meski hanya menguasai program office di komputer, toh aku harus memaksakan belajar cool-edit (yang kata teman-teman yang udah bisa merupakan sesuatu...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Indecent Proposal

sumber foto : tvtropes.org Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi. Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi menginga...