Skip to main content

Hujan, Matahari, dan Makan Siang

Aku selalu membuka pintu depan lebarlebar
Agar matamu mampu menjelajah lebih luas
Meski seluas pekarangan rumah 4x4 meter persegi
Tubuh kecilmu penuh rasa ingin tahu untuk keluar merayap dan menggapai benda benda yang menarik matamu

Jangan beranjak dulu
Duduklah dengan manis
Ada semangkuk bubur labu wortel untukmu

Ada langit biru di atas sana
Juga riuh induk ayam yang mencari makan bersama anak-anaknya
Habiskan makan siangmu

Awan kelabu menggantung di langit meski matahari masih bersinar
Tapi hujan ingin menemani makan siang
Rintiknya turun satu-satu
Basah menyentuh kulit

Kamu tertawa, hujan begitu ajaib dekat denganmu
Apakah benak kecilmu bertanya mengapa air turun dari langit?

Air berlompatan dari atap ke tanah
Kamu suka hujan
Aku tak suka hujan,tapi kalo kamu suka aku pun suka

Makan siangmu sudah habis
Hujan dan matahari menemani makan siang
Aku menyebutnya romantis
Nanti kamu juga akan paham

18 april 2012

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Popular posts from this blog

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...

Teruntuk Seseorang

Adakah kita telah memulai sebuah perjalanan? Apakah aku dan kamu benar-benar telah berpijak di bumi? Apakah sayap-sayap kita pun telah patah sehingga kita tak pernah lagi akan menjangkau langit? Semua begitu melelahkan. Bahkan sesaat ketika kita memulai. Apa kabar duniamu yang maha luas? Bukankah bentang alam cukup luas untuk kaki-kaki kecilmu? Takkan habis kau jelajahi hingga waktu memelukmu erat. Tapi mungkin kita tak pernah lupa pada tempat yang membuat kita satu. Tempat yang akan tetap mampu kita rasa meski ingatan telah membuangnya dalam lubang terdalam. Masihkah kau menyimpan siluet senja dan tentang pilihan akhir cerita yang kita mulai? Mungkin seperti Adam dan Hawa yang terpisah jauh saat turun ke bumi Pada akhirnya mereka bertemu dalam bilangan tahun yang begitu lelah Namun mereka selalu meyakini pada sebuah pertemuan. Aku masih mempercayai pada sebuah senja dan siluet itu Pada pantai yang mendekap ombak dan menyapu jejak Pada sebuah akhir yang berujung pertemuan...

Give Up

Hari ini entah kenapa aku merasa tak berada di mood baikku. Uring-uringan dan merasa pengen pulang. Aku harus menulis sesuatu. Jalan-jalan ke Museum seminggu lalu belum aku tuliskan di blog ini. Entah kenapa aku tiba-tiba kehilangan passion untuk menulis. Otakku terasa tumpul. Dan aku menangis akan itu. Aku melalui hari tanpa sesuatu yang berarti. 24 jam berlalu begitu saja. Aku tak memaknainya dengan apapun. Aku seperti menghentikan hidupku di sini dan tak bergerak. Tak ada upaya yang begitu keras memulai segalanya. Aku merasa begitu lemah. Aku adalah pecundang yang cuma berani bermimpi. Tak pernah menjadi petarung yang benar-benar sanggup menantang dunia. Aku menangisi diriku yang hanya mampu memandang iri dan melihat kelemahanku. Menyalahkan rutinitas dan waktu yang lowong adalah apology paling memalukan yang sering aku lakukan. Aku tak lagi tahu apakah aku tetap harus terus mempercayai bahwa mimpi memiliki kekuatan. Aku tiba pada titik bahwa mimpi itu bisa melenakan dan kau harus t...