Mengapa Tuhan menciptakan imajinasi? Jawabannya mungkin agar manusia dapat membedakan yang mana kenyataan yang mana khayalan.Agar garis batas dunia realitas dan dunia khayal sangat jelas terlihat. Agar segala yang tak mampu diraih dalam realitas menjadi sebuah cipta kreatif dalam dunia khayal. Agar kita mampu memaknai bahwa khayalan adalah sesuatu yang mampu menggerakkan manusia di dunia nyata.
Postingan sebelumnya yang saya bilang saya akan menuliskannya setelah saya menuntaskan 10 season Smallville sepertinya harus saya langgar. Salahkan cerita season 6 yang begitu mengaduk-aduk perasaan hingga kemudian saya merasa hampa dan kehilangan gairah. Sebelumnya, mari kuceritakan padamu kenapa saya baru menonton serial ini, padahal sudah menahun ia bulukan? Here's the thing. Suami saya yang somehow sangat suka dengan cerita superhero sudah mengikuti serial ini sejak tahun 2006, waktu dia kuliah di UI. Kemudian dia mengikutinya serial ini hingga tamat di tahun 2011. Saya, yang di tahun 2017 lalu baru daftar Indihome tiba-tiba kegirangan melihat Smallville season 1 dan 2 ditayangkan di Iflix. Daripada skroll handphone ga jelas, mungkin lebih baik saya menonton satu episode atau dua. Begitulah awalnya. Kemudian, saya jatuh cinta pada cara Clark memandang Lana, vice versa. Kisah anak SMA yang begitu manis dibumbui dengan kekuatan super. Membuat saya rela streami...

agar aku bisa menciptakan ruang untukmu..... ^^
ReplyDeletemungkin juga agar manusia dapat "menelanjangi" lawan jenisnya tanpa menyentuh bahkan melihatnya
ReplyDeletesalam kenal buat penulis :)
saya izin ambil gambar'y ya?makasih,,,,
ReplyDeleteHmmm setahu saya, imajinasi tidak sama dengan khayalan maupun fantasi. Tapi iamjinasi justru sebuah emikiran yang benar-benar sadar. bisa baca di buku imaji dan imajinasi :) ini hanya masukan saja, semoga bermanfaat :)
ReplyDelete