Mengapa Tuhan menciptakan imajinasi? Jawabannya mungkin agar manusia dapat membedakan yang mana kenyataan yang mana khayalan.Agar garis batas dunia realitas dan dunia khayal sangat jelas terlihat. Agar segala yang tak mampu diraih dalam realitas menjadi sebuah cipta kreatif dalam dunia khayal. Agar kita mampu memaknai bahwa khayalan adalah sesuatu yang mampu menggerakkan manusia di dunia nyata.
Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...

agar aku bisa menciptakan ruang untukmu..... ^^
ReplyDeletemungkin juga agar manusia dapat "menelanjangi" lawan jenisnya tanpa menyentuh bahkan melihatnya
ReplyDeletesalam kenal buat penulis :)
saya izin ambil gambar'y ya?makasih,,,,
ReplyDeleteHmmm setahu saya, imajinasi tidak sama dengan khayalan maupun fantasi. Tapi iamjinasi justru sebuah emikiran yang benar-benar sadar. bisa baca di buku imaji dan imajinasi :) ini hanya masukan saja, semoga bermanfaat :)
ReplyDelete