Skip to main content

Mix Feeling

Aku pikir aku telah mampu menguasai rasa ini. Rasa yang tak perlu dihadirkan lagi olehmu. Sekali lagi ada pemantik yang menyadarkanku garis mati antara kau dan aku. Mix feeling kata seorang kawan.

Kau berhasil membuat jus rasa di sini. Di sisi hati yang tercampur banyak hal.
Aku ingin membuangmu jauh-jauh. Tak perlu meninggalkan jejak yang mampu mengingatkanku denganmu. Dunia datar adalah tempat rasa yang tertanam ini harusnya tinggal. Tak perlu ia mewujud di dunia permukaan. Jika aku mampu memanggil Hades untuk membawaku ke dunia bawah, aku ingin itu benar-benar terjadi.

Tak perlu hiruk pikuk rasa yang begitu menyesakkan. Melemahkanku untuk membunuh sang nenek sihir. Aku benci mengakuinya. Tapi setengah hati memintaku untuk tetap menjagamu disini.
Kau sangat mampu menarik ulur rasa. Atau aku yang menarik ulur rasa itu. Aku egois. Aku lelah dengan diriku. Rasanya hopeless saat ini. Mengapa begitu banyak mimpi yang perlu kuhujamkan ke bumi.

Aku terjatuh dan berlutut. Aku ingin mengakui rasa itu. Aku cuma manusia.
(Rumah 30 Mei 2010-harusnya tidur saja. nda perlu OL)

Comments

Popular posts from this blog

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....