Skip to main content

Merried Planning


Semua orang mulai kapan saya menikah. Kapan seorang pria yang telah berencana meminangku datang ke rumah meminta pada ettaku untuk menikahiku. Kakakku juga tak luput merencanakan apa dan bagaimana kelak apa pesta pernikahanku.

Baju adat bugis warna apa yang akan saya pakai untuk menikah. Di mana pesta yang akan digelar.dimana akad nikah akan dilangsungkan. Apakah saya harus berfoto prawedding. Dan bagaimana kelak video shooting pernikahannya.

Dimana saya harus rias pengantin. Katering dimana untuk jamuan pestanya. Apakah ada acara
mappettu ada (proses melamar perempuan bugis dimana diputuskan tentang uang pa' naik dan tanggal pernikaahan) atau mappendre doi’( upacara penyerahan uang pa nai' (uang belanja). Biasanya dua minggu sebelum akad nikah).

Seperti serangan bertubi-tubi yang harus saya tangkis. Aku belum pernah menikah. Dan aku tak pernah berpikir sejauh itu betapa repotnya pernikahan. Apakah aku harus membaca buku
Perkawinan Bugis karya Susan B Millar terbitan Ininnawa untuk mengetahui bagaimana sebuah adat nikah mengikat jaringan sosial.

Ahhhhrrrrggggggghhhhhh. Help!!!!!!!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....