Skip to main content

Misteri Sepatu Menggantung di Kabel Listrik

Sumber : Athens News
Sepasang sepatu menggantung lunglai di tiang listrik. kabel listrik tempatnya bergantung kokoh tak ingin melepaskan sepatu itu menghujam bumi. Pertama kali tiba di Athens, saya cukup heran dengan sepatu-sepatu yang tergantung di kabel-kabel listrik itu. Kutanya ke seorang teman bule tapi ia tak memberi jawaban yang memuaskan. Kupikir sepatu-sepatu itu dilempar begitu saja karena sudah dirusak atau tidak dipakai. Atau asumsiku yang lain adalah sepatu itu milih olahragawan yang berhenti dari profesi dan memilh menggantung sepatu. seperti pemain sepakbola.

Tapi sepertinya asumsi olahragawan itu tidak benar, karena sepatu-sepatu yang menggantung di tiang listrik cukup mudah ditemukan. Jalan-jalanlah di seputaran Athens dan kau akan mendapati sepatu-sepatu menggantung di tiang listrik.  Uniknya sepatu yang digantung itu hanyalah sepatu-sepatu kets. Fenomena ini disebut Shoefiti dan terjadi diberbagai tempat di Amerika.

Nyatanya bukan hanya saya saja yang penasaran dengan sepatu-sepatu itu. Athens News, koran lokal Athens pun mengangkat berita soal Dangling Sneakers dengan sudut padang siapakah yang menurunkan sepatu-sepatu tersebut?
 
Menurut penjelasan teman yang saya tanyai itu, menggantung sepatu di tiang listrik dilakukan oleh orang-orang iseng. Sepatu-sepatu yang tidak mereka gunakan dilempar ke kabel-kabel listrik dan menggantung di sana. Menurut Athens News, sepatu-sepatu yang menggantung itu banyak ditemukan disekitar asrama mahasiswa. Di kota besar Shoefity ini sebagai penanda wilayah sebuah geng, tempat transaki obat terlarang.  Sepatu tersebut juga menjadi penanda terhadap kasus bullying.
Belum pernah liat sebanyak ini di Athens. Shoefity ini di NY
sumber : citynoise.org

Mengingat kota Athens cukup kecil dan tingkat aktivitas geng dan bullying sangat rendah maka fenomena dianggap hanya untuk menandai sebuah perayaan tertentu. Misalnya lulus sekolah atau lulus universitas atau juga menikah. Beberapa orang juga memberi pandangan kegiatan itu sebagai perayaan kehilangan virginitas. Mungkin ini semacam sisi romantis dari seorang cowok. Hahahaaha. Kabarnya shoefity ini paling banyak dilakukan ketika memasuki summer break. Hmmm. Asumsiku sih karena sepatu lama sudah rusak dan saatnya mengganti sepatu baru.

 Sepatu yang makin banyak itu menjadi perhatian pemerintah kota Athens. Mereka bekerja sama dengan perusahaan yang bersangkutan dengan kabel-kabel tersebut untuk menurunkan sepatu-sepatu malang itu. Pemerintah yang mendata dan para teknisi kabel  atau istilah saya kabelis*hihihii* menurunkan dengan suka rela.

Kemana nasib sepatu itu berikutnya? Semuanya dibuang. Mungkin kalo bisa didaur ulang jadi keren kali ya.(*)

Comments

  1. jadi inget ada 2 pulau yang masing2 pulau berisi sepatu kanan dan pulau lain sepatu kiri, klo gak salah di daerah inggris/skandinavia

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehehe. sepatunya ngalir ke arah yg berbeda

      Delete
  2. Mama itu sepatu boleh dipinjem ndak? ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh diambil klo bisa ambil sndiri

      Delete
  3. Anonymous3/17/2013

    kayak di big fish waktu masuk kota puddleville

    Em

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha...berminat lempar sneakermu?

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cowok Cakep Yang Merasa Cakep Itu Bikin Ilfil

sumber :  lockhartfanclub.livejournal.com Judul postingannya panjang dan jelas. Cowok cakep yang merasa cakep itu bikin ilfil. Saya menarik kesimpulan entah sejak kapan. Mungkin sejak kuliah. Saya pernah punya pengalaman tentang cowok cakep yang merasa cakep yang makin mengukuhkan kesimpulanku itu. Waktu semester akhir kuliah, saya sering membantu senior saya menjadi front office di setiap acara yang diadakan LSMnya. Karena LSM ini fokusnya pada bidang demokrasi dan politik maka yang peserta pelatihannya adalah kalangan anggota Dewan atau anggota partai. Nah, pernah suatu hari yang menjadi peserta pelatihan adalah orang-orang muda berbagai parpol. Maka berdatanganlah para anak-anak muda yang kutaksir umurnya sekitar 25 sampai 30an tahun. Beberapa sekampus dengan saya. Tugas saya adalah memastikan mereka mengisi daftar hadir dan membagikan seminar kit. Isinya buku catatan, polpen, dan bahan materi. Karena kerjaan saya sekedar front office maka selesai membagikan seminar k...

Indecent Proposal

sumber foto : tvtropes.org Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi. Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi menginga...

Family Time di Museum La Galigo

Rasa-rasanya having fun bareng Etta , sodara, serta ponakan adalah hal yang paling langka yang kami lakukan. Jalan-jalan keluarga bareng etta terakhir waktu ke wisata pantai Galesong. Minus keluarganya kakak Anti. Biaya liburan pun agak mahal. Menyewa kamar hotel ukuran family seharga Rp.800ribu ditambah biaya makan dan lain-lain. Ngumpul bareng yang paling murah ya di rumah, pas lebaran. Tapi bukan jalan-jalan sih.  Agak susah menemukan tempat hang out keluarga yang murah meriah dan nyaman buat anak-anak. Ya, biasanya kalo mau ngumpul bareng ya, makan di restoran atau ke mal. Kota-kota kurang menyediakan lahan terbuka hijau yang tertata rapi dan nyaman untuk mengajak orang tua dan anak-anak untuk bermain.  Benteng Rotterdam dan museum La Galigo menjadi oase untuk keluarga berekreasi di tengah gempuran taman permainan anak-anak berbayar dan mal yang konsumtif. Rotterdam memiliki halaman luas dengan rumput-rumput hijau tertata rapi yang menyenangkan buat anak-anak berlarian tan...