Skip to main content

September Datang

New Day

September datang. Ini bulan ke Sembilan di tahun ini. Gerak alam masih tetap sama. Berusaha mencari keseimbangan-keseimbangan baru. Hidupku demikian. Bergerak untuk mencari titik-titik berpijak. Agustus tahun ini menjadi sebuah bulan penuh kejutan buatku. Banyak rasa yang tercampur. Banyak tempat yang kukunjungi. Dan banyak hati yang kucintai. 

Hari baru telah datang kata Celine Dion. Tapi masih banyak pekerjaan rumah yang masih berusaha diselesaikan. Masih banyak janji yang belum ditepati. Blog ini menjadi sebuah tempat hati menemukan ketenangan. Tapi baru kusadari ada kala dimana rasa tak perlu disimpan dalam blog ini. Ini bukanlah pensieve penyimpan memori yang sangat tertutup. Ia juga bukan buku diary bergembok seperti masa kanak-kanak dulu. 

Tapi ia seperti tempat kontemplatif. Tempat meneruskan tradisi kuno merekam jejak. Menulis catatan-catatan. Bulan lalu tulisan yang kuposting hanyalah 21 tulisan. Lebih sedikit dari Juli dimana aku menuliskan 28 tulisan. Masih juga lebih sedikit dari bulan sebelumnya yang sampai pada jumlah 37 tulisan. 

Mungkin blog ini masih pada tahap amatiran. Meski telah hampir empat tahun aku memposting banyak tulisan di dalamnya. Ia masihlah menjadi tempat “curhat”bagiku. Tak pernah berubah menjadi sebuah tempat dialektika pemikiran yang sangat serius.  Tapi bukankah tiap orang punya gaya masing-masing.

Meski dalam sebuah kepenulisan hal-hal seperti ini menjadi sebuah keegoisan penulis. Ah…sudahlah. Aku malas berpikir. Aku cuma ingin postingan bulan ini bisa lebih banyak dan lebih bermakna.

Comments

  1. kita tak perlu menemukan rumus yang telah ditemukan sebelumnya, itulah gunanya menulis dan berbagi.
    "I think therefore I blog"
    keep posting girl.

    ReplyDelete
  2. ya..keep writing bizwud...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

jurnalistik siaran, pindah kost-kostan, dan "capek deh!"

Akhirnya, kembali bisa menyempatkan diri sejenak ke Teras Imaji. Sedikit berbagi kisah lagi dengan diri sendiri. Sekedar untuk sebuah kisah klasik untuk Saraswati dan Timur Angin kelak. Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa bertahan sampai saat ini.meski tugas kuliah menumpuk. Keharusan untuk pindah pondokan. Kewajiban lain yang belum terselesaikan.Problem hati yang menyakitkan. Serta kontrak yang tersetujui karena takut kehilangan peluang meski tubuh ini harus sudah berhenti. Siang tadi (15 nov 06) seharian ngedit tugas siaran radioku. Tak enak rasanya pada teman-teman, memberatkan mereka. menyita waktu yang seharusnya untuk hal lain. Tak enak hati pada Pak Anchu, penjaga jurusan. yang tertahan hanya menunggu kami menyelesaikan tugas itu. Dengan modal suara fals nan cempreng toh aku pun akhirnya harus sedikit PD untuk membuat tugas itu. Meski hanya menguasai program office di komputer, toh aku harus memaksakan belajar cool-edit (yang kata teman-teman yang udah bisa merupakan sesuatu...