Skip to main content

The Power Of The Dream

Aku jatuh cinta pada lagu ini. Lagu yang sering aku dengar di pelataran ex-kompa (Koperasi Mahasiswa) di lantai satu perpustakaan Unhas. Lagu ini sering diputar oleh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa  Paduan Suara Mahasiswa (UKM PSM) Unhas. Mereka memutarnya di sebuah DVD dengan cuplikan video kemenangan mereka meraih medali emas di berbagai perlombaan paduan suara di luar negeri. 

Ya,UKM PSM Unhas ini atau biasa lebih sering disingkat dengan nama PSM Unhas adalah salah satu UKM yang menjadi kebanggaan Unhas. Mereka telah menorehkan banyak prestasi di kancah dunia yang mengharumkan nama Unhas. Tapi di sini aku tak ingin menjelaskan tentang PSM Unhas. Biarlah aku saja yang iri dengan prestasi mereka :)

Lagu itu berjudul The power of the dream. Theme song untuk olimpiade Atlanta 1996. Musik dan liriknya sangat menggugah. Menumbuhkan sebuah rasa optimis yang begitu kuat. Kadang ketika aku harus merefresh semangatku lagi aku kangen mendengar lagu ini. Dan baru kali ini aku benar-benar bisa mendengarnya secara utuh. 

Dengarkanlah dan kau akan merasakan sebuah hasrat kuat yang tak mampu terdefinisikan...

The Power Of The Dream

Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strenght of just "I can"
Has brought together people of all nations


There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play


Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here


Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration


Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here


There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can


Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here


Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here


The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream

Comments

Popular posts from this blog

Cowok Cakep Itu....

Lee Min Ho, I love u :*

Serpent's Shadow : Petualangan Terakhir Carter dan Sadie

foto : inthemiddlereading.blogspot.com Carter dan Sadie berhasil membangunkan Ra, Dewa Matahari. Sayangnya, Apophis, Dewa kekacauan makin kuat dan berniat menghancurkan dunia. Sayangnya Dewa Matahari masihlah sangat lemah. Tubuh tua ringkihnya tak sanggup bertarung mengalahkan Apophis. Kehancuran dunia tinggal menghitung detik. Carter dan Sadie harus mencari cara mengalahkan Aphopis dan menyelamatkan dunia. Sanggupkah mereka? Buku ketiga dari Kane Chronicles ini berjudul Serpent's Shadow. Buku ini adalah seri terakhir dari pertualangan Carter Kane dan Sadie Kane diantara dewa-dewa mitologi Mesir dan usaha mereka untuk mengalahkan musuh terbesar mereka, Apophis. Seperti dua buku sebelumnya, Carter dan Sadie mengantar pembaca mendengarkan petualangan mereka. Lewat rekaman yang dititipkan pada penulis buku ini, Rick Riordan, Sadie dan Carter mengawali cerita mereka di sebuah Museum Dallas. Sadie, Carter, Allysa, dan Walt mencari golden box yang bisa membantu mereka menguak kel...

Di Braga Saya Jatuh Cinta Pada Bandung

Hampir 10 tahun tinggal di Bogor, sepertinya hanya tiga kali saya ke Bandung. Di tiap kedatangan itu Bandung selalu memberikan kesan tersendiri buat saya. Kali pertama ke Bandung, tahun 2013. Kala itu belum pindah ke Bogor. Saya, suami, dan Ara yang masih berusia 3 tahun menghadiri acara nikahan teman di Jogjakarta. Ala backpacker kami lanjut naik kereta ke Bandung. Perjalanan yang memakan waktu cukup lama yang bikin pantat tepos. Belum lagi sambil momong anak yang pastinya ga begitu nyaman duduk di kereta. Dalam kelelahan kami menjelajah Bandung. Belum ada gocar atau grabcar kala itu. Seingatku kami hanya ke gedung sate. Itu pun sambil jalan kaki. Bandung ini first impression tidak berhasil membuat saya kagum. Kami ke Cihampelas Walk. Selain malnya yang berkonsep eco friendly, tidak ada yang istimewa. Bandung failed to make me wowing.  Perjalanan kedua kala Anna hampir dua tahun. Pakai mobil via Cianjur. Berangkat jam 5 pagi. Ketemu macet di Cianjur. Jam masuk kerja para peg...