Skip to main content

Kenangan

Tempat terjauh dari diri bernama kenangan. Kalimat ini kutemukan disebuah puisi yang diterbitkan harian Fajar waktu aku SMA. Dituliskan oleh Sudirman HN. Beruntungnya aku bisa berteman dengan sang penulis meski lewat Fesbuk dan belum pernah bertemu hingga saat ini.

Saat itu kalimat ini membuatku berpikir bahwa ia benar adanya. Kenangan adalah tempat terjauh yang tak bisa terjangkau. Ia mungkin terasa dekat. Karena tiap manusia memilikinya di dalam benak. Namun kemudian, aku ataupun kamu tak pernah bisa kembali ke saat itu. Ke waktu, tempat, dan kondisi saat kenangan itu dibuat.

Aku memiliki pembagian waktu dalam definisiku. Hari ini,kemarin, dan yang akan datang. Aku selalu menikmati untuk mereka-reka masa depan itu seperti apa. Aku sibuk mengkhayalkan akan dan bagaimana kelak jika aku berada di waktu itu.Aku sibuk bermimpi. Sibuk berekspektasi. Sibuk berharap agar waktu tiba di saat itu.

Dan kemudian ketika aku tiba di saat itu. Ada ekspetasi yang menjadi nyata tapi tak jarang jauh dari perkiraan. Ada saat dimana aku tidak menikmati hari ini. Sibuk mengisinya dengan membuat pengandaian kembali ke hari kemarin. Berharap bisa memutar kembali waktu. Memperbaiki kesalahan dan menjadikan semua ekspektasi kembali terkabul. Atau ada kala karena kenangan itu terlalu indah, aku ingin tetap berada disana. Meski kutahu bahwa waktu tak pernah bisa berhenti untukku.
Memory

Saat aku sedih aku kembali berimaji tentang besok dan besoknya lagi. Selalu seperti itu. Aku tak pernah benar-benar menikmati hari ini. Aku tak pernah benar-benar menyerap kehidupan 24 jamku. Padahal bukankah sesungguhnya hidup itu adalah hari ini.

Di bawah sinar bulan saat malam begitu temaram. Master Ogwaymenasehati Panda Poh tentang ini. Ia berkata “ Yesterday is History. Tomorrow is Mistery. Today is a gift. That’s way we called it Present”. Hari ini adalah sebuah hadiah. Hari ini adalah hari dimana kamu hidup. Bukan kemarin atau besok.

Lantas mengapa aku terlalu sibuk dengan kemarin, besok, dan seluruh kenangan yang tak lagi aku mampu aku jangkau? Aku terlalu sibuk berandai-andai. Aku terlalu sibuk berharap memutar kembali waktu. Tak pernah benar-benar menikmati hari ini.

Meminta waktu bergerak cepat. Meminta waktu melambatkan diri .Padahal detik dalam 24 jam itu tetap bergerak sama seperti kemarin dan besok. Dan waktu pun kemudian berlalu. Besok telah menjadi kemarin. Ekspektasi telah menjadi kenangan. Tak ada lagi yang mampu aku ubah. Kenangan adalah tempat terjauh yang tak mampu terjangkau…(*)

Comments

  1. to day is the best day ever.....

    ReplyDelete
  2. tulisan ini bagus sekali dwieee...sukaku...;p

    ReplyDelete
  3. bagusnya ini tulisan, sukaku dwie....

    ReplyDelete
  4. @ k rahe : yes, we did it
    @ ula :sepakat !!!!!
    @ darma :terima kasih. mari membuat kenangan indah...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...

please...don't leave me

sekali lagi....dan akan berkalikali lagi. ditinggalkan.... sebuah kata yang tak kusuka.selalu menyisakan ruang kosong di hati. menyesakkan dan menyakitkan. butuh waktu untuk memulihkan hati dan mengisi kekosongan itu. aku hanya takut, kekosongan itu tak diisi lagi olehmu... aku akan merindukanmu aku akan menyayangimu aku akan mencintaimu aku masih merindukanmu aku masih menyayangimu aku masih mencintaimu aku selalu merindukan aku selalu menyayangimu aku selalu mencintaimu (still????.....always!!!!!) cepatlah pulang...kuingin membuat pahatan itu lagi bersamamu...

Seketika Ke Sukabumi

twit ekspektasi vs twit realita Setelah kelelahan karena hampir seharian di Mal sehabis nonton Dr.Dolittle pada hari rabu, dengan santai saya mencuitkan kalimat di Twitter "karena udah ke mal hari Rabu. Weekend nanti kita berenang saja di kolam dekat rumah”. Sebuah perencanaan akhir pekan yang sehat dan tidak butuh banyak biaya. Saya sudah membayangkan setelah berenang saya melakukan ritual rebahan depan TV yang menayangkan serial Korea sambil tangan skrol-skrol gawai membaca utasan cerita yang ga ada manfaatnya.  Sebuah perencanaan unfaedah yang menggiurkan. Tiba-tiba Kamis malam suami ngajakin ke Taman Safari liat gajah pas akhir pekan. Mau ngasih liat ke Anna yang udah mulai kegirangan liat binatang-binatang aneka rupa. Terlebih lagi sehari sebelumnya kami menonton film Dr.Dolittle yang bercerita tentang dokter yang bisa memahami bahasa hewan. Sekalian  nginap di hotel berfasilitas kolam air panas. Hmmm. Saya agak malas sih. Membayangkan Taman Safari yan...