Skip to main content

Posts

Hidup, Berkawan, dan Berbagi

Quote ini dipakai oleh seorang kawan di akun friendster, fesbuk, twitter, dan blognya. Hari ini aku meminjamnya. Karena quote inilah yang paling pantas untuk mendeskripsikan beberapa waktu lalu. Trip kedua bersama Ara ke Makassar. Kami bertemu banyak kawan. Baik yang baru ditemui maupun kawan lama yang mulai jarang diajak bercerita. Kawan pertama yang kami temui adalah teman fesbuk yang belum pernah sama sekali ditemui. Ia mengenalku di FB. Suka membaca blognya Kak Yusran. Dia begitu baik mengirimkan mainan Doraemon buat Ara. Miniatur doraemon plus mesin waktunya yang dimainkan dengan cara menyusun doraemon mini di atas mesin waktu yang bagian bawahnya cembung dengan sumpit. Aku tidak yakin Ara bakal berhasil memainkannya ketika ia mulai paham cara mainnya. Namanya Kak Alin. Dia adalah istri dari seniorku Kak Aba. Senangnya bisa bertemu dan bertukar cerita. Bersama satu orang temannya lagi (yang aku lupa namanya*Doh). Ternyata Kak Alin sangat menyukai doraemon. Pantas saja dia punya ma...

Alam Berkonspirasi

And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it." ― Paulo Coelho, The Alchemist Kutipan inilah yang paling "nendang" buatku. Kutipan ini aku temukan di buku The Alchemist yang kubaca di tahun pertamaku kuliah di universitas. Dalam buku karangan Paulo Coelho ini banyak kutipan-kutipan keren yang bersesuaian dengan kehidupan, tapi kutipan diatas adalah kutipan yang paling aku suka. Ketika kamu memimpikan sesuatu, semesta akan membantumu mewujudkannya. Wow!!! Semesta begitu kuat menarik semua energi untuk mewujudkan satu mimpi yang kita pendam. Aku belum pernah membaca dan menemukan kutipan ini waktu SMA. Tapi pada beberapa mimpi semesta benar-benar bekerja mewujudkannya. Waktu masih memakai seragam abu-abu aku menuliskan banyak mimpi-mimpiku. Merunutnya mulai dari yang paling masuk akal sampai diluar batas akan terwujud. Satu membuatku melakukannya, ceramah AA Gym. Wkwkwkwk. Jangan salah, Aa Gym waktu jamanku SMA lagi TOP banget. Di d...

Will U Wait?

12 jam lagi tiket pesawat di tasku membawaku pergi dari kafe ini. Membawaku pergi dari pulau ini. Dari negara ini menuju ke belahan bumi lain. Belahan bumi yang penunjukan waktu tepat berbeda 12 jam di sana. Langit gelap malam ini. Tak ada bintang tapi tak juga hujan. Pun tak ada angin. Yang ada adalah diam. Diam jualah yang masuk merayapi ke atmosfer kami. Menemani dua kopi capuccino yang telah ditinggal asapnya yang mengepul. Mereka tenggelam dalam diam yang dingin. Ia duduk di depanku. Keras seperti baja. Tak juga mampu keterjang dengan ombak air mata. Toh aku takkan menggunakan air mata kini. Aku takkan menangis untuk sebuah perpisahan. Aku mencintainya. Tak dapat kupungkiri. Tapi pergi adalah sebuah pilihan untuk mengejar cita-cita. Di sini cinta diuji. Apakah tetap bersama kami atau pergi ketika aku ikut beranjak. Kami telah banyak menyulam mimpi dan berbagi kenangan. Meretas perbedaan di antara kami, tapi sepertinya angin membuat arah perahu kami tak bersisihan. Aku sangat ingin...

Rumah Kita

Aku selalu menyenangi membayangkan tentang rumah yang akan kita miliki di masa depan. Rumah kecil. Dengan pemandangan laut yang indah. Tak perlu yang terlalu besar, agar kita tak terlalu berjauhan jika tidak berada dalam ruangan yang sama. Aku ingin ia berlantai dua. Lantai pertama adalah aku ingin ada ruang tamu, kamar tamu, dapur,dan ruang tengah. Lantai duanya kuinginkan kamar kita, kamar anak-anak. Ruangan berbeda untukku dan untukmu agar ketika kita butuh waktu privacy kita tak perlu harus keluar rumah. Kita adalah dua orang yang kadang menyukai kesendirian. Dalam kesendirian kita merenung. Menulis dan berkarya. Di bagian tengah lantai kedua, aku ingin membuat perpustakaan. Tempat kita menaruh ratusan buku-buku kita. Buku-buku yang beranak pinak setiap kita berada di sebuah tempat dalam kurun waktu lama. Tak perlu ada kursi di ruangan itu. Aku membayangkan meja-meja pendek dengan bantal-bantal duduk yang empuk. Serta jendela-jendela kaca yang besar. Agar cahaya matahari puas masuk...

Karena Aku Bukan Mantan

Aku mengetuk pintu rumah itu. Rumah kecil nan asri. Dipenuhi oleh tetumbuhan hijau tanpa bunga. Aku pernah ikut merawat tanaman itu. Dulu sekali saat aku sering melewatkan malam hingga pagi di rumah kecil itu. Ah, rasanya telah begitu lama. Rumah itu pernah kuanggap sebagai tempat pulang, meski pada akhirnya ia tidak menjadi tempat pulangku. Aku berdiri di depan rumah itu, datang sebagai tamu yang pastinya akan selalu beranjak. Karena tuan rumah tak pernah menganggap aku adalah bagian dari rumahnya. Aku adalah seseorang yang datang dan segera harus beranjak ketika segala hal tentangku tak lagi penting. Entah apa yang aku lakukan di sini. Berdiri dan menanti tuan rumah untuk membuka pintu. Berharap ketika ia membuka pintu maka ia akan memelukku dan mengecup dahiku hangat. Memohon untuk sebuah kejelasan. Menanyakan tentang peran hati dalam keterkaitan kami. Aku tak pernah berani berharap. Kami tak lain hanyalah dua manusia yang menemukan kesamaan dalam banyak perbedaan. Jika kami adalah ...

Karena Ia Beda

Hujan pertama setelah kemarau panjang menyapa awal oktober. Debu-debu membentuk asap saat air pertama menyentuhnya. Pepohonan seolah memandikan dirinya. Membersihkan diri dari debu yang menempel ditiap helaian daunnya. Tanah-tanah basah dan menyeruakkan wangi tanah basah yang segar. "Ah, hujan. Bau tanah basah ini sungguh mengganggu" gerutu seseorang tiba-tiba. Aku menolehkan pandanganku ke sumber suara tadi. Kudapati perempuan berambut pendek. Gayanya tomboi, tapi gurat-gurat di wajahnya masih mampu memancarkan sisi feminitasnya. " Mengapa kamu membenci hujan?" Tanyaku. Dia menoleh ke arahku. " Aku tak benci hujan. Hanya saja bau tanah basah sangat tidak kusukai" jawabnya sambil tersenyum. "Aku suka baunya. Semua cewek yang kukenal selalu menyukai bau tanah saat hujan turun. Katanya romantis" kataku. "Jangan mengeneralisir. Saya tak pernah suka bau tanah basah dan itu sangat tidak romantis" katanya sambil berlari menembus...

Bunda dan Mawar Biru

Bunda sangat menyukai tanaman. Sepetak kecil tanah depan rumah telah berubah menjadi taman bunga cantik karena tangan dinginnya. Ia memiliki berbagai macam jenis bunga. Jika ke rumah jangan berani-berani memetik setangkai bunga sekuncup sekalipun. Karena sangat dipastikan bunda akan tahu. Ia sangat mengetahui detail tanamannya. Seberapa banyak kuncup dan berapa banyak kembang yang telah mekar. Namun, satu yang paling mampu menyulut kemarahan bunda. Tanaman mawar biru. Mawar tersebut telah beranak pinak dari ketelatenan bunda. Tapi jangan pernah berani menyentuh mawar biru dalam pot tanah liat bercorak warna-warni. Bunda akan sangat marah. Pernah sekali adik menyenggol potnya hingga jatuh untungnya tidak pecah dan reaksi bunda adalah diam dengan wajah tanpa ekpresi. Ketika diam maka bunda sedang marah besar. Atmosfer rumah akan berubah menjadi sangat tidak nyaman. Aku selalu bertanya-tanya mengapa bunga itu begitu dijaga oleh bunda. Bunda seolah-olah overprotektif terhadap tanaman itu. ...

Di Jendela Itu

Pesawat yang akan menerbangkanku ke Makassar mulai boarding. Aku mulai mengemasi travel bagku. "Aku check in dulu y" kataku padanya. "Sehabis check in kembali lagi ke sini y" katanya dengan wajah memelas. Aku tersenyum mengangguk. --- Aku sangat tahu hari ini. Hari terakhirku bersamanya. Setelah beberapa hari yang kami lalu begitu menyenangkan. Menghabiskan senja di bibir pantai. Membiarkan debur ombak menjilati kaki kami yang telanjang. Kami adalah serupa alien yang terdampar di bumi. Berbagi cinta. Meniadakan posisi kami pada hubungan-hubungan yang lain. Kami adalah sepasang manusia yang tepat, di tempat yang tepat, namun sayang waktu yang berdiri diantara kami lah yang salah. Kami harus kembali pada dunia sosial kami. Alien-alien yang harus kembali ke planetnya masing-masing. Kembali pada hari biasa dan kehidupan biasa. Aku sangat paham setelah aku meninggalkan pulau ini semua akan menjadi kenangan. Meski kami berjanji kelak akan datang dan nengunjunginya, aku sa...

Pesan

From : Mr. Long Hair To : May Message : I wanna meet u. Miss U so bad Sent : 10012011/23:24:52 From : My Imaginary Princess To : Issi Message : Aku ada training kantor weekend ini. Next week? Sent : 10012011/23:25:40 From : Mr. Long Hair To : May Message : Oke. Weekend ini kita ketemuan. I really miss u. Sent : 10012011/23:27:01 --- From : My Imaginary Princess To : Issi Message : Sorry. Nda bisa ketemuan. Aku harus temani anak di acara sekolah. Sorry. Besok aku mampir ke tempatmu Sent : 16012011/07:40:08 From : Mr. Long Hair To : May Message : :( It's okay. I'll wait u tommorow Sent : 16012011/08:01:10 From : My Imaginary Princess To : Issi Message : Please do not be sad. I'll be there tomorrow. I really miss u too Sent : 16012011/08:02:56 From : Mr. Long Hair To : May Message : I always wait for u Sent : 16012011/08:05:57 --- From : My Imaginary Princess To : Issi Message : Issi, sorry to say tapi sepertinya aku nda bisa m...

Telur Dadar Buatanmu

Aku mencintainya. Ia tahu itu. Ia pernah sekali mengatakan, ia menyayangiku. Sekali itu dan setelahnya tak pernah lagi kudengar. Aku berharap dia mencintaiku meski satu dan lain hal tak mampu membuat kami bersama. Kami seperti dua dunia yang berbeda. Dia adalah bumi dan aku adalah asteroid yang terlontar ke bumi. Untuk sampai ke tanahnya aku harus melewati lapis-lapis angkasa. Sakit dan membakar diri. Terbunuh dan hanya sisa debuku yang berhasil menjejak di bumi. Kami dekat. Lebih dari sekedar teman dekat. Bercerita banyak hal berbagi banyak hal. Saat aku sedih dia yang pertama kukabari. Begitu pula dirinya. Selalu ada upaya untuk kami agar bertemu dan saling bercerita. Bahkan pun jika tak lagi punya cerita kami sekedar bertemu saling berpandangan. Kata tak lagi mewakili kami. Dan biasanya kami ditemani oleh telur dadar. Satu dari sedikit yang sama diantara kami. Kami beda kota. Frekuensi pertemuan kami pun makin sedikit. Sesekali jika sempat kami meluangkan waktu bertemu. Cerita lebi...

Lelaki Pertama Yang Kubenci dan Kucintai

Aku mengingatnya dalam wajah kecilnya yang nakal. Hari itu aku berpakaian seragam teman kanak-kanak yang baru ibu belikan. Berpita biru muda senada dengan warna rokku. Hari itu adalah hari pertamaku bersekolah. Aku takut dan tak percaya diri. Ibu menemaniku ke sekolah. Tak cuma aku yang ditemani oleh ibu. Mayoritas anak baru pun ditemani oleh ibunya. Ada sekitar 15 anak baru yang sekelas denganku. Saat pertama masuk kelas kami harus mengenalkan diri kami. Beberapa tampak canggung, malu-malu, dan takut. Saat tiba giliranku aku pun takut dan malu. Namun aku berhasil memperkenalkan nama dan alamat rumahku. Kupikir semua berjalan lancar hingga aku berjalan kembali ke bangku dudukku yang berada di barisan ketiga. Sebuah kaki tiba-tiba menjegalku dan membuatku terhuyung dan jatuh ke lantai. Hidungku mimisan dan bibirku berdarah. Aku menangis. Pemilik kaki itu hanya duduk di bangkunya. Tidak meminta maaf. Semua anak-anak mentertawakanku. Aku lari menghambur ke ibu. Menangis menahan perih. Ibu...

Hilang

Apa yang paling aku inginkan saat ini? Jika bisa terjadi aku ingin kamu menghilang dari bumi. Tak ada jejakmu di jagad ini. Tak ada dirimu dalam hidupku. Aku berharap Tuhan tak pernah menciptakan dirimu ke dunia. Aku mencoba menghilangkanmu dari benakku. Serupa oclumency, menahan pikiranku darimu. Beberapa saat aku mampu angkuh dan berpikir hati ini telah begitu tegar untuk melupakanmu. Namun selalu dengan caramu yang entah bagaimana hadir secara tiba-tiba. Kamu serupa jailangkung. Datang tak diundang pulang tak diantar. Saat aku yakin telah mampu menghilangkanmu dari benakku, kamu datang dalam sapa gelombang nirkabel menyapa malam-malamku. Membuatku kembali melemah. Kamu merestore kembali segala ingatan yang telah hilang. Membuatnya kembali baru. Aku tunduk pada instruksimu. Serupa mendapatkan kutukan cruciatus. Namun tak dapat kusangsikan tiap sapamu kala malam adalah serupa selimut hangat untuk hati yang sedang merindu. Aku selalu terjaga. Sekedar mengecek apakah kamu terjaga atau l...

Ngeblog Asyik #15harimenulisdiblog

Akhir-akhir ini saya suka main twitter. Saya telah menemukan keasyikan dari main twitter. Timeline yang selalu berubah tiap detik, terupdate, entah itu artis atau bukan, sekedar melepas kegalauan atau berbagi informasi. Di twitter saya menemukan tuips yang puitis,lucu, pemberi advice yang baik, serta cerita-cerita hantu apalagi tiap malam jumat. Kadang serem kadang garing. Jangan heran di twitter poconggg dan setan juga ada. Dari supir pete-pete hingga daeng becak pun ada. Bagiku twitter adalah sarana membuang segala unek-unek yang ada di kepala. Jika di fesbuk mengganti status tiap menit bisa dianggap gila maka di twitter itu adalah hal wajar. Karena semua tuips melakukannya. Di twitter jika orang menyukai tweetmu dia akan meretweetnya.Namun kalo tidak dibiarkan tak terlihat di timelines.Setiap orang sibuk dengan tweetnya sendiri.Bagimu tweetmu bagiku tweetku. Paling menyenangkan main twitter kala tengah malam. Ada saja hal-hal galau yang bisa dibagi dan mendapatkan hal-hal galau la...

Tak Ada Dirimu Di Timeline

Ada rindu yang mengepak di sini dan ingin bebas. Tapi siapalah saya. Sosok yang tak pernah benar-benar masuk sejarah hidupmu. Meski saya adalah seseorang yang mampu memahami segala tentang dirimu. Tapi aku tak pernah benar-benar tahu apakah aku memiliki arti dalam selembar halaman hidupmu. Aku bukanlah siapa-siapa. Bukan orang yang kan kau kenalkan pada teman, keluarga, dan rekananmu. Bukan perempuan yang akan mendengar nada bangga dari ucapmu " kenalkan ini pacar saya". Pelan tapi pasti aku menarik jarak. Aku memahami titik koordinatku di hidupmu. I'm nothing. Tak terdeteksi. Aku hanyalah serupa hantu yang kamu indrai saat kamu butuh teman dan tak lebih. Setelah itu kita akan diam dalam ribuan bahasa. Ada rindu yang terpasung di sini. Angkuh untuk aku lepaskan. Meski ia telah meronta ingin bebas hingga terluka. Aku menahan hasratku untuk menghubungimu melalui jejaring apapun. Hanya fesbuk yang mampu mengabarkan tentangmu. Meski tak terupdate meski hanya berisi kiriman ap...

Kuberharap Memutar Waktu

Jika mengenalmu adalah sebuah peluit pertanda pertandingan, maka aku sangat berharap mampu memutar waktu dan mundur dari arena. Aku tak pernah tahu bahwa pertandingan yang kita mulai membawaku kepada kekalahan yang menyakitkan. Kekalahan hati yang jatuh cinta padamu. Kupikir awalnya ini hanyalah seperti bermain gunting batu kertas. Kita adalah orang asing yang bertemu dalam sebuah kebetulan. Saling menyapa sekedar formalitas. Tapi entah mengapa perkenalan biasa itu menjadi akrab dan intim. Jauh sebelum permainan ini mulai serius aku telah mampu meprediksi diriku akan kalah. Tapi daya tarikmu begitu kuat dan aku tunduk dan patuh. Mengikuti alur permainanmu. Kudapati diriku disesaki cinta kepadamu. Namun tak pernah kuyakini besaran cinta yang sama dari dirimu. Kita tak pernah benar-benar berbicara tentang hati. Yang kita punya adalah gairah yang menggetarkan saat bersentuhan. Aku memaknainya dengan cinta, tapi kamu tak pernah meyakinkan diriku bahwa getar yang kau miliki adalah cin...

Just The Way You Are

Ema bertanya padaku”bagaimana rasanya (menjadi ibu)?”. Sesaat aku tak mampu menjawab. Aku harus berpikir keras untuk mencari jawaban yang tepat. Paling sederhana mungkin adalah menyenangkan. Tapi rasanya lebih dari itu. Ia tak terwakilkan kata-kata. Setiap kali aku memandangnya aku selalu takjub akan dirinya. Duduk dipangkuanku dan menggantungkan hidupnya padaku. Jika aku sedikit tak peduli maka ia akan mengamuk. Jika aku tak peduli sama sekali maka ia mungkin tak tumbuh seperti sekarang. Aku masih saja takjub akan keberadaannya. Ketika hanya kami berdua dan terperangkap dalam kerangkeng cinta yang berbinar dari matanya. Selalu saja aku merengkuhnya dan mencium dahinya. Menglafalkan doa singkat untuk kebaikannya.  Usia 9 minggu dalam kadungan Aku selalu takjub dirinya begitu kecil dalam pelukan dulu ketika pertama kali kulit kami bersentuhan. Aku masih saja tak percaya bahwa dirinya pernah hanya berupa setitik kecil dalam rahimku. Kukandung selama 9 bulan lebih. Merasakan semua...

Galau Itu Aset

spidolbekas.wordpress.com Lagi trend istilah galau. Tidak di fesbuk ataupun twitter. Mayoritas mengupdate status-status yang terdeteksi galau. Bagaimanakah galau itu? Ya, semacam ungkapan perasaan yang benar-benar dari lubuk hati. Biasanya lebih kepada hal-hal yang menyedihkan, menggelisahkan, sampai membuat mewek. Dan jejaring sosial serupa fesbuk dan twitter menjadi tempat untuk membuang galau. Jika di fesbuk orang sedikit mampu mengerem galaunya karena takut dianggap sedikit "aneh" terlalu sering update status maka di twitter, jamaah galau (istilah keren para galauers) menemukan kemerdekaannya.  Mereka dengan bebasnya memposting tweet-tweet galau yang paling galau. Tak ada yang protes. "Bagimu tweetmu bagiku tweetku", seperti itulah mungkin. Dan saat tengah malam adalah saat paling galau. Mungkin karena pengaruh tidak bisa tidur, rindu, sepi, dan malam yang selalu mendatangkan dingin. Galau mungkin telah mewabah. Seperti cendawan di musim hujan. Tapi tak ada...

Kepada Lelaki Yang Menanti Hujan

http://vi.sualize.us/nicanio/rain/ Apakah hujan telah menyapu septembermu yang kemarau. Di sini timeline tentang hujan telah memenuhi layar twitterku. Tapi hujan belum juga singgah di halaman rumahku. Tanah-tanah masih berdebu. Tanaman rumputku dalam pot telah kering dan layu. Tak juga kusiram. Tapi aku tak pernah perlu khawatir dengannya. Hujan selalu mampu menguatkan akar-akarnya. Menumbuhkan tunas-tunas baru. Semacam regenerasi untuk terus melanjutkan hidup. Apakah aku merindukan hujan? Aku ingin kuat seperti matahari. Mampu meranggas apapun. Tak takluk pada dingin. Mampu membakar sedih. Hujan terlalu sendu. Menciptakan kelabu yang menyuburkan sedih. Menyirami rindu yang sendirian. Hujan terasa begitu pilu. Tapi aku lelah mencintai matahari. Aku lelah terbakar oleh rasa yang kudustai sendiri. Aku lemah mencoba kuat. Aku sedih berpura-pura bahagia. Aku dingin mencoba menjadi panas.   Apakah hujan telah menyapa kaca jendela kamarmu? Telah lama kudengar kabar darimu. Aku tahu...

Get Well Soon Kakak Cakra

Cakra dan Ara Di Makassar Ara berkenalan dengan sepupunya Cakra. Kakak Cakra lebih tua sebulan dari Ara. Maunya sih bisa jalan-jalan sama Kakak Cakra keliling Makassar, sayangnya kakak Cakra sakit dan di rujuk Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.  Cepat sembuh kakak Cakra. Biar bisa jalan-jalan keliling Makassar dengan Ara.