Skip to main content

Happy Birthday, Dwi

Handphoneku baru menunjuk angka 00.00 dengan penghitungan kalender 2 agustus di sana. Bumi berputar entah di menit keberapa. Aku tak peduli. What is my wish? Aku terperangkap dalam detik dimana aku merasa spesial dan itu hanya sesaat. Aku tak punya wish. Tak ada lilin yang harus aku tiup. Tak ada hangat yang bisa aku peluk. Dingin memerangkapku dalam kesendirian.

Wish itu diam-diam mengetuk. Pelan yang mampu membuat terjaga. Menemani sesaat. Aku berterima kasih untuk itu. Diingat adalah upaya untuk bisa selalu ada meski fisik telah tiada. Dan memilih mengingatku adalah sebuah hal spesial buatku. Ini lebih dari apapun. Lebih dari berbungkus-bungkus kado.

Aku tak meminta apapun. Kecuali ditahun-tahun mendatang disetiap penanggalan ini mengingatku dalam segala kenangan. Mengucapkan selamat padaku. Tak peduli seberapa jauh waktu bergerak, aku ingin selalu mendapat pesan yang sama. Pesan cinta dan ingatan akan diriku. Tepat waktu dan nyata. Tak berubah dan tak akan pernah berubah. Meski bilangan waktu berloncatan. Ingat aku selalu. Agar aku selalu ada. Itu saja....

2 agustus 2012
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

Terseret Hunger Games

sumber : www.imdb.com Boleh dibilang saya agak telat kena demam Hunger Games. Saya belum membaca bukunya yang kabarnya masuk dalam jajaran best seller luar negeri. Ketika filmnya keluar, saya tidak antusias untuk menontonnya. Beberapa hal yang membuat saya tidak terlalu tertarik pada Hunger Games ini pertama ceritanya yang terlalu adventure. Saya tipe pembaca serial romance dan berkaitan dunia sihir. Tak heran saya tertearik pada Harry Potter, Twilight, dan serial buku karya Rick Riordan. Kedua, saya tidak begitu memperhatikan rekomendasi yang menulis tentang buku ini. Saya termasuk tipe pembaca yang tidak berpatokan pada review. Bagi saya, buku dan saya saling menemukan. Meski kadang saya berujung pada kekecewaan. Tapi bagi saya disitulah letak seni membaca. Selanjutnya, saya kurang tertarik pada sinopsis yang dituliskan di buku Hunger Games. Ya, seperti saya bilang tadi saya tipe orang yang lebih menitiberatkan pada serial romantis. Pandangan awal saya, Hunger Games terlalu ...