Skip to main content

Tetap Di Sana

Aku menyukainya. Meski kadang ia membuatku sedih tanpa pernah mampu aku jelaskan padanya.Aku berhasil menempatkannya di sana.Berada di sana dan leluasa melihatnya meski ia tak mampu melihatku. Rasa-rasanya mengamati sosoknya dari kaca tembus pandang.Sedang dia tak mampu melihatku. Kupikir itu cukup adil buat kami. Aku mampu mengamatinya tanpa perlu ikut terlibat dalam lingkarannya. Selalu tak mampu aku menahan hasratku jika aku masuk dalam lingkarannya.Serupa lingkaran merlin yang mampu menyedot semua perhatianku.Tak mampu bergerak dan melawan.

Ia pun tampaknya tak keberatan dengan itu. Tak ada introgasi lebih lanjut dan desakan parah. Tak ada tanya serupa keinginan. untuk mencari tahu alasan. Apakah ia paham atau tidak,aku tak pernah tahu. Biarlah kami memendam alasan alasan itu dalam hati.

Menjadi serupa kelebat adalah yang ingin aku lakukan.Meski kadang aku sakaw oleh rindu untuk melihatnya. Setidaknya mengintip dari kaca kecil tembus pandang itu. Tak perlulah ia tahu serupa apa hati ini. Memandangnya dari jauh saja serupa penawar hati. Karena semua verbal telah menjadi serupa basa basi dan sekedar bertukar sapa.

Aku ingin dia tetap di sana. Di dinding tak tembus itu. Biarkan aku memandangmu dan tak perlu kau memandangku.Begitulah dunia yang kita jejaki semestinya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...

Dunia Kafka, Dunia Surealis Murakami

Judul : Dunia Kafka ( Kafka On The Shore) Penulis : Haruki Murakami Penerbit : Alvabet Kafka Tamura, anak laki-laki 15 tahun memutuskan pergi dari rumahnya di Nakano meninggalkan ayahnya. Dengan tujuan menjauh dari ayahnya yang tidak lagi peduli dengannya dan mencari ibu dan kakak perempuannya. Ia lari ke Takamatsu dan tinggal di sebuah perpustakaan.  Nakata, pria paruh baya yang karena sebuah peristiwa pada saat perang kehilangan kemampuannya untuk membaca, menghitung, namun menguasai bahasa kucing. Hingga suatu hari ia harus membunuh seseorang untuk menyelamatkan sebuah kucing.  Dua tokoh ini memiliki cerita berbeda pun memiliki keterlibatan secara tidak langsung. Dengan label surealis pada sinopsis buku ini, maka pembaca harus siap menemukan cerita yang tidak mampu diterima logika. Dunia di luar materi, yang tidak terikat waktu.  Tapu bukan Murakami namanya kalo tidak menyisipkan renungan panjang dalam ceritanya. Menurut pembacaan saya, Murakami mencampur bumbu kegalau...

Menulis Blog Sama Dengan Menabung

Tak ada yang salah dari ngeblog. Saya baru menemukan keasyikannya. Menulis di blog saat kamu sedang on mood tanpa writer's block serupa menabung uang koin yang kelak akan berguna ketika kamu membutuhkannya. Ini terjadi pada saya. Saya tipe orang yang agak moody soal menulis. Tapi jika menulis memang berada diambang gregetan biasanya hasilnya cukup menyenangkan. Biasanya kalo ada lomba-lomba menulis yang diadakan website tertentu, saya malas menulis ulang. Yang saya lakukan hanyalah mengobrak obrik isi blog ini. Tema-tema yang ada sangkut pautnya dengan yang dilombakan biasanya bisa didaur ulang. Malah untuk beberapa lomba, penyelenggara lebih suka yang sudah terupload di blog. Beberapa tulisanku yang kuikutkan dalam beberapa partisipasi menulis biasanya adalah tulisan lama. Karena kadang kalo disodori tema dengan deadline waktu yang sempit rasanya semua ide melayang hilang. Hehehehehe. Sisa ambil koin ditabungan. Dan...tadddaaaa....ikut berpartisipasi menulis deh. Begitulah, men...