Skip to main content

Jangan Memulai Rindu

Mencoba lupa adalah sebuah ujian. Ingatan serupa kutukan yang melekat dan tak mampu terlumpuhkan.Ia ada dibawah tempat tidurmu. Menjadi bayangan yang melesat sekilas di keramaian.Merajai mimpi-mimpimu saat malam.Membangunkanmu saat tertidur di tengah malam.Dan meninggalkan sesak yang begitu menyakitkan.Sendirian kamu harus bertahan.Meyakinkan dirimu bahwa kamu akan baik-baik saja meski matamu telah kering oleh air mata,meski nafasmu tersedat-sedat karena sisa tangismu yang sesegukan.

Dan ketika kamu telah mampu mengatasinya,tiba-tiba ia yang ingin kamu lupakan dengan begitu lugu menyapamu.Memberi senyum dan menanyakan kabar. Mengatakan rindu dalam bahasa yang hanya mampu kamu dan ia pahami. Ingatan-ingatan itu kembali menikam.Menancapkan jangkarnya lebih dalam di saraf otakmu. Jeratan ingatan itu serupa sulur-sulur tanaman membelit yang ketika kamu berusaha keras lupa maka ia akan membelitmu lebih kuat.

Jangan memulai rindu,kumohon. Aku tahu kamu takkan pernah paham rasa ini. Seperti kata teman lelaki lebih mudah lupa daripada perempuan. Tinggallah aku yang terkapar oleh rindu dan ingatan tentangmu serupa sie
mbilu.

Comments

  1. Keren, Kak Dwi.
    memang rindu seperti itu. :(

    ReplyDelete
  2. keren...

    follow balik y..onegai :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hilang ..(Lagi)

Aku tak menemuinya lagi di dapur belakang.Entah di mana lagi dia kini. Mungkin di bawa seseorang tanpa permisi (lagi). Yah,ini kedua kalinya barang-barangku hilang.Kali ini aku tak yakin kapan hilangnya. Telah lama aku tak menggunakannya.aku lebih memilih untuk makanan di luar. Mungkin ini juga aksi protesnya karena tak pernah di pakai. Ya…seperti yang selalu mama bilang “mungkin ada seseorang di luar sana yang lebih membutuhkannya” Kali ini tak usah bilang pada Etta. Biarlah aku menggantinya sendiri. Nanti,ketika aku tak lagi tinggal di pondok safar…

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...