Skip to main content

Jangan Memulai Rindu

Mencoba lupa adalah sebuah ujian. Ingatan serupa kutukan yang melekat dan tak mampu terlumpuhkan.Ia ada dibawah tempat tidurmu. Menjadi bayangan yang melesat sekilas di keramaian.Merajai mimpi-mimpimu saat malam.Membangunkanmu saat tertidur di tengah malam.Dan meninggalkan sesak yang begitu menyakitkan.Sendirian kamu harus bertahan.Meyakinkan dirimu bahwa kamu akan baik-baik saja meski matamu telah kering oleh air mata,meski nafasmu tersedat-sedat karena sisa tangismu yang sesegukan.

Dan ketika kamu telah mampu mengatasinya,tiba-tiba ia yang ingin kamu lupakan dengan begitu lugu menyapamu.Memberi senyum dan menanyakan kabar. Mengatakan rindu dalam bahasa yang hanya mampu kamu dan ia pahami. Ingatan-ingatan itu kembali menikam.Menancapkan jangkarnya lebih dalam di saraf otakmu. Jeratan ingatan itu serupa sulur-sulur tanaman membelit yang ketika kamu berusaha keras lupa maka ia akan membelitmu lebih kuat.

Jangan memulai rindu,kumohon. Aku tahu kamu takkan pernah paham rasa ini. Seperti kata teman lelaki lebih mudah lupa daripada perempuan. Tinggallah aku yang terkapar oleh rindu dan ingatan tentangmu serupa sie
mbilu.

Comments

  1. Keren, Kak Dwi.
    memang rindu seperti itu. :(

    ReplyDelete
  2. keren...

    follow balik y..onegai :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pride and Prejudice : I’m Bewitched

Tak pernah kusangka saya akan jatuh cinta pada film Pride and Prejudice. Waktu kuliah dan masa-masa belum punya anak, saya tidak pernah tergerak untuk menonton film ini. Prasangka saya terhadap film ini sudah tumbuh sejak memiliki versi Film India di tahun sebelumnya. Mungkin karena hal itu saya kemudian tidak tertarik menontonnya.   Namun karena episode-episode drama korea yang aku nonton udah habis, ditambah kebosanan pada topik medsos yang masih heboh dengan pilpres, dan juga pengaruh hari valentine yang menyebabkan algoritma lapak streaming merekomendasi film-film romantis menjadi sebab akhirnya saya menonton film ini Semuanya berawal dari ketidaksengajaan menonton Atonement yang diperankan oleh Kiera Knightley. Film ini cukup bagus, meski di tengah jalan saya udah kena spoiler via wikipedia dan rada senewen dengan endingnya. Tapi kecantikan Kiera Knightley tetap mampu membuat saya menyelesaikan film itu sampai detik terakhir. Saking senewennya dengan ending Atonement, sa...

Seketika Ke Sukabumi

twit ekspektasi vs twit realita Setelah kelelahan karena hampir seharian di Mal sehabis nonton Dr.Dolittle pada hari rabu, dengan santai saya mencuitkan kalimat di Twitter "karena udah ke mal hari Rabu. Weekend nanti kita berenang saja di kolam dekat rumah”. Sebuah perencanaan akhir pekan yang sehat dan tidak butuh banyak biaya. Saya sudah membayangkan setelah berenang saya melakukan ritual rebahan depan TV yang menayangkan serial Korea sambil tangan skrol-skrol gawai membaca utasan cerita yang ga ada manfaatnya.  Sebuah perencanaan unfaedah yang menggiurkan. Tiba-tiba Kamis malam suami ngajakin ke Taman Safari liat gajah pas akhir pekan. Mau ngasih liat ke Anna yang udah mulai kegirangan liat binatang-binatang aneka rupa. Terlebih lagi sehari sebelumnya kami menonton film Dr.Dolittle yang bercerita tentang dokter yang bisa memahami bahasa hewan. Sekalian  nginap di hotel berfasilitas kolam air panas. Hmmm. Saya agak malas sih. Membayangkan Taman Safari yan...

Serpent's Shadow : Petualangan Terakhir Carter dan Sadie

foto : inthemiddlereading.blogspot.com Carter dan Sadie berhasil membangunkan Ra, Dewa Matahari. Sayangnya, Apophis, Dewa kekacauan makin kuat dan berniat menghancurkan dunia. Sayangnya Dewa Matahari masihlah sangat lemah. Tubuh tua ringkihnya tak sanggup bertarung mengalahkan Apophis. Kehancuran dunia tinggal menghitung detik. Carter dan Sadie harus mencari cara mengalahkan Aphopis dan menyelamatkan dunia. Sanggupkah mereka? Buku ketiga dari Kane Chronicles ini berjudul Serpent's Shadow. Buku ini adalah seri terakhir dari pertualangan Carter Kane dan Sadie Kane diantara dewa-dewa mitologi Mesir dan usaha mereka untuk mengalahkan musuh terbesar mereka, Apophis. Seperti dua buku sebelumnya, Carter dan Sadie mengantar pembaca mendengarkan petualangan mereka. Lewat rekaman yang dititipkan pada penulis buku ini, Rick Riordan, Sadie dan Carter mengawali cerita mereka di sebuah Museum Dallas. Sadie, Carter, Allysa, dan Walt mencari golden box yang bisa membantu mereka menguak kel...