Skip to main content

Ribetnya Makan di Cozy Kozy


suasana restoran

Baru kali ini aku cukup merasa ribet untuk makan di foodcourt. Tepatnya di Cozy KOzy Karebosi Link. Setiap customer membayar mengggunakan kartu member yang berisi deposit uang. Deposite uang yang dimiliki akan berkurang sesuai harga makanan dan minuman.
Kwetiaw goreng yang sangat banyak

Strategi marketing ini sebenarnya adalah untuk membuat pelanggan yang loyal dan datang kembali untuk makan. Namun buatku itu cukup ribet dan kurang nyaman. Untuk mendapat kartu member saya harus membayar 15.000. Hai, saya cuma mau makan, tidak mau menjadi anggota. Uang deposit pun memiliki masa kadaluarsa tiga bulan. Memaksa pelanggan datang dalam jangka waktu 3 bulan untuk mencicipi makanan di sana.

Nasi Goreng  bercitarasa Singapura
Jadi untuk pertama kali makan disana maka pelanggan membayar lebih Rp.15.000  rupiah dari harga makanan yang dibayar dan dibahasakan sebagai uang jaminan terhadap kartu. Belum lagi harga makanan yang mungkin tidak benar-benar pas dengan deposit yang dimiliki sehingga akan bersisa sedikit. Huuuaaa…ribetnya. 

Kalo kartunya dikembalikan uang Rp.15.000ku kembali nda ya? Nda bakal makan lagi di sana kecuali ditraktir sama orang ;p.

Comments

Popular posts from this blog

Dan Akhirnya

Dan akhirnya Malaikat kecil itu beranjak terbang Sayap kecilnya mengepak cepat Rasanya perih sesaat Tapi rasanya begitu melegakan "Akan kubawa cinta ini pergi Hingga akhirnya aku kembalikan padamu kelak"

ketika aku merefresh kembali kekuatan mimpiku

"Yuk nonton laskar pelangi sama-sama". Sms ini ku kirim ke seorang teman yang ada di pulau jawa beberapa hari lalu. Dan akhirny a, hari ini kami bisa mewujudkan rencana aneh nan gila itu. Kami menonton di dua bioskop yang berbeda, di selang waktu 30 menit yang berbeda, di kota yang berbeda, dan di pulau yang berbeda. Yang menyamakan kami hanyalah keinginan untuk melakukannya secara bersama dan waktu yang tak terpisah 15 derajat. Ia di Denpasar dan aku di Makassar. Sebuah cara nonton yang aneh kupikir. Namun, kami memang orang yang aneh. Ini kedua kalinya aku menonton laksar pelangi. Aku tak pernah bosan melihatnya. Aku masih bisa tertawa untuk setiap adegan lucu dan terharu untuk tiap scene yang me nyedihkan. Namun aku selalu menunggu scene dimana A ling bertemu dengan Ikal. Ketika gadis kecil bermata sipit itu berbalut baju china berwarna merah. Ia begitu cantik. Wajarlah Ikal menggambarkanbetapa terpesonanya ia dengan kuku perempuan itu dengan kalimat “……Saat itu aku me...

Janji Yang Teringkari

Pagi pertama di bulan November. Udara masih saja terasa dingin di kampungku. Bau oksigen pagi terasa dingin dalam hidungku. Meski matahari telah bersiap dengan sinarnya penanda musim masih belum berganti. November. Dua bulan terakhir sebelum penghujung tahun. Apakah ini begitu penting?tampaknya semua sama saja. Waktu berputar 24 jam sehari. 60 menit dalam sejam dan tak berubah dalam 60 detik dalam semenit. Bumi hanyalah menuntaskan tugasnya mengelilingi matahari bertawah dan tertasbih sesuai hukum Pencipta di semesta. Tak cuma bumi, tapi juga seantero galaksi dan seluruh benda langit. Apa yang penting dari itu. Bukankah itu telah terjadi jutaan tahun lalu. Bahkan sebelum manusia belajar menerka tentang hukum dan aturan benda semesta. Apa yang penting dari itu? Dalam mikro semesta hatiku, November tahun ini adalah penanda bahwa sebuah janji yang harusnya ditepati oleh hati kembali terlanggar. Kembali teringkari oleh kompromi yang bodoh. Tak ada jejaknya sedikit pun dalam file-file kompu...