Skip to main content

Posts

Showing posts with the label My Little Family

Ara Dan Khanza

Ara sudah 6 bulan sekarang. Beberapa hari lagi 7 bulan. Ia sudah mengenal konsep bermain dan memiliki keinginan terhadap sesuatu. Ia tidak lagi fulltime di atas tempat tidur. Kereta duduk warisan dari Khanza, sepupunya, sudah menjadi singgasana. Meski singgasana itu telah membuatnya jatuh dua kali. Ia betah berlama-lama duduk di sana. Bergerak sesukanya kemana pun dan mencoba menjangkau segala sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia pun sekarang mengenal konsep berteman. Teman paling dekatnya adalah Khanza. Mereka berbagi mainan, meski yang paling sering mengalah adalah Ara. Kalo Khanza menangis karena mainannya diambil Ara dengan segera mainan itu harus dilepas dari tanganya Ara. Ara pun mulai mengenali konsep kepemilikan. Ia pun menangis jika benda-benda di tangannya dilepas. Untungnya perhatiannya masih bisa dialihkan jadinya kalo menangis ia lebih mudah didiamkan. Tidak seperti Khanza yang ngelunjak jika keinginannya tidak dituruti. Khanza pun menjadi role model bagi Ara. Ia bela...

Just The Way You Are

Ema bertanya padaku”bagaimana rasanya (menjadi ibu)?”. Sesaat aku tak mampu menjawab. Aku harus berpikir keras untuk mencari jawaban yang tepat. Paling sederhana mungkin adalah menyenangkan. Tapi rasanya lebih dari itu. Ia tak terwakilkan kata-kata. Setiap kali aku memandangnya aku selalu takjub akan dirinya. Duduk dipangkuanku dan menggantungkan hidupnya padaku. Jika aku sedikit tak peduli maka ia akan mengamuk. Jika aku tak peduli sama sekali maka ia mungkin tak tumbuh seperti sekarang. Aku masih saja takjub akan keberadaannya. Ketika hanya kami berdua dan terperangkap dalam kerangkeng cinta yang berbinar dari matanya. Selalu saja aku merengkuhnya dan mencium dahinya. Menglafalkan doa singkat untuk kebaikannya.  Usia 9 minggu dalam kadungan Aku selalu takjub dirinya begitu kecil dalam pelukan dulu ketika pertama kali kulit kami bersentuhan. Aku masih saja tak percaya bahwa dirinya pernah hanya berupa setitik kecil dalam rahimku. Kukandung selama 9 bulan lebih. Merasakan semua...

I'm Sorry

Pagi ini ada beberapa garis merah di dahi dan wajahmu.Seperti kamu baru saja berkelahi dengan kucing. Garis itu memerah. Cakaran yang paling banyak kulihat di wajahmu sejauh ini. Kupikir kamu takkan mencakar wajahmu. Saya yang kurang waspada padahal kebiasaanmu sebelum bangun adalah gelisah dan mengusap usap wajah dengan tangan dan jemarimu. Kaos tangan yang setia menutupi jemarimu semalam kucopot karena basah oleh pipismu. Beberapa hari lalu mukamu penuh dengan gigitan nyamuk. Ada empat bentol kecil merah yang pasti terasa gatal di wajahmu. Juga tiga di lengan kirimu. Aku kembali tidak menjagamu dari gigitan nyamuk nakal yang pasti menyenangi wajahmu dan juga ketidakberdayaanmu untuk melawannya. Aku hanya mampu mengoles bekas gigitan itu dengan minyak gosok agar cepat sembuh. Tapi pasti itu akan meninggalkan setitik bekas hitam di wajah putihmu. Seperti beberapa titik bekas gigitan nyamuk yang lain di wajahmu. Aku tak mampu menjagamu. Bahkan untuk mencegahmu muntah pun susah. Kamu m...

Kubacakan Dongeng Untukmu, Ara

Sore ini kita duduk di ruang tamu. Udara September yang dingin merayapi ruang di mana diriku memangkumu. Aku tak menyelimutimu. Tubuhmu berkeringat kegerahan. Udara itu aku harap mampu mendinginkan tubuhmu. Masih juga kamu menyukai menatap hal-hal baru yang belum pernah kamu liat. Kamar kita bukan lagi tempat yang membuatmu betah. Kamu lebih suka bermain di luar kamar. Ke dapur, ruang tengah, atau ruang tamu. Tempat-tempat baru yang selalu menarik matamu untuk memandangnya lama-lama. Membuatmu tenang dan tak meronta dalam pangkuan. Sore ini ketika kita menikmati hari yang mulai senja kamu menatap wajahku. Matamu lurus menatapku. Aku membalasnya menambahkan seulas senyum. Kamu membalasnya dengan mulut terbuka lebar. Ekpresi tersenyum jenaka. Aku lantas menyapamu dengan bunyi yang biasa kamu suarakan. Kuberucap "O" dan lantas kamu balas dengan bunyi yang sama. Dengan bentuk bibir bulat dan mata serius. Kamu telah mampu merespon bahasaku. Aku pun mulai mengajakmu bercakap. Men...

Tentang Kepergian, Ara

Aku tak tahu harus memulai dengan kalimat apa menjelaskan padamu tentang kepergian. Pergi berarti sesuatu atau seseorang yang selama ini di dekatmu atau kamu miliki menjauh darimu, berjarak darimu pada selang beberapa waktu atau bisa jadi selamanya dalam definisi waktu manusia. Ia bisa jadi hilang. Tak lagi mampu kamu inderai oleh tubuhmu. Yang kamu punya hanyalah larik-larik kenangan yang membekas di neuron-neuronmu. Beberapa selalu kamu ingat, beberapa masih kamu ingat, beberapa lagi mulai samar, dan beberapa lagi terlupakan. Kemarin, ayahmu mengabariku tentang tasnya yang tercecer. Banyak barang penting di sana. Sesaat rasanya ketika mendengar kabar itu kupikir dunia begitu kejam. Aku mencari segala kemungkinan untuk itu. Menyesalkan dan setengah mengutuk. Mengapa,mengapa, mengapa? Aku menangis. Rasanya perih mendengar kabar itu. Semua hal penting ada di sana. Aku memarahinya dan baru kali ini dia tidak membantah itu. Hari ini, aku mendengar kabar bahwa seorang kakak angkatan di K...

Selamat Sebulan Sayang

Dua september. Hari ini aku tandai sebagai sebulan usiamu. Kamu masih saja selalu mempesonaku dengan sebuah keajaiban bahwa dirimu keluar dari rahimku sebulan yang lalu. Tubuhmu mulai membesar. Kamu selalu membuatku tertegun dan merenung sejenak bahwa tubuh yang ada di pangkuanku sekarang pernah berada dalam tubuhku, bertumbuh dan bernafas bersamaku.Selalu kubayangkan jika tubuhmu yang sekarang masuk kembali ke rahimku, aku tak bisa membayangkan seberapa besar perutku ini. Sebulan. Belum apa-apa. Tapi perjalanan ini sungguh menakjubkan. Segala hal yang menyangkut dirimu adalah penting. Bahkan ketika kamu biang keringat atau susah pup. Tak jarang aku sedikit kesal dengan tingkahmu. Tapi itulah dirimu, bayi kecil yang bergantung padaku hingga kelak kamu bisa mandiri dengan segala yang ada pada hidupmu. Sebulan. Aku mendoakanmu agar kita mampu melalui ratusan bulan bersama. Menandai setiap tanggal 2 pada kelender. Agar aku mampu mengingat bahwa dirimu adalah sebuah keajaiban. Agar aku s...

Lebaran Pertamamu, Ara

Ini adalah lebaran pertamamu. Jika bulan syawal telah terbit maka usiamu hampir sebulan. Waktu aku kecil aku selalu menyukai bulan ramadhan, taraweh, dan berlebaran. Ada semacam kehangatan tiap bulan puasa datang. Setidaknya aku akan lebih alim dari bulan-bulan sebelumnya. Sholat di mesjid, rajin membaca Al-Quran, dan merasa lebih dekat kepada Tuhan. Taraweh di mesjid kadang sampai tertidur karena mengantuk. Aku suka membantu mamaku membuat pisang ijo untuk berbuka, menanti saat berbuka puasa, dan bangun saat sahur. Jika akhir ramadhan maka mamaku akan membeli beberapa kilogram mentega dan bahan kue. Bersama kakak-kakakku kami membuat kue kering. Favoritku adalah kue coklat. Aku bisa menghabiskannya sampai bertoples-toples.   Pasar terakhir sebelum lebaran adalah pasar paling ramai di kampung. Mamaku akan mengajakku turun ke pasar dan memilih baju baru untukku. Mamaku tak pernah absen membelikanku baju lebaran. Hingga aku bisa memilih dan membeli baju lebaranku sendiri.   Pa...

Mahavidya Neela Sarasvaty

Mahavidya Neela Sarasvaty Mahavidya Neela Sarasvaty. Itulah nama yang aku pilihkan untukmu. Semua orang bertanya apa artinya. Disini aku akan menjelaskan kepadamu. Mungkin kamu akan mendengar orang-orang berpikir bahwa nama panggilanmu begitu biasa. Saras. Bahkan jika kamu bisa melacaknya di youtube pada tahun 90an ada sebuah sinetron superhero perempuan Indonesia, bernama Saraswati, dan dipanggil Saras 008. Mungkin kamu merasa tidak begitu istimewa dengan nama itu di tengah nama-nama temanmu yang serupa nama pemain-pemain sinetron atau artis ibukota. Paling keren jika seperti nama Anchorwoman di tivi-tivi yang kata temanku, tanpa melihat wajahnya saja sudah terbayang cantiknya.  Namamu memiliki cerita. Memiliki kisah tentang cinta. Tentang aku dan ayahmu. Sejak kami pacaran kami sudah menyiapkan dua nama untuk anak lelaki dan anak perempuan. Pertama Timurangin untuk laki-laki dan Saraswati untuk perempuan. Mengapa Saraswati? Tahukah kamu bahwa namamu diambil dari Dewi Ilmu...

Akan Kuceritakan Padamu Ara*

Ini hari ke 10mu. Aku baru saja merebahkan badanku di sisimu.Kamu tertidur untuk yang ketiga kalinya hari ini.Setelah meminum ASI yang harus kuberikan sedikit-sedikit agar dirimu tidak muntah.Semenjak pulang ke bone telah tiga kali kamu muntah karena Asi yang terlalu banyak kamu konsumsi, padahal kapasitas lambungmu masih kecil. Aku harus memperkirakan kapan kamu butuh ASI tanpa harus menunggu rasa laparmu yang membuatmu menangis dan kemudian meminta padaku ASI dengan wajah yang penuh antusias. Ekspresi tak sabaran dan ingin segera mendapatkan yang kamu inginkan. Tak jauh beda dengan diriku. Aku mengantuk. Lelah.Tapi aku harap kamu tak menganggapnya sebagai keluhan. Ternyata aku bukan ibu yang baik.Toh akhirnya kamu pun memuntahkan semua ASI yang ada di lambungmu. Hanya karena aku tak tega melihatmu menangis dan gelisah. Nak, biar kuceritakan padamu tentang proses kelahiranmu. Telah banyak ibu yang kutemui dan jawaban mereka tak pernah mampu aku imajinasikan. Katanya jika ada sakit ...

2 Agustus, Midnight

Aku menantimu.cemas. Tubuhku terasa menggigil.perih.Tapi itu belum seberapa. Hari ini ulang tahunku. Selamat ulang tahun dwi, ucapku pada diriku sendiri. Aku mencoba kuat, jauh sebelum ini kusiapkan diriku.Tapi nyatanya aku pun takut. 25 tahun aku bernafas dan ini adalah ketakutanku yang paling menakutkan. Aku menguatkan batinku.berdoa pada Tuhan sesuai keyakinanku. Bukankah ini ramadhan. Bulan suci yang penuh ampunan. Dimana semua doa diijabah.Tuhan, dengar doaku. Peluk aku dalam lindunganMu. Aku melemah.Aku tak punya keberanian lagi. Kumohon Tuhan. PadaMu kuberserah. Amin

Kamu Dan Aku Adalah Kita

Sebelum aku mendengar tangis pertamamu, sebelum kamu menghirup nafas pertamamu aku ingin merasapi kebersamaan kita. Tak lama lagi kurasa. Kudekap dirimu di lenganku.menyentuh kulitmu.merawatmu serupa porselen yang rapuh. Kali ini biar kurasakan gerakmu dalam tubuhku.kurasakan dan kutebak lengan kaki dan kepalamu. Kamu memilih agustus untukmu lahir. Jika tuhan menghendaki kita akan memiliki tanggal lahir yang sama.ajaib bukan? Aku melahirkanmu dan kaupun melahirkanku, menjadi ibu. Tapi kelak kamu punya hak menjadi dirimu sendiri. Aku hanyalah busur dan dirimu adalah anak panah.melesatlah lebih jauh. Melebihiku ataupun ayahmu. 9 bulan lebih kita bersama. Bernafas bersama.bergerak bersama.kamu merasakan tiap emosiku. Tiap sedihku, tawaku dan bahagiaku. Aku mencoba memberikanmu yang terbaik. Semaksimal yang aku bisa. Mungkin aku bukan ibu yang baik. Sejak pertama hingga nanti.tapi aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Dengan segala cinta dan kasih yang aku punya.hing...

31 Juli Pertama Kita

Subuh dini hari. Kita terbangun. Bercerita tentang setahun yang kita lalui dengan ajaib. Kita mendedah satu persatu setiap anugerah. Bersyukur pada Tuhan bahwa hidup bersama adalah sebuah jalan yang indah. Tak mulus mungkin, penuh hambatan tapi tetap membahagiakan. Apalah arti 31 juli. Tak ada. Kecuali karena aku mengingatnya bahwa itu adalah tanggal lahir sang penyihir cilik harry potter yang sama-sama kita gandrungi. Karena dasar itu pulalah aku memilih tanggal 31 juli 2010 untuk tanggal pernikahan kita. Aku mengandaikannya seperti memasuki Hogwarts yang magis.Tapi,hei ini lebih ajaib dari Hogwarts. Kamu menerima aku apa adanya. Segala kekurangan dan kelebihan. Memakan tiap masakan yang aku sajikan. Meski kadang dengan rasa tak karuan. Menggangguimu menulis dengan segala perintah-perintah sepeleku. Membujuk setiap ku merajuk.Menceritakanku banyak cerita-cerita lucu.Menemaniku bercerita tentang buku, film, dan segala hal yang kita sukai bersama. Menemaniku jalan-jalan keliling kota ...

Happy Birthday

Ritual ini selalu ada. Menulis sebagai kado ulang tahun. Namun kata terlalu miskin untuk semua itu. Banyak waktu yang telah kita lalu bersama. Kadang untuk menulis tentangmu pun aku tak lagi mampu menemukan kata yang mewakilinya. Kamu hadir dalam segala penerimaan akan diriku. Aku selalu tahu kasihmu tak pernah kering. Membiarkanku merdeka dengan segala pilihan-pilihanku. Kamu selalu ada. Tak pernah sedikitpun berkata tidak. Untuk setiap manja dan segala hal konyol yang kulakukan. Mengikuti logika yang kupakai. Memaafkan setiap salah. Dan selalu mampu membuatku tertawa dengan banyak cerita yang selalu kamu ulang. Selamat ulang tahun, tak lama lagi ketika aku merindukanmu tak semudah sekarang saat aku memintamu menelponku…

Ku Dengar Detak Jantungmu....

Aku melihat wajahmu Tangan-tangan kecilmu Kaki-kaki kecilmu Menurutku, kamu cukup nyaman di sana Ada jantungmu yang berdetak kencang Sebuah rasa purba menyelubungi hatiku Rasa cinta antara aku dan dirimu Kelak akan kuceritakan sebuah cinta yang tak biasa namun indah Cinta tak pernah salah sayang Kau akan serupa bulan purnama indah yang bercahaya Lahir dengan tangismu membelah semesta Sebagai petanda eksistensimu di bumi...

Kau Melengkapiku

Birth of Venus Kami mendiskusikan tentangmu. Ia memberikan paparan alasannya. Aku pun demikian. Pernah kami sejalan, namun aku kemudian berpikir lain. Karena sebab itu. Sebab yang mungkin langka buat kami. Ia menyayangimu. Begitu juga aku menyayangimu. Kamu telah ada saat cinta ini mulai tumbuh. Kami mengangankan tentangmu. Di alam ide dirimu telah sangat matang. Kau telah setua cinta ini. Kami menyayangimu dengan cara kami. Cara yang mungkin orang lain tidak lakukan. Kami membuatkanmu taman bermain di langit khayalan. Ribuan cerita telah kami tuliskan untukmu. Semua hanya untukmu. Kamu telah menjadi bagian dari mimpi kami.Kamu telah ada dalam kendi-kendi mimpiku. Dan Yakinlah ia juga telah menyisipkan namamu di sana. Aku tak pernah tak menginginkanmu. Aku selalu membayangkan mengandungmu. Menuliska cerita tentangmu. Memotret momen-momen pertamamu dengan mataku. Menuliskan jurnalmu. Melihat seberapa banyak pengaruh kami di dirimu. Aku butuh jatuh cinta lagi. Dan aku ingin cinta i...

Percakapan Kita

Aku menyukai percakapan kita malam ini. Saat tanah basah dan becek oleh hujan yang baru saja reda. Saat bulan bersinar di antara awan berarak dengan sebuah bintang yang menemaninya. Saat malam terasa dingin dan kau meraih tanganku untuk memelukmu. Kita keliling kota. Melihat-lihat lampu kota. Melihat kelap-kelipnya serupa kunang-kunang. TIba-tiba aku ingat pada sebuah buku berjudul “Seribu kunang-kunang di Manhatan” karya Umar Kayam. Kau memboncengku. Aku duduk di belakangmu. Memelukmu. Agar kau merasa hangat dan juga agar aku merasa hangat yang sama. Kita belum ingin pulang. Malam setelah hujan reda seperti membawa udara kebebasan bagi diri kita. Kita ingin menjelajahi kota. Ke bukit tertinggi. Lebih dekat dengan bulan. Dan melihat lebih banyak kunang-kunang lampu kota. Kita bercakap tentang mimpi. Daftar-daftar mimpi yang telah kamu buat dulu. Lama sekali. Kau akhirnya menyadair bahwa tak pernah salah bermimpi itu. Teruslah bermimpi dan semesta akan membantumu mewujudkannya. Kau te...

Tangis Bahagia Untukmu (Sekali Lagi)

dream Ada senyum tipis yang kau kulum dengan hati-hati di sudut bibirmu. Ada percik bahagia di sudut matamu. Aku tahu kau ingin berlari pada dunia menunjukkan betapa bahagianya dirimu. Ini adalah mimpi yang pernah kita andaikan dalam pesan-pesan singkat yang saling kita kirim. Pernah ada suatu masa di mana kita asyik bermimpi tentang keluarga kecil ini. Tentang mimpi-mimpi yang mungkin akan terjadi kelak. Kita serupa pemimpi hebat yang melontarkan jutaan daftar mimpi ke langit semesta. Kita tak pernah peduli apakah semesta akan membantu kita menjejakkan mimpi itu di bumi. Tapi kita telah bebahagia telah berani bermimpi. Hari ini aku melihat ada binar di matamu. Binar yang berusaha kau jaga sehingga tidak menjadi luapan emosi yang berlebihan. Kau menatanya satu-satu.Tak ingin larut dalam euphoria ini. Kau belum ingin mengiyakan hingga benar kau melihat namamu pada daftar 50 orang itu. Pada kesempatan terakhir sebelum program ini ditutup. Aku memimpikan tentang pengumuman itu dua ...

Suamiku Sayang

Masa pacaran di kampus Aku membaca tulisanmu buatku. Tulisan yang aku yakini bukanlah tulisan yang penuh dramatisasi dan imajinatif yang khas dirimu. Aku yakin kau menulisnya dengan segenap rasa yang memadat dalam hatimu. Kau menulisnya dengan nafas-nafas cinta yang kau hirup. Yang membuatmu terus hidup dan menemaniku. Tiap kalimat yang kau tulis memantik rasaku. Mengalirkan bening di mataku. Aku menangis karenamu. Karena cinta yang terus mengalir dari sungai hatimu.Tak pernah kering. Aku bahagia memilikimu. Dirimu selalu mampu hadir ditiap sedihku. Menjadi bijak ditiap raguku. Menjadi kawan yang menemani tertawa disetiap waktu aku mengayam hari. Kau menghormati tiap keinginanku. Mengabulkan tiap permintaanku.  Kau tak pernah melarangku berlari sejauh yang aku mau. Ada saat dimana kau sangat tahu bahwa jika berdekatan denganmu aku akan berada d ititik kebosananku. Kau sangat memahami itu. Dan jika itu terjadi kau membiarkanku jauh darimu. membiarkanku kembali menanam rindu un...

Aku Menikah Dengan Pria Yang….

Mari kuperkenalkan padamu suamiku. Namanya Yusran Darmawan. Setiap pembaca blog ini mungkin sudah mengenalnya. Aku terlalu sering menyebutkan namanya. Kalo pun tidak menyebutkan namanya, yakinlah bahwa setengah isi tulisan dari blog ini adalah terinspirasi darinya. Ibu mertua kakakku menanyakan padaku apa yang membuatku menyukainya. Menjalani hubungan dengannya hingga 5 tahun dan kemudian memilih dia untuk menemaniku melalui hari-hari dalam hidupku yang belum seperempat abad. Aku selalu bilang ”cinta tidak butuh alasan”. Tapi jika aku harus mengurai mengapa aku menyukainya.hmmm….biar kuingat dulu mengapa aku menyukainya. Aku selalu menyukai tipe pria yang berbeda jauh umur denganku. Dengan suamiku saja aku berjarak 8 tahun. Menurut mentorku di tempat kursus karena aku memang tipe seperti itu, menyukai orang-orang yang lebih tua 3 tahun atau lebih diatasku. Aku menyukai pria cerdas. Aku tipe perempuan yang selalu bertanya. Aku menyukai Harry Potter, pecandu novel, dan menyukai h...