Skip to main content

Lebaran Pertamamu, Ara

Ini adalah lebaran pertamamu. Jika bulan syawal telah terbit maka usiamu hampir sebulan. Waktu aku kecil aku selalu menyukai bulan ramadhan, taraweh, dan berlebaran. Ada semacam kehangatan tiap bulan puasa datang. Setidaknya aku akan lebih alim dari bulan-bulan sebelumnya. Sholat di mesjid, rajin membaca Al-Quran, dan merasa lebih dekat kepada Tuhan. Taraweh di mesjid kadang sampai tertidur karena mengantuk. Aku suka membantu mamaku membuat pisang ijo untuk berbuka, menanti saat berbuka puasa, dan bangun saat sahur. Jika akhir ramadhan maka mamaku akan membeli beberapa kilogram mentega dan bahan kue. Bersama kakak-kakakku kami membuat kue kering. Favoritku adalah kue coklat. Aku bisa menghabiskannya sampai bertoples-toples.  Pasar terakhir sebelum lebaran adalah pasar paling ramai di kampung. Mamaku akan mengajakku turun ke pasar dan memilih baju baru untukku. Mamaku tak pernah absen membelikanku baju lebaran. Hingga aku bisa memilih dan membeli baju lebaranku sendiri.  Pada malam lebaran kami akan membungkus Burasa dan mencabuti bulu ayam. Mengiris-ngiris lengkuas untuk dijadikan bumbu Nasu Likku  (makanan Khas lebaran). Jika malam tiba, burasa akan dimasak di tanah dan aku bebas bermain kembang api sambil menemani mamaku menunggui burasanya masak.

Tradisi itu lambat laun hilang. Lebaran kali ini pun aku dan kakak-kakakku tak lagi membuat kue kering. Kami hanya membeli beberapa toples. Itupun aku yakin besok, ketika selesai sholat idul fitri semua sudah habis. Aku harap kelak kamu akan menikmati Ramadhan dan Lebaran yang sama menyenangkannya seperti yang aku alami. Agar kita memiliki kenangan bersama yang nantinya akan kamu ceritakan pada anak-anakmu.

Aku ingin menceritakan tentang lebaranmu kali ini. Lebaran paling membingungkan yang pernah aku alami. Setiap penetapan 1 Syawal selalu ditentukan dengan cara melihat Hilal, bulan sabit kecil saat matahari terbenam. Ketika hilal terlihat maka 1 syawal jatuh pada esok hari. Dari pengamatan itu pemerintah menjatuhkan 1 syawal tanggal 31 Agustus, bukan hari ini (30 Agustus). Fesbuk dan twitter ramai dengan status,komentar, dan tweet tentang keputusan ini. Beberapa menuliskan telah membuat ketupat, burasa, dan opor ayam. Dan semua itu akan sia-sia jika hari lebaran jatuh pada 31 Agustus (lusa). Tiba-tiba muncul istilah karena hilal setitik, rusak Gulai sebelanga. Di rumah pun burasa sudah jadi. Untungnya ayam belum diolah. Dibeberapa Negara di dunia lebaran jatuh pada 30 agustus. Hanya di Indonesia saja lebaran jatuh pada 31 Agustus. Bahkan di Malaysia sekalipun yang bertetangga dengan kita lebarannya adalah tanggal 30 Agustus.

Ara, jika kamu sudah bisa berpuasa dan begitu menyenangi puasa itu maka kamu akan sangat senang dengan keputusan pemerintah. Kamu akan berteriak dan berkata “Hore, masih puasa”. Itu sangkaanku. Karena dulu aku pun seperti itu. Aku selalu menganggap bahwa puasa harusnya 30 hari, bukan 29 hari.

Berbeda. Akan kamu temui banyak hal berbeda nantinya sayang. Kesukaan, kegemaran, warna kulit, keyakinan, dan  bahkan cara pandang. Tapi berbeda itu bukanlah sesuatu yang aneh. Kadang menimbulkan pertentangan tapi ia bukanlah sebuah kesalahan. Berbeda itu seperti gambar berwarna di buku dongeng. Berbeda itu seperti warna-warna crayon. Seperti warna-warna pelangi. Beda memberikan pemandangan yang indah. Beda menimbulkan keberagaman yang tak membosankan. Dengan beda membuatmu mampu memahami dan menghargai.

Selamat Lebaran, Ara…Semoga tahun depan kita menemukan perbedaan yang lebih indah.

Comments

Popular posts from this blog

Cowok Cakep Itu....

Lee Min Ho, I love u :*

Serpent's Shadow : Petualangan Terakhir Carter dan Sadie

foto : inthemiddlereading.blogspot.com Carter dan Sadie berhasil membangunkan Ra, Dewa Matahari. Sayangnya, Apophis, Dewa kekacauan makin kuat dan berniat menghancurkan dunia. Sayangnya Dewa Matahari masihlah sangat lemah. Tubuh tua ringkihnya tak sanggup bertarung mengalahkan Apophis. Kehancuran dunia tinggal menghitung detik. Carter dan Sadie harus mencari cara mengalahkan Aphopis dan menyelamatkan dunia. Sanggupkah mereka? Buku ketiga dari Kane Chronicles ini berjudul Serpent's Shadow. Buku ini adalah seri terakhir dari pertualangan Carter Kane dan Sadie Kane diantara dewa-dewa mitologi Mesir dan usaha mereka untuk mengalahkan musuh terbesar mereka, Apophis. Seperti dua buku sebelumnya, Carter dan Sadie mengantar pembaca mendengarkan petualangan mereka. Lewat rekaman yang dititipkan pada penulis buku ini, Rick Riordan, Sadie dan Carter mengawali cerita mereka di sebuah Museum Dallas. Sadie, Carter, Allysa, dan Walt mencari golden box yang bisa membantu mereka menguak kel...

Di Braga Saya Jatuh Cinta Pada Bandung

Hampir 10 tahun tinggal di Bogor, sepertinya hanya tiga kali saya ke Bandung. Di tiap kedatangan itu Bandung selalu memberikan kesan tersendiri buat saya. Kali pertama ke Bandung, tahun 2013. Kala itu belum pindah ke Bogor. Saya, suami, dan Ara yang masih berusia 3 tahun menghadiri acara nikahan teman di Jogjakarta. Ala backpacker kami lanjut naik kereta ke Bandung. Perjalanan yang memakan waktu cukup lama yang bikin pantat tepos. Belum lagi sambil momong anak yang pastinya ga begitu nyaman duduk di kereta. Dalam kelelahan kami menjelajah Bandung. Belum ada gocar atau grabcar kala itu. Seingatku kami hanya ke gedung sate. Itu pun sambil jalan kaki. Bandung ini first impression tidak berhasil membuat saya kagum. Kami ke Cihampelas Walk. Selain malnya yang berkonsep eco friendly, tidak ada yang istimewa. Bandung failed to make me wowing.  Perjalanan kedua kala Anna hampir dua tahun. Pakai mobil via Cianjur. Berangkat jam 5 pagi. Ketemu macet di Cianjur. Jam masuk kerja para peg...