Skip to main content

Jangan Takut!

Aku menyukai memperhatikan wajahmu saat tertidur. Ada damai di sana. Tidur yang nyenyak tanpa interupsi apapun. Memperhatikan nafasmu naik turun dengan lembut. Sesekali kamu mengerutkan kening. Atau tiba-tiba tampak gelisah dan menggerakkan semua anggota tubuhmu. Masih dalam keadaan tertidur. Atau kadang pula kamu tiba-tiba menangis sesunggukan, tampak sangat sedih. Kadang pula kamu tersenyum bahkan tertawa keras dalam tidurmu. Memastikanmu nyenyak adalah hal yang selalu aku lakukan.

Kamu paling suka jika tertidur di pangkuanku. Berjam-jam skalipun. Skalipun aku merasa pegal karenanya. Tak peduli seberapa keras bunyi yang menganggumu asal kamu di pangkuanku kamu tetap dalam lelapmu. Namun ketika kuletakkan dirimu di pembaringan bunyi sekecil apapun mampu menginterupsi tidurmu. Membuatku harus kembali berusaha menidurkanmu. Memberimu ASI yang harus aku batasi agak tidak penuh lambungmu. Terkadang tak tega melihatmu merengek meminta ASI tiap kali terbangun, tapi juga aku selalu sedih setiap kamu muntah karena terlalu kekenyangan. Salahkan aku yang tak mampu memahamimu.

Rasanya begitu sedih tiap kali kamu tertidur dan sedetik kemudian kamu terbangun dengan terkejut. Matamu menatap liar ke semua sudut. Begitu awas. Tanganmu menjangkau-jangkau udara. Bunyi sekecil apapun itu mampu membuatmu terkejut ketika kamu sendirian atau tidak di pangkuanku.

Ara, tahukah kamu bahwa sejatinya hidup adalah kesendirian? Kamu bertumbuh sendiri di rahimku yang gelap. Tuhan meminjamkan diriku untuk menemanimu begitu juga sebaliknya. Ketika kamu lahir kamu pun berusaha sendiri untuk mencari jalan. Aku hanya menunggu tanda darimu. Dan kemudian berusaha mengeluarkanmu dari tubuhku. Aku menemanimu tapi aku yakin tidak untuk selamanya tubuhku bersamamu.

Ketika kaki-kakimu menjejak tanah untuk pertama kalinya nanti kamu akan memulai perjalananmu. Sendirian. Kamu akan menentukan pilihan hendak kemana dan akan melakukan apa. Kamu akan bertemu banyak orang. Membuat jejaring pertemanan. Melihat banyak karakter-karakter pribadi. Tak semuanya adalah baik. Kamu akan memilih dan memilah. Mulai membenci dan mencintai. Membuat ikatan, menjalani hidup bersama, dan berpisah. Begitulah siklus hidup sayang. Kamu kembali sendiri. Entah jejaringmu memisahkan diri karena menemukan jejaring baru atau berselisih dan berbeda denganmu ataukah waktu yang memaksa kalian untuk kembali menjadi sebuah kesendirian.

Jangan pernah takut dengan kesendirian. Saat sendiri kamu bisa meresapi keberadaanmu. Yang ada hanya kamu dan dirimu. Berdialoglah. Karena ketika kau menemukan dirimu itu, kamu menemukan Tuhan yang terus menemanimu. Keramaian mampu membuatmu lupa akan sedih, namun ketika sendiri kamu bisa mensyukuri keberadaan orang-orang disekitarmu. Dalam sendiri kamu mampu lebih jujur pada hatimu.

Dirimu adalah pribadi yang harus mampu kamu andalkan. Seberapa takut dan cemasnya dirimu, kamu harus percaya pada keberaniannya. Ada saat dimana kamu tak bisa mengandalkan orang lain. Tapi ketika kamu percaya dan yakin pada dirimu, aku tahu kamu selalu mampu melalui segala ketakutan dan kecemasanmu.
Jangan pernah takut pada kehilangan. Sejatinya semua adalah milik Tuhan. Ketika Ia mengambilnya, itu karena itu adalah milikNya. Kamu tahu, kehilangan dan kepergian lebih menakutkan ketika kamu pikirkan daripada ketika kamu alami. Yang kamu butuhkan hanyalah sebuah keyakinan bahwa ada bahagia yang telah kamu petik saat bersama.

Kita memiliki tanggal lahir sama. Aku tak begitu percaya pada astrologi, tapi aku percaya sebagian dariku akan menurun kepadamu. Aku bukanlah pribadi yang sempurna. Ada kala dimana aku rapuh dan menangis. Tapi aku selalu berusaha untuk kuat. Dalam sendiri sekalipun. Aku berharap kamu mengambil yang baiknya saja dari diriku. Rapuh dan menangis itu perlu, tapi janganlah larut akan itu. Aku terkadang terbawa arus. Mengikuti segala perintah ego tanpa benar-benar berpikir baik-baik. Kelak aku harap kamu mampu bijak dalam tiap keputusanmu.

Jangan pernah takut, Ara....
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

  1. Meneteskan Air mata pas membacax.... krn persis yg tante alami sekarang hingga tak sanggup membacanya hingga usai.... Peri biru salam cinta untuk mu dari quw :)

    ReplyDelete
  2. Rangkaian kata yang sangat indah, kelak Ara pasti akan sangat bangga memiliki bunda seperti Mbak Dwi. Selamat ya untuk kebahagiaan bersama buah hatinya...

    ReplyDelete
  3. @ percikan kehidupan dan mila : makasih. Masih belajar jadi ibu...dan akan selalu belajar :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

Tak Ada Resolusi

New year celebration in New York (reuters.com) Mungkin agak basi jika menuliskan tentang tahun baru. Hari ini sudah dua Januari. Di belahan bumi lain sudah memulai 3 Januari. Puncak tahun baru adalah 31 Desember tengah malam dan Januari pertama. Tapi kupikir tak ada salahnya menuliskan tentang tahun baru. Penumpang bus masih tetap saling mengucapkan selamat tahun baru sekalipun penanggalan tak lagi pada angka satu. Seperti tahun baru yang lalu tak ada gegap gempita perayaan atau sekedar menyalakan kembang api. Sekalipun dirayakan di negara berbeda. Perayaan adalah pilihan pribadi. Segala riuh rendah tergantung individu. Tahun baru kemarin tak ada perayaan istimewa. Hanya berkunjung ke rumah teman Indonesia dan makan bersama. Pulang sebelum malam larut. Sebelum kalender berganti bilang. Resolusi selalu menjadi trending topik saat tahun baru. Mungkin seperti anak tangga baru yang harus ditapaki. Memulai dari awal. Menjadi awal baru untuk hati yang sedang sedih. Meyakinkan hati ...

A Very Yuppy Wedding

  Judul : A Very Yuppy Wedding Pengarang : Ika Natassa Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Harga : Rp. 45.000 Genre : Metropop  Nilai subjektif dari saya :3,5 dari 5 Don't judge!!! Saya kembali membaca buku Ika Natassa yang lain. Buku ini adalah buku kedua yang saya baca dan buku ketiga dari Ika yang saya resensi. Kenapa saya membaca Ika Natassa lagi? Karena cerita metropop yang dia sajikan tidak biasa. Tidak seperti cerita-cerita metropop yang saya beli secara acakadul cuma sekedar terpancing oleh sinopsis dua paragraf di sampul belakang. Setelah membaca Divortiare, saya tertarik membaca kisah lain yang dituliskan Ika. Karenanya Antologi Rasa dan A Very Yuppy Wedding menjadi buku buruanku. Sayangnya si toko buku kemarin saya tidak melihat Twitvortiare. Kalo ada bakal masuk kantong belanjaanku juga.  Nah, A Very Yuppy Wedding adalah buku pertama Ika Natassa. Bercerita tentang Andrea, banker salah satu bank terbesar di Indonesia yang berpacaran dengan teman kerjanya sendiri,...