Skip to main content

Asal Tulis

Jika hati tidak mampu jujur maka fiksi harus bicara. Itulah quote ku malam ini. Ingin rasanya menulis selepas Alvida di blognya Alstrojo. Aku selalu menemukan sebuah keceriaan di sana. Selalu ada yang membuatku tertawa setiap membaca postingannya. Sesekali aku ingin menulis selucu itu. Selepas itu. Semua yang ada dalam pikiranku tak pernah benar-benar mampu aku tulis di sini.

Andai diary itu layaknya pensieve saja. Aku tak perlu mengingatnya lagi untuk aku tuliskan ulang. Aku hanya perlu menarik benang-benang ingatanku dan mencelupkannya ke dalam ember-ember ingatanku. Dan kembali meneruskan hidup tanpa perlu lagi mengingat banyak kenang yang lain. 

I have no idea anymore.... :(
gnite

Comments

  1. mungkin karna terlanjur memilih image sebagai penulis melankolis di blog. makanya susah untuk menemukan inspirasi. padahal menulis itu serupa bicara. kalau orang itu ceria, maka pasti tulisan mudah mengalir

    ReplyDelete
  2. Kak Dwi, waktu itu kakak komen di blog ku ya? Pecinta Nick Carter?
    Aku baru liat komen kakak ^^
    Salam kenaaaalll~ :D

    ReplyDelete
  3. pengen juga nulis kayak alstrojo, makan apa dia ya? Ada aja idenya tiap hari... Ckckck

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

Terseret Hunger Games

sumber : www.imdb.com Boleh dibilang saya agak telat kena demam Hunger Games. Saya belum membaca bukunya yang kabarnya masuk dalam jajaran best seller luar negeri. Ketika filmnya keluar, saya tidak antusias untuk menontonnya. Beberapa hal yang membuat saya tidak terlalu tertarik pada Hunger Games ini pertama ceritanya yang terlalu adventure. Saya tipe pembaca serial romance dan berkaitan dunia sihir. Tak heran saya tertearik pada Harry Potter, Twilight, dan serial buku karya Rick Riordan. Kedua, saya tidak begitu memperhatikan rekomendasi yang menulis tentang buku ini. Saya termasuk tipe pembaca yang tidak berpatokan pada review. Bagi saya, buku dan saya saling menemukan. Meski kadang saya berujung pada kekecewaan. Tapi bagi saya disitulah letak seni membaca. Selanjutnya, saya kurang tertarik pada sinopsis yang dituliskan di buku Hunger Games. Ya, seperti saya bilang tadi saya tipe orang yang lebih menitiberatkan pada serial romantis. Pandangan awal saya, Hunger Games terlalu ...