Skip to main content

Aku Ingin Buku

Aku butuh buku bacaan. Butuh bacaan metropop dan juga Tetralogi Pulau Buru. Selain itu aku juga mau buku lanjutan dari Susanna Tamaro, Pergilah Kemana Hati Membawamu.

Aku butuh buku. Aku butuh membaca. Rasanya kering di sini. Tak ada film atau apapun. Aku butuh makanan jiwa.Aku butuh bacaan.....

Comments

  1. Saya juga lagi baca Susana Tamaro kak tp yg jdlnya Rispondimi ( Jawablah Aku )....

    Penasaran juga sm buku yg "pergilah kemana hati membawamu "...:p
    Moga2 bisa dpt nanti...hehee..

    ReplyDelete
  2. Buku tetralogi buru memang pantas menjadi makanan jiwa kak.

    “Ascolta la mia voce” (Dengarlah suaraku)-pun begitu, meski tidak sebagus buku pertamanya “va dove ti porta il cuore”

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

Terseret Hunger Games

sumber : www.imdb.com Boleh dibilang saya agak telat kena demam Hunger Games. Saya belum membaca bukunya yang kabarnya masuk dalam jajaran best seller luar negeri. Ketika filmnya keluar, saya tidak antusias untuk menontonnya. Beberapa hal yang membuat saya tidak terlalu tertarik pada Hunger Games ini pertama ceritanya yang terlalu adventure. Saya tipe pembaca serial romance dan berkaitan dunia sihir. Tak heran saya tertearik pada Harry Potter, Twilight, dan serial buku karya Rick Riordan. Kedua, saya tidak begitu memperhatikan rekomendasi yang menulis tentang buku ini. Saya termasuk tipe pembaca yang tidak berpatokan pada review. Bagi saya, buku dan saya saling menemukan. Meski kadang saya berujung pada kekecewaan. Tapi bagi saya disitulah letak seni membaca. Selanjutnya, saya kurang tertarik pada sinopsis yang dituliskan di buku Hunger Games. Ya, seperti saya bilang tadi saya tipe orang yang lebih menitiberatkan pada serial romantis. Pandangan awal saya, Hunger Games terlalu ...