Skip to main content

Posts

#1

Disclaimer : Pertama dan berikut-berikutnya pembaca akan menemukan postingan-postingan tanpa judul, tidak jelas dan personal seperti ini. Harap dimaklumi!  Sekali pernah seseorang berkata padaku " When the going gets tough, the tough get going". Ketika situasi menjadi sulit, yang kuat tetap berjalan".  Sepertinya seseorang itu salah menitipkan kalimat ini padaku. Ketika segala hal terasa sulit, saya bukanlah sang kuat yang akan terus berjalan. Saya akan memilih menjadi yang kalah.  Sayangnya, situasi tidak pernah memberi saya pilihan untuk mengalah. Yang saya punyai adalah berjalan dan bertahan hidup. 

Pulang dan Rindu yang Tak Habis

Kata pulang masuk dalam daftar kata yang bermakna sentimentil buat saya. Beberapa kali pindah tempat tinggal membuat makna pulang makin berarti.  Rumah tidak hanya sekadar sebuah bangunan yang membentengi dari panas dan hujan namun juga berarti sebentuk cinta yang terus menghangat. Saya selalu merujuk satu tempat untuk sebuah kepulangan. Bengo. Desa kecil yang berjarak 400an km dari Makassar. Tempat dimana hamparan padi selalu menguning, pasar lima hari yang selalu penuh dengan kue tradisional, dan juga sinyal seluler datang dan pergi yang selalu memaksamu untuk sejenak berpisah dari dunia maya. Saya selalu menyebut kampung ini sebagai tempat yang monoton. Tak banyak hal yang berubah di sini, meski telah bertahun-tahun lamanya. Namun, hal tersebutlah yang menjadikan desa ini menyenangkan. Seabadi dalam ingatan.  Setiap kali pulang, saya seakan-akan memasuki sebuah kapsul waktu yang membawa banyak kenangan akan tempat ini. Lipatan-lipatan baju dalam lemari. Buku-buku di rak. Co...

Setiap Anak adalah Spesial

Dear Anna... Tulisan ini harusnya kubuat saat usiamu empat bulan. Kala itu ekspetasiku adalah kamu sudah tengkurap dan lincah bolak-balik seperti kakakmu. Sayangnya, kamu memilih tetap terlentang. Tidak miring sedikit pun apalagi lincah tengkurap. Dengan berpatokan pada tumbuh kembang kakakmu yang di usia tiga bulan sudah mampu tengkurap dengan sempurna, maka aku sedikit khawatir tentangmu. Aku bertanya pada mbah Google. Menelisik forum-forum percakapan tentang bayi tengkurap. Semua mengatakan normal adanya jika sampai usia enam bulan belum tengkurap.  Tapi sebagai seorang ibu, khawatir itu selalu ada. Menginjak usiamu yang ke lima bulan pun kamu masih tetap aja asyik berbaring telentang. Bahkan kamu memilih bergerak dengan bertumpu di kakimu kemudian mendorong kepala agar bergerak maju. Kamu serupa ulat bulu dalam posisi terbalik. Tiap hari saya berusaha melatihmu tengkurap. 30 menit sehari, saran ahli. Sayangnya, tiap kali kamu tengkurap tidak berapa lama kamu menangis minta posi...

Lakukan Dengan Telaten

Ilustrasi (Sumber foto di sini ) A da tigaribuan foto dan ratusan video di gawai. Beberapa kali gawai yang cukup bermerek itu namun sudah ketinggalan zaman harus   mematikan dirinya sendiri karena terlalu sibuknya aktivitas yang di jalaninya. S eringkali di tengah percakapan telepon, saya harus kacele karena gawai ini mati karena kepanasan. B eberapa kali notifikasi memberitahukan bahwa kapasitasnya kian menipis dan ia tidak lagi mampu berbuat apa-apa. Saya telah berusaha membantunya. Menghapus aplikasi permainan yang juga bejibun. Namun hanya menolong sedikit. kerja mesinnya masih tetap berat, apalagi ketika ceklekan kamera dan videonya difungsikan. Namun, saya tidak dapat menghindari hal tersebut. S aya adalah ibu dua anak yang selalu mengabadikan setiap gerak-gerik anak saya. Ketawa dikit, foto. Tengkurap , dikit foto. Mandi , foto. Makan, foto. Main,foto. Tidur, foto. Kalo ga ada kerjaan, selfie. Belum lagi kalo anak sulung saya punya mainan baru, pas...

Anna dan Buku yang Dibaca(kannya)

Lima bulan usaimu kini. Baju-bajumu menyempit. Yang lengannya panjang sudah sampai diseperempat lenganmu. Celana panjang yang pangkalnya tidak bolong hanya bisa menutupi pinggulmu. Kakimu memanjang. Tiap kali bergerak pusarmu mengintip dari balik baju yang kian memendek.  Beberapa waktu lalu saya menengok album foto yang sudah sangat penuh di gawai saya. Entah gawainya yang sudah terlalu tua atau memorinya yang selalu penuh, tak jarang ia lemot, melemah dan mati sendiri kala dipakai. Saya berusaha memperbaikinya. Mengurangi bebannya terutama di 3500an foto yang disimpannya. Hal itu kemudian membawaku melihat foto-fotomu yang terus berubah dalam lima bulan ini. Kamu bertumbuh penuh kegembiraan.   Salah satu kebaikan yang berusaha saya tanamkan adalah membaca buku. Saya berusaha menuruti jadwal membacakanmu satu kisah atau satu halaman per hari. Meski kadang tidak beraturan, kadang tidak dilaksanakan tapi kita tetap berusaha untuk menjadikannya rutin.  Saya membacakannya ka...

Happy New Year, Blog

sumber foto di sini Rasanya sudah agak lama tidak menulis lagi di blog ini. Tahun 2016 hanya mencatatkan puluhan postingan. Rasanya sudah agak lama rumah virtual ini tidak lagi menjadi tempat berkeluh kesah, menyimpan ingatan, atau sekedar menuliskan daftar belanja bulanan. Ada kisah yang diniatkan untuk ditulis. Ada kisah yang berhasil dicatatkan, tapi lebih banyak yang menguap dari sudut ingatan.  Sebuah video anak kecil menjadi viral di media sosial kemarin. Selain karena ia manis dan lucu, videonya pun mengandung pesan yang cukup menginspirasi tentang resolusi di tahun 2017. Dengan celotehan kanak-kanaknya yang lucu, ia mengatakan tak ingin membuat resolusi di tahun 2017, karena resolusi kebanyakan gagal. Ia berpendapat resolusi bukanlah titik point dari sebuah perubahan. Dan ketika kita gagal melaksanakannya, bukan berarti kita tidak berubah. Ia berpendapat perubahan berasal dari hal-hal kecil yang terjadi di setiap hari dan setiap saat. Ketika kita memilih untuk ya...

Siklus Sakit Jelang Akhir Tahun

Aku sakit. Panas dingin. Lemas. Pusing. Pengennya tidur aja. Sayangnya, bedrest ga pernah benar-benar total. Jagain anak-anak itu juga butuh tenaga besar. Kakak minta ditemani main, adik maunya nenen. Rumah berantakan, ga ada yang beresin.  Sepanjang tinggal di Bogor, seingat saya, saya selalu sakit menjelang akhir tahun. Suami selalu terjebak macet di jalan hanya untuk membeli obat. Dua tahun lalu, sakit demam. Tahun lalu demam, batuk, dan lagi hamil. Tahun ini seminggu sebelum tahun baru, badan udah lemas. Semoga aja ga separah tahun-tahun sebelumnya. Sudah cukup Ara batuknya datang dan pergi, Anna yang juga ikutan batuk. Kalo nambah saya yang sakit, takutnya jangkitin mereka juga.  Cuaca Bogor akhir tahun memang rada menggalaukan. Sepanjang hari hujan sama matahari saling saing rebut posisi. Terik banget trus tiba-tiba hujan deras, habis itu terik lagi. Gitu aja terus.  Semoga segera sembuh tubuh ini. Semua sehat jelang akhir tahun. Biar segar dan semangat pas tahun ba...

Fantastic Beasts dan Kerinduan yang terobati

Saya kelas 6 SD saat itu, ketika saya dan kakak saya menabung uang jajan   Rp. 500 kami tiap hari hanya untuk membeli satu buku yang kami baca di majalah Bobo sebagai buku paling laris saat itu. Buku itu bercerita tentang seorang anak laki-laki yang juga adalah penyihir. Masih saya ingat sampul buku yang saya lihat di majalah itu, seorang anak yang terbang dengan sapunya sambil menangkap bola. Sampulnya bernuansa ungu dan emas.  Setelah itu kami larut akan kisah sihir Harry Potter. Saya bertumbuh, karakter dalam buku pun demikian. Saya menularkan virus Harry Potter pada teman-teman sekolah. Indent di toko buku dan mengantri tengah malam (bersama pacar) di hari peluncurannya demi menjadi salah satu yang pertama membaca bukunya. Rela bolos sekolah demi menonton filmnya. Sungguh Harry Potter benar-benar menjadi bagian hidup saya. Beruntungnya, pacar saya pun menyukai serial ini. Kami sama-sama membaca bukunya dan menonton filmnya. Sekali pernah kami harus pisah kursi demi bisa me...

Akan Pulang Dengan Alasan yang Baik

Di grup WA seorang kawan mewartakan kabar gembira. Ia akan segera naik ke pelaminan. Dia adalah satu dari beberapa teman dekat yang selalu hadir meski waktu terlalu sempit untuk diluangkan. Ini adalah pernikahan yang WAJIB saya hadiri. Meski jarak membentang dan puluhan pulau harus diseberangi.  Yeeeiiii....akhirnya saya memiliki alasan yang baik untuk pulang. Saya akan pulang, selalu saya ucapkan kalimat itu. Tapi tak segampang lidah berlipat, bergerak ke arah pulang itu adalah sebuah laku yang tak mudah.  Menentukan waktu, menyiapkan perbekalan, mencari tiket, mengajak dua anak kecil, melewati beberapa jam perjalanan. Ah, saya selalu berandai-andai jika saja Doraemon nyata, pintu kemana saja lah yang paling perlu ia keluarkan.  Beberapa kali rencana kepulangan selalu aku susun di kepala. Namun beberapa kali pula harus dibatalkan. Namun, kali ini rencana pulang ini benar-benar harus terealisasi. Saya ingin menjadi penyaksi kebahagiaan seorang kawan yang akan bersanding d...

Ketika Ara Ikut Manasik Haji

Di depan miniatur Ka'bah Siang itu, sembari masih di depan pintu rumah, Ara berteriak. “Mama, tanya ke ibu guru kamis pakai baju putih. Kudung putih juga. Bawa air di botol yang pakai tali”. Sebagai mama yang kadang tidak mengerti maksud dari anaknya, saya harus pandai-pandai menebak apa yang Ara maksud. Kalo disuruh pakai baju putih dan kerudung putih artinya kegiatan manasik haji. Sesuai saran Ara, saya bertanya ke ibu gurunya via Whatsapp. Ternyata info yang benar adalah hari senin manasik haji. Sepertinya Ara menangkap kata manasik sebagai kamis. Setelah saya jelaskan, ia pun sambil mengangguk mengerti berkata “Iya, nasi haji”. Hahaha.   Bersama ibu Arjah dan teman-teman kelas B Meski dadakan dan tak ada persiapan, namun manasik haji ini perlu Ara ketahui. Tiap tahun anak TK se-Bogor memang selalu mengadakan manasik haji. Baik TK Islam maupun TK umum. Setelah terjebak macet di Pasar Anyer, gamis putih pun berhasil dibawa pulang. Ara cukup antusias ikut ma...

Semua Karena Cinta

Dear Anna, 4 November hari ini. Usiamu tiga bulan kini. Timbanganmu naik satu kilogram dari bulan lalu. Saya pun sudah menemukan solusi murah untuk imunisasimu. Puskesmas. Gratis. Tak perlu BPS. Dan dijamin asli. Sehat dan berbahagialah selalu. Hari ini akan kuceritakan padamu tentang yang terjadi di ibukota sana. Hari ini ribuan orang memakai pakaian putih berdemonstrasi untuk menuntut seorang pejabat publik diadili. Sang pejabat publik mengeluarkan statement yang kemudian dianggap oleh para pendemonstrasi ini sebagai penistaan pada agama. Banyak yang pro pada tindakan ini. Tapi tak sedikit juga yang kontra. Yang pro menganggap bahwa hal tersebut adalah upaya membela Tuhan. Membela agama Tuhan merupakan kewajiban mahluk beragama. Sedangkan yang kontra menganggap bahwa Tuhan penuh kasih dan pemaaf. Tak perlu arogan sebagai mahluk beragama hendaknya kita menunjukkan welas asih sebagai representasi rahmat semesta alam. Kalo kamu bertanya di sisi manakah saya berpijak? ...