Skip to main content

Siklus Sakit Jelang Akhir Tahun


Aku sakit. Panas dingin. Lemas. Pusing. Pengennya tidur aja. Sayangnya, bedrest ga pernah benar-benar total. Jagain anak-anak itu juga butuh tenaga besar. Kakak minta ditemani main, adik maunya nenen. Rumah berantakan, ga ada yang beresin. 

Sepanjang tinggal di Bogor, seingat saya, saya selalu sakit menjelang akhir tahun. Suami selalu terjebak macet di jalan hanya untuk membeli obat. Dua tahun lalu, sakit demam. Tahun lalu demam, batuk, dan lagi hamil. Tahun ini seminggu sebelum tahun baru, badan udah lemas. Semoga aja ga separah tahun-tahun sebelumnya. Sudah cukup Ara batuknya datang dan pergi, Anna yang juga ikutan batuk. Kalo nambah saya yang sakit, takutnya jangkitin mereka juga. 

Cuaca Bogor akhir tahun memang rada menggalaukan. Sepanjang hari hujan sama matahari saling saing rebut posisi. Terik banget trus tiba-tiba hujan deras, habis itu terik lagi. Gitu aja terus. 

Semoga segera sembuh tubuh ini. Semua sehat jelang akhir tahun. Biar segar dan semangat pas tahun baru. Dua kali tahun baru, masa ga bisa dinikmatin sambil jalan-jalan dan senang-senang. Padahal tempat-tempat wisata cukup gampang dijangkau dari bogor. 

Semoga cepat sembuh semuanya. 

Bogor, 22 Desember 2016

Comments

Popular posts from this blog

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Ara Belajar Ngomong

Serius Nulis Ara mulai suka ngoceh. Ada saja suara keluar dari mulutnya. Kadang jelas kadang juga tidak. Beberapa berhasil saya terjemahkan maksudnya. Beberapa mengalami missunderstand berujung pada rengekan atau aksi menarik tangan. Selain nonton lagu anak-anak, beberapa film anak-anak yang menurut saya cukup edukatif menjadi pilihan tontonannya. Saya memutarkan film Blue's Clues, Super Why, hingga Pocoyo. Serial Blue's Clues sudah kami tonton semua. Mulai dari sang pemilik Blue bernama Steve hingga beralih ke Joe adiknya di serial itu. Yang paling nyantol di kepalanya Ara adalah kata "think" sambil telunjuk memegang dahi. Itulah kata pertama yang ia ucapkan secara jelas setelah kata Mama dan Ayah. Entah kenapa kata ini yang melekat di kepalanya. Mungkin karena si Steve sangat aktraktif menyanyikan lagu jingle Blue's Clues terlebih dibagian "Sit down in thinking chair. Think, think, think". Ara juga suka bagian ketika surat datang. Dia akan i...