Skip to main content

Semua Karena Cinta


Dear Anna, 4 November hari ini. Usiamu tiga bulan kini. Timbanganmu naik satu kilogram dari bulan lalu. Saya pun sudah menemukan solusi murah untuk imunisasimu. Puskesmas. Gratis. Tak perlu BPS. Dan dijamin asli. Sehat dan berbahagialah selalu.

Hari ini akan kuceritakan padamu tentang yang terjadi di ibukota sana. Hari ini ribuan orang memakai pakaian putih berdemonstrasi untuk menuntut seorang pejabat publik diadili. Sang pejabat publik mengeluarkan statement yang kemudian dianggap oleh para pendemonstrasi ini sebagai penistaan pada agama. Banyak yang pro pada tindakan ini. Tapi tak sedikit juga yang kontra. Yang pro menganggap bahwa hal tersebut adalah upaya membela Tuhan. Membela agama Tuhan merupakan kewajiban mahluk beragama. Sedangkan yang kontra menganggap bahwa Tuhan penuh kasih dan pemaaf. Tak perlu arogan sebagai mahluk beragama hendaknya kita menunjukkan welas asih sebagai representasi rahmat semesta alam.

Kalo kamu bertanya di sisi manakah saya berpijak?  Dengan analisis akal sehat dan melihat big picture dari masalah itu maka saya tidak setuju dengan tindakan demonstrasi tersebut. Apalagi demo itu penuh dengan ancaman-ancaman sebagai tuntutannya. Tak perlulah saya menjelaskanmu lebih detail. Ketika kamu mulai mengerti saya yakin dengan sendirinya kamu bisa paham permasalahan ini.

Yang ingin saya tuliskan di sini padamu adalah baik kelompok pro maupun yang kontra itu semua bergerak atas nama cinta. Karena cinta mereka rela untuk turun demonstrasi, karena cinta pula lah yang kontra tidak sepakat.

Tak ada yang salah pada Cinta. Cinta adalah kekuatan terbesar yang dimiliki manusia. Cintalah yang menggerakkan. Cinta mendorong manusia melakukan sesuatu. Cinta tak pernah salah, namun tindakan yang disebabkan karena kecintaan berpotensi benar dan juga berpotensi salah. Cinta kabarnya buta, tak jarang manusia melakukan kesalahan karena cinta. Karena cinta buta, maka perlu hati yang kuat untuk merasakannya. Ketika hati menuntunmu bergerak, ia mampu menunjukkanmu jalan yang benar.

Pesanku sayang, mencintailah tapi jangan menjadi bodoh. Pikirkan dengan baik setiap tindakan yang kamu namai cinta.Jika itu memberikan kebaikan maka ikutilah kata hatimu. Jika ia kemudian akan membuatmu menyesal maka tinggalkanlah.  Agar kelak kamu tak memaki dan menangis disebabkan karena cinta.  

Bogor, 4 November 2016

Comments

  1. Lama nggak ngeblog Anna
    tp saya tak pernah absen like potretmu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Ara Belajar Ngomong

Serius Nulis Ara mulai suka ngoceh. Ada saja suara keluar dari mulutnya. Kadang jelas kadang juga tidak. Beberapa berhasil saya terjemahkan maksudnya. Beberapa mengalami missunderstand berujung pada rengekan atau aksi menarik tangan. Selain nonton lagu anak-anak, beberapa film anak-anak yang menurut saya cukup edukatif menjadi pilihan tontonannya. Saya memutarkan film Blue's Clues, Super Why, hingga Pocoyo. Serial Blue's Clues sudah kami tonton semua. Mulai dari sang pemilik Blue bernama Steve hingga beralih ke Joe adiknya di serial itu. Yang paling nyantol di kepalanya Ara adalah kata "think" sambil telunjuk memegang dahi. Itulah kata pertama yang ia ucapkan secara jelas setelah kata Mama dan Ayah. Entah kenapa kata ini yang melekat di kepalanya. Mungkin karena si Steve sangat aktraktif menyanyikan lagu jingle Blue's Clues terlebih dibagian "Sit down in thinking chair. Think, think, think". Ara juga suka bagian ketika surat datang. Dia akan i...