Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Anna Dara Makeishana

Dear Anna Yang Berusia 1 Tahun

Selamat ulang tahun, Anna. Sebuah angka satu memulai bilangan usiamu. Saya masih mengingat pertama kali kulit kita bersentuhan. Kamu tengkurap di atas dadaku. Kulitmu masih putih kering karena air ketubang yang bereaksi terhadap udara bumi. Kamu menggeliat. Sesekali bersuara. Entah tangis atau ekspresi sukamu.  Mengenang moment IMD denganmu selalu membuatku mataku panas. Kamu begitu rapuh dan lengan ini ingin merengkuhmu. Membangun benteng untukmu. Menjadi perisai untukmu agar kamu tetap utuh. Kemudian waktu berlalu. Kamu mengeliat. Duduk. Merangkak. Hingga sekarang kamu belajar berdiri. Jatuh, terantuk, kurang keseimbangan beberapa kali kamu hadapi. Kamu menangis. Hingga hilang suara. Namun kamu tak kapok.  Tubuhku masih tetap ingin merengkuhmu. Menjagamu dari kekikukanmu. Jika perlu saya bersedia menggendongmu asal kamu tak perlu terjatuh.  Tapi hidup bukanlah tentang menjagamu dalam kotak kaca dan membiarkanmu tak lecet. Hidup adalah mempelajari hal-hal ...

Semua Karena Cinta

Dear Anna, 4 November hari ini. Usiamu tiga bulan kini. Timbanganmu naik satu kilogram dari bulan lalu. Saya pun sudah menemukan solusi murah untuk imunisasimu. Puskesmas. Gratis. Tak perlu BPS. Dan dijamin asli. Sehat dan berbahagialah selalu. Hari ini akan kuceritakan padamu tentang yang terjadi di ibukota sana. Hari ini ribuan orang memakai pakaian putih berdemonstrasi untuk menuntut seorang pejabat publik diadili. Sang pejabat publik mengeluarkan statement yang kemudian dianggap oleh para pendemonstrasi ini sebagai penistaan pada agama. Banyak yang pro pada tindakan ini. Tapi tak sedikit juga yang kontra. Yang pro menganggap bahwa hal tersebut adalah upaya membela Tuhan. Membela agama Tuhan merupakan kewajiban mahluk beragama. Sedangkan yang kontra menganggap bahwa Tuhan penuh kasih dan pemaaf. Tak perlu arogan sebagai mahluk beragama hendaknya kita menunjukkan welas asih sebagai representasi rahmat semesta alam. Kalo kamu bertanya di sisi manakah saya berpijak? ...

Dont Grow Too Fast

Tiap kali sehabis mengendongmu kemudian gantian ngelonin Kakak Ara, saya seakan menyaksikan tahun-tahun mendatang kala kamu bertumbuh besar. Tidak hanya itu rasa-rasanya saya pun kembali ke masa lalu ketika kakakmu sekecil dirimu.  Kakakmu kini berusia lima tahun. Sedang senang-senangnya bermain. Keras kepala. Egois dan penuh perintah. Tak jarang saya harus berbicara sedikit lebih keras kepadanya untuk membuatnya paham apa boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dia lakukan. Namun, tak jarang ia membantah, melawan, dan berujung pada tangisan.  Pikiranku melayang padamu yang sedang tetidur pulas. Hanya persoalan waktu, lenganmu yang kenyal bertumbuh menjadi kuat. Kakimu yang suka menendang akan kokoh menopangmu berlari. Jemarimu yang hanya bisa membentuk batu pada permainan gunting, batu, kertas bersama Ara akan mampu mengenggam dan mengeksplor benda yang memicu rasa ingin tahumu.  Kala itu tiba, saya tidak lagi mengendong dalam buaianku. Kaki-kakiku akan mulai pegal meng...

Dear baby Anna

Aku menulis ini saat kamu berbaring di pangkuanku. Kakakmu, Ara, tertidur lelap di ujung pembaringan tempat tidur rumah sakit yang kuberbagi dengannya sembari memangkumu. Ayah terlelap di kursi panjang berbusa tipis yang tampaknya cukup nyaman karena mampu membuatnya mendengkur. Dan aku di sini masih setia memangkumu sembari menahan kantuk.  20 jam yang lalu kamu masih anteng tidur di ranjang bayi tanpa perlu dipangku. Namun, kemudian kamu mungkin belajar perbedaan antara hangatnya pangkuan,belaian, dan datar dan dinginnya tempat tidur bayi.  Maka kamu memilih untuk terus dipangku. Menangis keras saat diletakkan sekalipun di pembaringan sempit yang kita bagi bertiga dengan kakakmu.  Dan aku pun mengiyakan tingkah manjamu itu setelah aksi mogok nenenmu selama beberapa jam disertai muntah yang mampu membuatku khawatir. Aku ingin memastikan bahwa kegiatan menyusumu terjadwal rutin agar persediaan makanan di lambungmu tetap ada. Juga demi produksi ASI yang lebih banyak. ...