Skip to main content

Pagi Melow di Awal Tahun

    Langit awal tahun dari atap rumah

Dan sepagian ini saya menjadi mellow. Disponsori oleh tahun baru, matahari yang masih terasa lembut di jam 8 pagi, serta sleepy head yang saya masih menggantung di mataku. Saya mencoba mencari waktu sendirian, sayangnya Ara terlalu sensitif jika tidak menginderaiku dari jarak 1 meter. Saya yang berusaha melarikan diri ke atap rumah terpaksa harus mengalah untuk turun kembali. 

Saya mempercayai 99% mellow ini disponsori oleh serial drama korea yang saya nonton maraton hingga jam 4 pagi. Saya menghabiskan malam pergantiab waktu memplototi wajah ganteng Lee Min Ho yang penuh kesedihan mengejar cintanya. Ini tahun 2014, tapi saya masih yakin drama cengeng tetap selalu menjadi konsumsi masyarakat. 

Huuuaaaa, serial drama Korea yang berjudul The Heirs ini sukses membuat saya menangis sampai galau. Ceritanya seperti serial drama kebanyakan. Cowok kaya yang jatuh cinta pada cewek miskin dan rela mengorbankan apa saja yang dia miliki demi bersama cewek itu. Sekalipun kehilangan kekayaan. Terdengar sangat sempurna dan yakinlah cerita-cerita seperti ini hanya terjadi di dunia fiksi. Jika pun terjadi di dunia nyata, maka mereka adalah tokoh-tokoh fiksi yang tersesat di dunia nyata. 

Tapi hanya cerita-cerita fiksi seperti inilah yang menjadi dongeng pengantar tidur manusia jaman sekarang. Manusia-manusia yang terlalu liat berimajinasi dan membuat banyak kemungkinan-kemungkinan di benanknya. Dongeng-dongeng picisan untuk memancing pangeran tampan datang bertandang di setiap malam dalam mimpi. 

Semua yang ingin saya lakukan sekarang hanyalah menggenapi jam tidur saya dan bermimpi akan Lee Min Ho. Satu-satunya yang paling real saya lakukan untuk mendapatkan Lee Min Ho adalah menjadi pribadi yang baik, bertaqwa, rajin beribadah agar kalo mati masuk surga dan bisa request Lee Min Ho kalo ketemu Tuhan :D. Sesuai spirit tahun baru. Ops, mungkin Tuhan mulai jengkel pada saya karena menjadikan ini bercandaan. Maafkan saya Tuhan. 

Nah, seperti hari pertama di tahun-tahun sebelum tanpa perlu mencatat point-point resolusi, akan selalu ada harapan dalam hati untuk menjadi lebih baik. Meski pada penghujung tahun kita tak merasakan perbedaan yang signifikan dan tetap merasa pribadi yang sama. Mungkin kita merasa sia-sia saja mencatatkan resolusi, tapi saya yakin ia tidaklah tanpa pengaruh. 

Satu hal yang baik di setiap pergantian tahun, kita selalu punya niat untuk menjadi lebih baik. Seharusnya kita perlu memperlakukan tiap hari sebagai hari pertama di tahun baru agar kita selalu berusaha menjadi pribadi yang baik. 

Oke, tulisan ini sudah ngelantur. Lee Min Ho, tahun baru, dan galau yang menyertainya berpengaruh besar pada tulisan ini. Lol. Saya butuh tidur, kemudian mimpi Lee Min Ho, kemudian bangun dengan perasaan segar setelah itu mencari tiga titik SignL 3G untuk memposting tulisan ini. 

Selamat Tahun Baru 2014. Less Galau ;) 

Bengo, 1 Januari 1014

Comments

  1. Mewek gara-gara Heirs?!! =O bagaimana kalo kita nonton I Miss You kak =p Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Ara Belajar Ngomong

Serius Nulis Ara mulai suka ngoceh. Ada saja suara keluar dari mulutnya. Kadang jelas kadang juga tidak. Beberapa berhasil saya terjemahkan maksudnya. Beberapa mengalami missunderstand berujung pada rengekan atau aksi menarik tangan. Selain nonton lagu anak-anak, beberapa film anak-anak yang menurut saya cukup edukatif menjadi pilihan tontonannya. Saya memutarkan film Blue's Clues, Super Why, hingga Pocoyo. Serial Blue's Clues sudah kami tonton semua. Mulai dari sang pemilik Blue bernama Steve hingga beralih ke Joe adiknya di serial itu. Yang paling nyantol di kepalanya Ara adalah kata "think" sambil telunjuk memegang dahi. Itulah kata pertama yang ia ucapkan secara jelas setelah kata Mama dan Ayah. Entah kenapa kata ini yang melekat di kepalanya. Mungkin karena si Steve sangat aktraktif menyanyikan lagu jingle Blue's Clues terlebih dibagian "Sit down in thinking chair. Think, think, think". Ara juga suka bagian ketika surat datang. Dia akan i...