Skip to main content

Three girls and A Baby

Judul : Three Girls and A Baby
Penulis : Rachel Schurig
Epub Edition
Harga : Free at Ibook

Tiba-tiba dunia Ginny berubah. Ia mendapati dirinya hamil. Dan anak dalam rahimnya itu adalah anak Josh. Mantan pacarnya. Buruknya lagi ia meminta agar Josh tidak lagi menghubunginya sekalipun ia masih mencintainya. Ia tidak ingin kehadiran bayi dalam kandungannya ia anggap sebagai alasan untuk kembali bersama Josh. 

Ia dipecat dari tempatnya bekerja sebagai babysitter. Single mom dan tidak bekerja. Sebuah mimpi buruk. Untungnya ia memiliki dua sahabat perempuan yang sangat peduli dan menyayanginya. Jen dan Annie adalah dua sahabat yang selalu ada untuknya ketika ia putus asa dan tidak tahu lagi hendak berbuat apa. 

Baru kali ini saya membaca buku Ibook bergenre metropop tanpa bumbu sex yang begitu kental. Mungkin karena buku ini memang bukan kategori romance atau harlequin. 

Ceritanya menghibur dan cukup mampu membuat saya tertarik membacanya hingga habis. Persoalan perempuan, kehamilan, dan menanti kelahiran bayi merupakan pengalaman baru khususnya untuk anak pertama. Ketika membaca buku ini seperti mengingat kembali saat mengandung Ara dan bagaimana perjuangan beradaptasi di minggu-minggu awal kehadirannya. Pesan moral dari buku ini adalah jadilah perempuan yang independent dan bahagia.  Gara-gara buku ini tiba-tiba saya pengen punya anak bayi lagi. Hahaha. God, a baby boy, please....amin. 

Untuk sekedar membunuh waktu dan mengasah bahasa inggris buku ini asyik untuk jadi teman. Saya memberinya rating empat. Karena selain ceritanya, saya juga menyukai harganya yang gratis yang cukup saya unduh di aplikasi Ibook san kemudian enteng saya bawa kemana-mana karena bisa dibaca lewat handphone. Finally, i love to read ebook. 

Selamat membaca.(*)

Bone, 27 Januari 2014

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keajaiban Malam Bulan Biru

Judul : Keajaiban Malam Bulan Biru Penerbit : Pustaka Ola Harga : Rp. 20.000 Peter melangkah gontai masuk ke apartemennya. Ia baru saja dipecat. Toko tempatnya bekerja bangkrut. Dari sebuah apartemen ia mendengar kakek Tom merintih memanggil cucunya. Peter melangkah masuk dan membantu kakek Tom. Kasian kakek Tom sendirian dan sakit-sakitan sementara cucunya jarang menjenguk. Di apartemen sebelah Rossy di kursi rodanya meminta Peter memperbaiki kotak musik balerinanya. Rossy sangat ingin menjadi balerina sayang kakinya lumpuh.  Bulan berwarna biru malam itu. Ted yang terbangun dari tidurnya sibuk memikirkan dirinya yang dipecat dan begitu miskin. Hingga akhirnya ia bertemu peri dan memberinya tiga permintaan.  *** Buku kumpulan dongeng ini berisi sebelas cerita dongeng yang kisahnya menarik. Kamu akan bertemu Grook-grook si sapi, Riko si kurcaci yang ingin jadi peri, serta bertualang di dunia mainan.  Selain ceritanya yang seru juga mengandung nilai moral. Misalnya mensyuk...

First Journey With Ara

Bajunya : Off  To Grandma's Karena neneknya Ara berkunjung ke Makassar, maka saya pun harus membawa Ara ke Makassar untuk bertemu neneknya yang telah datang jauh-jauh dari Bau-bau. Sekalian bertemu dengan tante (Kak Atun) dan sepupunya, Cakra untuk pertama kali. Ara baru 40 hari lebih. Belum cukup dua bulan. Ini adalah perjalanan pertama kami berdua. Saya hanya membawa satu ransel baju. Sudah dengan pakaianku dan pakaiannya. Sedapat mungkin pakaian yang dibawa sedikit mengingat saya membawa bayi dan agak susah mengangkat tas sekaligus. Semua orang yang saya temui akan heran dan terkejut melihat saya hanya berdua dengan bayi saya yang umurnya belumlah cukup dua bulan. Saya cukup tangguh? Tidak juga, hanya keadaan yang memaksa demikian. Untungnya Ara tidaklah terlalu rewel diajak pergi-pergi. Selama perjalanan Bone-Makassar dia hanya dua kali terbangun untuk minum Asi, sisanya ia memilih tidur.  Mobil yang kutumpangi overload sebenarnya, tapi untungnya penumpang yang berdamp...

Seketika Ke Sukabumi

twit ekspektasi vs twit realita Setelah kelelahan karena hampir seharian di Mal sehabis nonton Dr.Dolittle pada hari rabu, dengan santai saya mencuitkan kalimat di Twitter "karena udah ke mal hari Rabu. Weekend nanti kita berenang saja di kolam dekat rumah”. Sebuah perencanaan akhir pekan yang sehat dan tidak butuh banyak biaya. Saya sudah membayangkan setelah berenang saya melakukan ritual rebahan depan TV yang menayangkan serial Korea sambil tangan skrol-skrol gawai membaca utasan cerita yang ga ada manfaatnya.  Sebuah perencanaan unfaedah yang menggiurkan. Tiba-tiba Kamis malam suami ngajakin ke Taman Safari liat gajah pas akhir pekan. Mau ngasih liat ke Anna yang udah mulai kegirangan liat binatang-binatang aneka rupa. Terlebih lagi sehari sebelumnya kami menonton film Dr.Dolittle yang bercerita tentang dokter yang bisa memahami bahasa hewan. Sekalian  nginap di hotel berfasilitas kolam air panas. Hmmm. Saya agak malas sih. Membayangkan Taman Safari yan...