Skip to main content

My 2nd Magic Box

Aku punya kotak ajaib lagi. Isinya masih seperti kotak ajaibku pertama. Kebanyakan diary. Tapi tak ada lagi kertas-kertas ujian dari berbagai mata pelajaran dan surat cinta aneh. Tak ada lagi pasir-pasir atau ilalang kering dalam plastik kecil.

Aku seperti menatap diriku di dua kotak itu. Kotak pertama, adalah cerminan aku yang masih culun, penuh dengan mimpi. Belum mampu membedakan realitas dan mimpi. Duniaku tak berujung saat itu. Duniaku penuh dengan mimpi-mimpi besar seorang gadis remaja.



Kotak kedua adalah diriku yang berproses menuju kematangan. Tulisan-tulisan dalam diaryku lumyan kritis dengan diksi yang lumayan menyenangkan. Beberapa bercerita tentang kisah cinta yang konyol tapi dihalaman lain juga bercerita tentang cinta yang sejati. Ada sebuah janin yang terkandung dalam kotak itu, tapi aku masih menjaganya dan memeliharanya agar ia bisa lahir menjadi anak yang membanggakan.

Aku masih gadis pemimpi sekarang. Tapi kali ini aku telah mampu melihat batas dunia nyata dan imaji. Aku tahu tapal batas itu, dan aku cukup mampu mengontrol diri jika melintas di kedua batas itu.

Comments

Popular posts from this blog

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Ara Belajar Ngomong

Serius Nulis Ara mulai suka ngoceh. Ada saja suara keluar dari mulutnya. Kadang jelas kadang juga tidak. Beberapa berhasil saya terjemahkan maksudnya. Beberapa mengalami missunderstand berujung pada rengekan atau aksi menarik tangan. Selain nonton lagu anak-anak, beberapa film anak-anak yang menurut saya cukup edukatif menjadi pilihan tontonannya. Saya memutarkan film Blue's Clues, Super Why, hingga Pocoyo. Serial Blue's Clues sudah kami tonton semua. Mulai dari sang pemilik Blue bernama Steve hingga beralih ke Joe adiknya di serial itu. Yang paling nyantol di kepalanya Ara adalah kata "think" sambil telunjuk memegang dahi. Itulah kata pertama yang ia ucapkan secara jelas setelah kata Mama dan Ayah. Entah kenapa kata ini yang melekat di kepalanya. Mungkin karena si Steve sangat aktraktif menyanyikan lagu jingle Blue's Clues terlebih dibagian "Sit down in thinking chair. Think, think, think". Ara juga suka bagian ketika surat datang. Dia akan i...