Skip to main content

Posts

Pohon Besar dan Rumput Kecil

Di depan rumah, ada pot bunga sejenis rumput-rumputan. Aku membelinya semasa aku kuliah. Aku berencana untuk merawatnya dan mengembangbiakkannya. Tapi ternyata aku tak memiliki sentuhan ajaib untuk merawat tanam. Aku bukanlah orang telaten yang pandai merawat tanaman hias dan merangkai sebuah taman cantik. Hingga akhirnya rumput-rumput itu pun teruji oleh cuaca dan lingkungan. Pernah kudapati ia kering dan layu karena kemarau dan aku tak menyiramnya. Tapi kala hujan kutemukan tunas-tunas baru yang bersemangat tumbuh dan menghijau. Tak peduli seberapa kering kemarau membuatnya nyaris tak mampu bertahan namun jika hujan kembali menghujam bumi, tunas-tunas kecil itu berusaha menggeliat kembali layaknya anak bayi yang terlahir kembali. Mungkin hidup adalah sebuah pilihan untuk menjadi rumput kecil atau pohon besar. Rumput kecil selalu mampu bertahan hidup di medan apapun. Ia adalah petualang sejati. Mengikuti arah angin membawanya dan tak pernah menolak jika burung atau hewan lain meneb...

Gerhana Venus

Duduk di atap rumah dalam pekat malam dan dingin bukan pilihanku meski itu adalah salah satu hal romantis yang ingin kulakukan. Dan akhirnya malam ini aku melakukannya. Bukan karena apa-apa, hanya karena sebuah fenomena alam yang mungkin tidak berarti bagi sebagian orang. Tapi bagi seorang Dwi, langit dan bintang adalah seperti sebuah kotak ajaib yang selalu menyenangkan. Aku memimpikan tentang kehidupan-kehidupan atas langit yang penuh mitos. Aku percaya bahwa mitos-mitos itu benar-benar terjadi. Aku selalu mengkhayalkan bahwa dunia-dunia mimpi dan fantasi letaknya di langit bersama bintang dan bulan. Aku selalu membayangkan bisa berada di sana. Menjejak ruang hampa yang kosong dan melihat maha karya yang begitu luar biasa dari yang Maha Pencipta. Sore ini terjadi Gerhana Venus.Fenomena alam yang diisitlahkan sebagai Okultasi Venus dimana Planet Venus menghilang sesaat karena tertutup bulan.Bumi, Bulan dan Planet Venus berada dalam garis sejajar.Peristiwa ini tidaklah sefenomenal ger...

Peribiru

Lagi senang dengan tokoh khayalan baruku. Aku punya imajinasi sendiri tentang penggambarannya tapi aku belum sempat foto...:)

Tiga Mimpi paling Realistis

Seorang teman kantor mengajakku bermain sebuah permainan. Permainannya adalah sebutkan tiga mimpimu yang paling realistis yang akan kau wujudkan beberapa tahun ini. Hhhhmmmm….tebak-tebak yang menyenangkan. Aku punya banyak mimpi. Dan tak tahu yang mana realistis yang mana yang cuma imajinatif. Dia mengajukan impian pertamanya. Buku nikah.Wow, buku nikah artinya ngebet nih mau nikah. “Emang sudah ada ya calonnya ?”tanyaku. “Kan mimpi. Jadi lagi diusahakan.” Jawabnya. Aku menuliskan mimpiku. My own Book. “Realistis tidak?”tanyanya “Ya iyalah. Lagi Approaching” kataku. Mimpi kedua. Dia menuliskan Satu petak tanah untuk rumahnya kelak.cukup realistis menurutku. Dia lelaki dan dia memang memiliki kewajiban untuk itu. Kalo soal rumah, nanti suamiku saja yang bermimpi untuk mewujudkannya. Aku menulis mimpi keduaku. Fluently English. Bagiku itu adalah hal yang paling penting tahun ini. Dia sepakat. Mimpi ketiga ia tuliskan. Dapat Pasport dan Jalan-jalan ke Orchad Road di Singapore. Wow, aku j...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Belanja Online

Coba-coba belanja Online. Rasanya menyenangkan. Aku tak perlu lelah berjalan melihat – lihat dan memilih milih. Tak perlu berlelah-lelah ngantri di kasir. Cukup klik sana sini. Masih juga bias chating sama teman. Menyenangkan bukan. Inilah teknologi yang memudahkan manusia. Meski pada akhirnya kembali menjadi boomerang yang mampu menyulitkan. Karena kemudahan yang mampu melenakan dan menciptakan sifat konsumtif yang tak bisa teratasi. Tapi semua tergantung pada individu. Dan aku merasa aku cukup mampu mengendalikan diri. Kalo pun liat-liat ya sekedar liat. Entar kalo punya uang baru minta booking. Kalo pun sudah kehabisan stok, pihak took onlinenya akan dengan senang hati menginfokan jika ada stok baru. Kemarin sempat beli dress dan lingerie dari Immanuel shop. Sudah semingguan barangnya tiba, tapi aku baru bisa menerimanya tadi. Pasalnya aku berada di luar Makassar sedangkan kiriman itu ditujukan ke rumah kakak iparku. So, agak telat deh liatnya. Rasanya terpuaskan melihat baju itu ng...

Mari Membersihkan Rumah Dengan Dwi

Dwi adalah gadis kecil yang bekerja di kota. Tiap pekan dia pulang ke rumahnya di kampung. Di sana dia selalu melakukan kegiatan bersih rumah yang tiap pekan menjadi tugasnya. Di rumahnya tinggal kakak, ponakan, dan bapaknya. Tapi semua sibuk dengan kerjanya masing-masing. Kakaknya seorang dokter yang harus melayani para pasien. Ponakannya baru berumur 2 bulan. Kerjanya hanyalah menangis, minum susu, pup, pipis dan tidur. Sebuah awal hidup yang menyenangkan. Ponakannya menambah daftar kerja primer kakaknya. Menjaga anak, melayani pasien, memasak, dan main facebook;-). Bapaknya sibuk melakukan aktivitas sosial seperti berkunjung ke rumah nenek, rumah keluarga, dan juga rumah saudara. Semua sibuk dengan daftar primer menurut pribadi masing-masing. Rumah sesekali hanya dibersihkan apa adanya. Bahkan terkadang diniatkan untuk dibersihkan nanti oleh Dwi. Rumah bisa seperti kapal pecah meski hanya dengan satu ponakan yang berumur 2 bulan. Nah, jika ditambah dengan anak kecil usia 3 tahun ya...

Perempuan Dalam Teropong Sanie B Kuncoro

Perempuan. Kata yang tak pernah habis dikaji maknanya. Terlalu banyak hal yang mampu dijelajahi dari kata beralfabet 10 ini. Keluasan jelajah inilah yang menjadikan Sanie B Kuncoro menuliskan novel pertama “Garis Perempuan”. Aku menduga kata perempuan yang dipakai adalah untuk menjelaskan bagaimana masyarakat melihat perempuan sebagai kelas di bawah pria. Selain itu kata perempuan juga terasa sedikit tradisional dibanding kata wanita yang terkesan modern dan sejajar. (Mungkin karena itu emansipasi dikuti kata wanita, bukan perempuan). Menurut definisi dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan, perempuan adalah orang (manusia) yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak dan menyusui.(Sumber : http://teblong.blogspot.com/2009/09/definisi-perempuan-dan-wanita.html) Garis perempuan menceritakan empat orang anak kecil yang berteman sejak kecil yang tumbuh dari latar sosial yang berbeda. Yang menyatukan mereka hanyalah karena mereka adalah perempuan yang bertumbuh menjadi...

Serpih Ketiga dan Keempat

Serpihan ketiga : Pledoi Kau selayak Edward yang melihat Bella dari jendela luar kamar Bedanya Edward mampu menghilang serupa kilat hingga Bella tak mampu menyadari Bahwa Edward pernah pernah ada di luar sana dan melihatnya dari jauh. Sedang dirimu meninggalkan jejak nyata. Sangat nyata. Dari getaran Cellphone yang mampu membangunkanku Hingga jejak sent or failure berbekas yang mampu kusadari bahwa kau ada Ketika kuingin tahu apakah kau nyata Aku mampu membuka kembali folder-folder inbox Dan ketemukan ratusan jejak huruf milikmu Aku membuatmu meninggalkan jejak ataukah kau dengan sengaja meninggalkan jejak? Ataukah kau tak sengaja meninggalkannya? Begitu banyak praduga praduga yang berujung pada kalimat “aku tak tahu” Aku tak perlu mencari novum untuk menemukan sebab muasalnya Jika aku punya kuasa pada dunia Ingin kuhentikan saja dirmu. Kuhapus engkau dari daftar jejak manusia agar tak gempa duniaku Tapi aku hanya miliki kuasa pada fiksi dalam pikiranku Aku tak mampu menghent...

Serpih Pikiran

Aku tak punya kisah untuk dibagi kali ini. Aku hanya punya serpih-serpih kata yang numpang lewat saat istirahat siang atau kala jelang tidur. Mungkin ada kesamaan kisah yang tak sengaja. Atau mungkin ada cemburu yang memantik. Maaf...ini hanyalah sebuah Serpih Pikiran. Hanya sebuah fiksi yang sempat meminta ijin lewat di ruang tamu benakku. Serpihan Pertama : Aku merindukanmu. Masih kuceritakan padamu sebuah dongeng pekan lalu. Dan selang pekan itu semua telah berubah. Kau tak lagi menemaniku bercerita lewat dunia maya. Aku belajar mengucap pisah untuk deadline kepergian. Aku belajar (lagi) memaknai sebuah kehilangan dan keikhlasan. Masih kuingat kurangkai cerita yang mampu membuatmu tertawa dibenakku. Mengimajinasi tentang sebuah sua dan sebuah percakapan panjang Serupa pangeran bertemu putri. Semua rasa itu kini berubah. Rasa yang dihadirkan sang pangeran dan putri pun menghilang. Aku tersadar bahwa hidup adalah nyata dan dongeng-dongeng itu hanya imaji liarku yang keti...

Melayani dan Terlayani

Saya seorang customer service. Memberi pelayanan sudah menjadi kewajiban saya. Ketika saya memberikan pelayanan maksimal dan nasabah terpuaskan maka target pencapaian dari resultku adalah 100%. Dan itu adalah sesuatu yang sangat biasa. Tak ada yang menjadi istimewa di kondisi itu. Karena tugas customer service adalah tugas pelayan. Menanyakan apa permintaan nasabah dan menghadirkan kondisi tersebut dengan cepat, tepat, dan akurat. Namun tak jarang, customer berada di titik ekspektasi terlalu tinggi, sedangkan kenyataan di lapangan pelayan nasabah tak mampu memberikan hingga mencapai titik ekspektasi tersebut. Perbedaan antara das sein dan das solen inilah yang kadang membuat customer merasa tak terlayani. Level kepuasan mereka tak mencapai titik tertinggi. Bahkan di titik paling ekstrem, terkadang nasabah melakukan langkah taktis berupa penarikan secara besar-besar hingga berhenti menggunakan jasa yang diberikan karena hilangnya sebuah kepercayaan. Semua disebabkan pada sebuah pelayana...

Kesatria Putih dan Peri Biru

Di sebuah zaman, di negeri antah berantah tersebutlah sebuah kerajaan bernama Koin Emas. Di kerajaan ini semua rakyat rajin bekerja dan pandai menabung. Setiap koin yang dihasilkan dari bekerja setiap harinya disisihkan untuk ditabung untuk masa depan. Sang raja memiliki tempat penyimpanan khusus untuk setiap koin yang disisihkan rakyatnya. Namun terdapat satu koin pusaka yang telah turun temurun diwariskan oleh raja-raja terdahulu. Koin itu diyakini drachma asli dari Dewa yang diturunkan khusus dari langit dan diwariskan untuk menjaga kesejahteraan kerajaan Koin Emas. Koin pusaka tersebut menjadi pelindung kerajaan Koin Emas. Jika koin itu hilang diramalkan kesejahteraan di kerajaan Koin Emas akan berubah menjadi kesengsaraan. Koin itu pun dinilai memiliki khasiat mampu member kekuatan dan kekuasaan bagi yang memilikinya. Raja begitu menjaga pusaka tersebut. Ia takut jika koin pusaka itu hilang atau dicuri. Hingga suatu hari kedamaian di kerajaan itu terganggu. Seekor Naga Merah m...

Pangeran Khayalan

Selayak mimpi kecilku tentang seorang pangeran yang menjadi teman khayal masa kecilku, seperti itu ia berada pada posisi kini dalam negeri dongeng di sudut pikirku. Namun, kali ini ia begitu nyata. Hadir dalam ruang-ruang dunia realku. Mewujud dan memenuhi segala dimensi bentuk dan rasa. Mampu kuraba dengan tangan, namun tak pernah benar-benar akan ku genggam. Ia adalah wujud dari pangeran yang menghiasi langit mimpiku. Sedikit banyak terwakilkan dalam wujud,sifat, dan perbuatan. Namun, tetap seperti teman khayal meski bentuknya mewujud kini aku tetap tak pernah berani berharap lebih untuk menjadikannya cinta platonic yang menjadi nyata. Aku memutar lagu yang mengingatkanku padanya. Puluhan kali. Lagu ceria yang mampu membuatku ikut berdendang meski hatiku sedih. Ada sebentuk rasa di sini yang meminta dia mewujud sejenak. Tidak menghilang sesaat seperti pangeran impianku yang perlahan samar ketika aku beranjak dewasa. Rasa yang malu-malu aku akui sebagai rindu. Lagu itu terasa ...

Pamit

Balok ini berukuran 15 meter. Lebar 10 meter dan panjang 20 meter. Disinilah saya menghabiskan lebih 365 hari. 2400 jamku. 144000 detikku. Melakukan rutinitas as an employer . Berbakti pada perusahaan dan mendedikasikan diri untuk semua kesuksesan perusahaan. Sebuah profesi yang sanggup memajang fotoku pada poster dengan tulisan employee of the month. Tapi, tenanglah, aku tak setelaten dan serajin itu hanya untuk memasang fotoku pada sebuah gelar karyawan terbaik bulan ini. Aku mungkin masuk dalam salah satu karyawan ngeyel dan selalu ceroboh. Di sini aku memulai sebuah pembelajaran. Proses belajar yang takkan pernah berhenti. Karena pengetahuan tak akan pernah habis. Aku belajar bagaimana sebuah dunia kerja memelingkupimu dengan ritme yang sama. Bagaimana sebuah kepercayaan dan penghormatan menjadi sebuah nilai yang perlu terus dipegang. Dan jika salah melangkah menjadi sebuah nilai yang tak memiliki arti. Di sini aku belajar tentang politik kantor yang seutuhnya. Menemukan bahw...

Jatuh Cinta( Lagi)

“Aku jatuh cinta lagi” sahutnya dari sarana digital text message. “ Dengan siapa?”, tanyaku melalui sarana yang sama. “Teman kantor. Gimana nih” tanyanya panik. Panik? Wajarlah.Karena ia telah memikirkan tahap lebih serius dengan pacarnya. Aku hanya tersenyum. Mengapa kita selalu memiliki permasalahan yang sama. Ketika seseorang telah berencana menikah, selalu ada masalah yang menjadi semacam soal ujian untuk mendewasakan diri. Mungkin jatuh cinta adalah salah satunya. “Apa yang membuatmu menyukainya?” tanyaku padanya “Karena dia selalu ceria dan tak terlalu menganggap sesuatu begitu serius”. Aku pun mengalami hal yang sama. Kembali menyukai orang lain. Selalu menyenangkan ketika kamu menyukai orang. Tak peduli ia paham rasamu atau tidak. Aku tak mempermasalahkan kelak akan kemana rasa ini. Teronggok begitu saja di laman blogku, menjadi sebuah ide cerita remaja yang mungkin akan kutulis kelak. Aku tak pernah berharap kelak rasa ini menjadi nyata. Aku tak pernah berani berharap. Aku ha...

Merried Planning

Semua orang mulai kapan saya menikah. Kapan seorang pria yang telah berencana meminangku datang ke rumah meminta pada ettaku untuk menikahiku. Kakakku juga tak luput merencanakan apa dan bagaimana kelak apa pesta pernikahanku. Baju adat bugis warna apa yang akan saya pakai untuk menikah. Di mana pesta yang akan digelar.dimana akad nikah akan dilangsungkan. Apakah saya harus berfoto prawedding. Dan bagaimana kelak video shooting pernikahannya. Dimana saya harus rias pengantin. Katering dimana untuk jamuan pestanya. Apakah ada acara mappettu ada (proses melamar perempuan bugis dimana diputuskan tentang uang pa' naik dan tanggal pernikaahan) atau mappendre doi’ ( upacara penyerahan uang pa nai' (uang belanja). Biasanya dua minggu sebelum akad nikah). Seperti serangan bertubi-tubi yang harus saya tangkis. Aku belum pernah menikah. Dan aku tak pernah berpikir sejauh itu betapa repotnya pernikahan. Apakah aku harus membaca buku Perkawinan Bugis karya Susan B Millar terbitan ...