Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Review Buku

Sapiens : Dongeng Sejarah Tentang Manusia

Saya membuka tahun 2019 dengan meniatkan diri membaca dua buku setiap bulan. Dua buku mungkin terlihat sepele namun beberapa tahun belakangan ini, membaca buku adalah laku yang sangat susah saya lakukan. Sama susahnya dengan menulis di blog. Maka di 2019 saya meniatkan diri untuk mengupgrade otak saya dengan baca-bacaan yang agak berat. Sudah cukup saya menghabiskan hari-hari marathon serial film dan reality show yang menyenangkan untuk ditonton tapi tidak begitu memberi nutrisi pada otak. Januari telah di penghujung hari. Apakah saya berhasil menyelesaikan dua buku bulan ini? Ternyata saya gagal. Belum juga lewat satu bulan dari 2019, udah gagal maning. LOL. Tapi saya tidak lantas bersedih. Kenapa? Karena saya tidak gagal-gagal amat. Saya berhasil menyelesaikan satu buku. Dan yang patut saya banggakan adalah saya berhasil menyelesaikan satu buku yang cukup tebal, bukan fiksi, dan sangat menyenangkan. Saya menamatkan Sapiens.   Prok…prok…prok. Sebuah kemustahilan ya...

Menghidu Aroma Karsa

Setelah berminggu-minggu menghabiskan waktu menonton Smallville dari yang biasa aja sampai baper terus antiklimaks habis itu ga lanjutin sampai episode akhir (nanti saya cerita mengapa), saya tersadar telah menghabiskan banyak waktu yang terasa tidak produktif. Kemudian saya memutuskan mencari kegiatan yang sedikit cerdas. Membaca buku! Belakangan ini membaca buku tidak masuk dalam skala prioritas. Kecuali buku kanak-kanak yang saya baca bersama Ara, saya tidak tertarik membaca novel. Mungkin karena saya sedang berada dalam kondisi butuh dicerdaskan, maka membaca novel tidak masuk dalam list. Saya memilah-milah bacaan suami yang rasanya kalo saya selesaikan, derajat kecerdasan saya naik 10 tingkat. Beberapa sudah masuk dalam daftar. Salah satunya Sapiens. Biar kalo ngobrol sama suami, saya sedikit agak pintar. Sampai kemudian Emma mengirimi saya buku terbaru Dee Lestari. Aroma Karsa. Sudah lama saya tahu buku terbaru Dee akan terbit. Tapi tak kunjung hati ini ingin memb...

Pelajari Demam dan Jangan Khawatir

Anak demam selalu menjadi kekhawatiran para orang tua. Karena demam selalu menjadi penanda paling jelas bahwa anak sedang sakit. Terlebih ketika demam dengan suhu tinggi dan anak tampak tidak nyaman. Kecemasan orang tua bertambah. Solusi pertama yang diberikan adalah memberikan paracetamol kemudian membawanya ke dokter.  Ternyata pemberian paracetamol ketika anak mengalami demam pun memiliki aturan sendiri. Perilaku memberikan obat penurun demam sesaat setelah demam mulai sesungguh tidak dibenarkan. Buku Berteman Dengan Demam karya  dr. Arifianto, Sp.A dan dr. Nurul I.Hariadi, FAAP dapat dijadikan panduan untuk mengenali demam dan bagaimana mengendalikannya. Beberapa catatan dari buku ini saya tuliskan di bawah ini. Demam adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang terjadi pada tubuh manusia. Jadi demam sesungguhnya alarm awal dan juga upaya pertahanan tubuh untuk merasakan penyakit. Sesungguhnya demam baik adanya. Karena ketika demam, suhu tubuh meningkat, da...

Membaca Natisha, Membaca Parakang

" Aja' muacucule ri mangeribie. Na anre ko parakang" Kalimat di atas  selalu ampuh membubarkan keasyikan para kanak-kanak yang bermain sore di daerah Sulawesi Selatan. Jika matahari mulai tenggelam dan para orang tua pulang dari sawah atau ladang, maka kanak-kanak pun harus turut pulang. Tak boleh bermain lagi kala magrib menjelang. Nanti dimakan  Parakang .  Parakang adalah satu dari beberapa hantu-hantu bugis yang selalu mampu membuat anak-anak ketakutan. Wujudnya dapat berubah-ubah. Bisa menjadi anjing atau pohon pisang. Mengincar bayi, ibu hamil, dan orang yang sakit. Parakang awet muda dan berparas rupawan. Mereka pun kadang hidup berkecukupan. Saya tidak pernah melihat makhluk ini secara langsung. Ceritanya pun hanya dari mulut ke mulut. Namun, sebagian masyarakat bugis meyakini bahwa Parakang dan ilmu menjadi parakang benar adanya dan dipraktekkan oleh beberapa orang di daerah-daerah tertentu.  Khrisna Pabichara mengangkat cerita Parakang ini dalam novel Natis...

Eksistensi Rasa : Kisah Cinta Tak Biasa Untuk Mereka Yang Mencari

Devin Jelaga Osman atau lebih akrab disapa Djo. Ia memiliki pertanyaan paling besar buat dirinya sendiri . Siapa sebenarnya dirinya? Selain pertanyaan yang masih terus ia cari jawabannya itu, ia memiliki rahasia lain. Yang takut ia bagi dengan sahabat terdekatnya, Rindu.  Rindu Vanilla. Mahasiswa arsitektur seangkatan Djo. Ia membenci perpisahan. Kepergian Langit, Mamanya, persiapaan pernikahan ayahnya. Mengapa ia merasa selalu ia yang ditinggalkan sendirian. Hanya Djo satu-satunya yang selalu menemaninya.  Ezra, asisten dosen yang juga mahasiswa Arsitektur di kampus yang sama. Ia menyimpan rahasia tentang kehidupan Djo.  Eksistensi Rasa adalah buku lanjutan dari Konstelasi Rindu yang menceritakan kisah persahabatan antara Djo dan Rindu. Jika belum membaca Konstelasi Rindu, seperti saya, pada halaman-halaman awal buku ini kamu akan sedikit bingung dengan jalannya cerita. Namun jangan berhenti, teruslah membaca. Karena di halaman-halaman berikutnya kamu akan memahami perma...

Fifty Shades Of Grey, Book VS Movie

Fifty Shades Of Grey diterbitkan pada 2011 dan menjadi buku paling laris serta bersaing dengan buku  Harry Potter dari sisi penjualan.  Buku karangan EL. James ini terjual 125 juga eksamplar di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke 52 bahasa.  Buku yang masuk dalam genre erotic romantic ini bercerita tentang Anastasia Steele yang jatuh cinta pada Christian Grey, pebisnis muda yang sukses. Sayangnya, Grey memiliki masa lalu yang kelam dan perilaku sexual yang tidak umum.  Menurut penilaian saya, sexualitas yang tidak biasa inilah yang membuat buku ini menjadi best seller. Banyak novel-novel romantis yang melibatkan sex di dalamnya, namun Fifty Shades of Grey ini menyajikan perilaku Submassive/Dominant yang agak sadis namun erotis.  Buku ini kemudian diangkat ke layar lebar pada Juni 2015. Diperankan oleh Jamie Dorman dan Dakota Jhonson. Kedua cukup berhasil membawa karakter Mr. Grey dan Ms.Steele. Meski ketika menonton film ini membuat saya kepikiran film Twil...

Eleanor & Park

Eleanor mempertimbangkan untuk menaiki bus sekolah yang mengantarnya pulang ke rumah. Ini adalah hari pertamanya di sekolah baru dan siswa baru selalu mendapatkan perlakuan tak menyenangkan. Namun pilihan selain tidak naik bus sangatlah tidak menguntungkan. Berjalan kaki pulang, ia belum tahu arah pulang ke rumahnya. Menelepon Richie adalah yang paling dihindarinya, sudah cukup ia berusaha tidak bertemu dengannya tiap hari di rumah. Naik bus adalah pilihan terbaik di antara terburuk. Namun itu berarti ia mengumpankan dirinya pada anak-anak populer yang hobbynya membully. Terlebih ketika satu-satunya kursi yang kosong hanyalah di bagian belakang. Bersebelahan dengan anak Asia yang seolah tak melihatnya berdiri di lorong bus. Ia memilih pilihan itu.  Park tak ingin membagi dua kursi kekuasaannya dengan siapa pun. Meski ia begitu muak dengan suasana bus dan teman-temannya yang begitu ribut. Tapi gadis itu tetap berdiri di sana. Sang supir bus menyuruhnya duduk. Ia tak punya pilihan se...

Dunia Anna, Sebuah Pengandaian Tentang Bumi di Masa Depan

Manusia menyadari dunia makin memanas hari demi hari. Es-es di kutub mencair. Namun pola hidup dan konsumsi kita tak pernah benar-benar melakukan tindakan serius untuk mencegah suhu semakin memanas dan es tetap membeku. Berapa emisi karbon yang kita produksi tiap hari? Berapa banyak plastik, kertas yang kita pakai? Berapa tumpuk sampah yang kita hasilkan tiap hari? Pola hidup manusia secara langsung memberi kontribusi pada upaya "pembunuhan" planet bumi di masa depan. Jostein Gaarder mengajak pembaca berada pada posisi manusia masa depan yang mendapat warisan planet bumi dari kita, manusia masa kini, yang tak lagi biru. Suhunya memanas. Flora dan fauna yang punah. Hutan hijau menjadi gurun-gurun pasir gersang. Seorang anak bernama Nova begitu marah pada nenek buyutnya dan manusia pada masa silam yang mewariskan alam raya yang begitu gersang kepada mereka, anak cucunya. Yang mereka miliki hanyalah citra-citra hologram tentang indahnya bumi dan keanekaragaman h...

Sepeda Merah : Mengelilingi Yahwari bersama Sepeda Merah Tukang Pos

Sepeda merah itu milik tukang pos. Tiap hari dia akan berkeliling dari rumah ke rumah di desa Yahwari. Dengannya kan kamu temui jalan-jalan desa penuh bebatuan. Panjang. Terjal hingga mendaki bukit. Hamparan sawah dan perkebunan milik para petani. Bunga-bunga liar di sepanjang jalan. Bersamanya kamu akan mengantarkan surat-surat ke rumah-rumah tanpa nama jalan. Namun ke alamat-alamat unik yang menggambarkan ciri khasnya rumah yang dituju. Rumah dengan semak-semak warna khaki, rumah bertepi bunga-bunga liar, rumah kuning dalam kehijauan, rumah yang bisa dilihat di antara pohon pinus siam, rumah tempat kita menanam bunga di kebun kol cina, rumah tempat burung beristirahat, rumah nenek yang berkata-kata kotor, rumah berkilau, hingga rumah paling indah di bawah langit berbintang. Dimana di dunia kamu akan menemukan alamat rumah yang begitu unik? Hanya di desa Yahwari lah alamat-alamat itu berada   (yang bahkan direktur pos pun pusing dibuatnya). Dan bersama tukang pos bersepeda me...

Paper Towns : Kota Kertas Margo

Adalah Margo Roth Spiegelmen yang menjadi pujaan hati Quentin Jacobsen. Berdua hidup bertetangga di Jefferson Park, Orlando,   sejak usia mereka 2 tahun hingga menginjak tahun akhir di SMA. Keduanya berteman cukup dekat pada usia 10 tahun hingga mereka menemukan sebuah tubuh yang menjadikan mereka berjarak.  Quentin yang lebih akrab dipanggil Q hanya mampu menatap dari jauh perempuan paling keren dengan ide-ide dan petualangan paling ajaib yang pernah ditemuinya itu. Melihatnya dari jendela kamar, mengintipnya dari balik pintu loker sekolah. Hingga suatu malam, Margo membangunkannya dan mengajaknya bertualang mengelilingi pemukiman mereka. Membobol masuk ke rumah orang, menyiapkan perangkap ikan lele, membantunya membalas dendam, hingga mengarungi parit di Sea World.  Q yakin malam yang memacu adrenalin   tersebut mampu mengubah pagi mereka di sekolah. Sayangnya Margo tak pernah hadir di sekolah sejak   pada pagi yang memisahkan mereka. Tak ada ...