Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Family

Surat Buat Suami

Pagi tadi ketika kuingatkan padamu akan hari apa hari ini,   kamu hanya berseloroh bahwa ulang tahun pernikahan tidaklah begitu penting. Bukankah kita merayakannya tiap hari? Hahaha. Gombal murahan untuk menghindari perlakuan khusus terhadap hari ini. Kita memang tidak punya tradisi untuk merayakan hari pernikahan. Tapi buat saya ini serupa milestone yang menandai perjalanan panjang bersamamu. Bagaimana rasanya hidup lima tahun bersamaku? Kamu sangat tahu saya paling tidak bisa masak. Entah lidahmu yang bermasalah atau masakanku yang memang benar-benar enak, kamu selalu menyukainya. Meski kadang kamu tetap mengeritik jika terasa tidak enak atau ada yang kurang. Tapi selalu ada saat dimana saya harus “terpaksa” memasak buatmu karena pujianmu setinggi langit. Padahal ketika kamu memilih membeli nasi padang di warung, hati saya melonjak bahagia karena tak perlu sibuk di dapur. Kemudian kamu akan mengeritik mukaku yang selalu masam kalo sudah sibuk membersihkan rumah. ...

Surat Buat Kakak

Dear Kakak... Sekali pernah, di masa kita kecil, pada sebuah bulan Ramadhan seperti saat ini, kita berkelahi. Entah karena apa. Yang paling kuingat saat itu piring makan malam yang ada di tanganku berisi kepiting bekas makanku berakhir di atas kepalamu. Bagaimana akhir pertengkaran itu, rasanya tidak begitu penting.  Saya tidak pernah mengingat kita menjadi kawan yang cukup dekat. Jarak umur kita terlampau jauh. Aku kanak-kanak ketika kamu beranjak kuliah. Kemudian kita hanya bertemu tiap kamu pulang kampung. Kemudian saya tamat SMA dan mulai kuliah. Kamu hadir kala aku menjalani ospek. Memenuhi semua tuntutan benda-benda aneh yang harus aku bawa di pukul 5 pagi. Kemudian kamu mulai bekerja di daerah lain dan kita lagi-lagi tidak memiliki banyak waktu bersama. Sumber Gambar Di Sini Aku mengenang saat itu seperti tahunan waktu yang telah lampau. Kita bertumbuh menjadi dewasa. Memiliki keluarga dan anak. Kemudian kita hanya bertemu secara berkala. Tidak bercerita...

Ara dan Film Bioskop Pertama Yang Ditontonnya Sampe Tuntas

                We Met Baymax  Wow! Judul yang panjang. Ya, ini cerita Ara. Jangan bosan wahai pelalu-lalang yang singgah di lego-lego.  Kemarin, saya, Ara, dan Ayahnya menghabiskan malam dengan menonton film animasi terbaru dari Disney, Big Hero 6. Film ini sudah menarik minat Ara sejak pertama ia melihat iklannya di saluran Disney Junior. Ia tertarik ketika melihat sebuah benda putih besar serupa balon yang memiliki mata kempes dan berusaha menyelotipnya dengan isolasi di layar kaca tivi kami.  Tiap kali ia melihat promo film ini, ia akan berteriak kegirangan dan memanggil saya untuk melihatnya juga. Sudah kujanjikan padanya untuk menonton film itu di bioskop. Sempat ragu apakah kami bisa menontonnya bertiga, karena ayahnya cukup sibuk di kantor. Syukurlah, sore kemarin kami bisa menontonnya bersama.  Big Hero 6 bercerita tentang anak remaja cerdas bernama Hiro Hamada. Film ini dibuka dengan scene adu robot dimana Hiro berhas...

Ajaibnya Mengandung Ara

  Foto USG Ara saat dua bulan dan tujuh bulan Rabu pagi di November 2010. Suamiku baru saja berangkat kursus bahasa di Pusat Bahasa Universitas Indonesia. Dengan sedikit gugup saya melangkahkan kaki ke apotek di depan kost-kostan. Semenjak suami dinyatakan lulus beasiswa dan  harus mengikuti pelatihan bahasa selama setahun, kami mengontrak sebuah kamar di sebuah rumah di Kramat Sentiong. Umur pernikahan kami baru dua bulan kala itu. Jika tidak ada aral melintang, tahun berikutnya suamiku berangkat sekolah ke luar negeri. Membayangkan berpisah dari suami rasanya berat, apalagi jika memiliki anak. Maka sempat kupertimbangkan untuk menunda memiliki anak.  Pagi itu, menstruasiku telat seminggu. Biasanya kadang telat dan harus meminum pil datang bulan. Namun, pagi itu saya memilih membeli testpack di apotek. Dengan gugup saya menggunakannya di toilet kostan. Ada dua strip ungu di sana.  *** Saya menangis ketika mengetahui saya positif mengandung. Segala rasa campur aduk. ...

Birthday Sequence

Me : Besok siapa yang ulang tahun?  Ara : Ara!!! Me : Trus kita beli apa buat ulang tahun? Ara : Cake Me : Ok. Cake kecil. Ara : Cake besar saja. Me : Ok. Cake besar. Trus apa lagi ? Ara : Itu...Hat!!! Me : Ok. Hat. Trus? Ara : Hmmmm...*mikir* Me : Candle. Angka 3.  Ara : Plesen!!! Me : Hah????? Ara : Plesen!!! Me : *mikir**lama* owww present. Ara : Ho oh Me : Hahaha. Oke.  Ujung-ujungnya beli cuma balon, pita, sama kertas origami.  Ara : mana present???  Me : :O *lupa* Selamat ulang tahun, Big girl. Hadirmu membuat saya percaya bahwa saya bisa membelah diri.  Selamat ulang tahun, Kita! Depok, 2 Agustus 2014

31 Juli 2014

Dear Kak Yusran yang sekarang ini lebih sering saya panggil Ayah Terima kasih sudah menjadi ciciper paling hebat di seluruh dunia. Lidahmu dan sistem pencernaanmu yang selalu menerima tanpa mencaci ataupun melempar piring untuk segala racikan tangan ini yang tak pernah memiliki bakat chef. Saya pernah mendengar adagium bahwa jalannya cinta seorang lelaki adalah lewat perutnya. Tapi kamu mementahkan adagium itu. Dirimu adalah cinta yang menerima segala kekurangan dan melengkapinya tanpa pernah menuntut lebih.  Ucapmu selalu menenangkan hati yang gemuruh. Menjinakkan amarah diujung lidah. Melembutkan jiwa yang telah berkecamuk. Engkau adalah musik yang dimainkan Bumi yang menyejukkan jiwa. Dan hatimu adalah cahaya yang menyinari gelap. Nah, bagian ini terlalu dipengaruhi oleh avatar Korra.  Tidak ada catatan romantis untuk 31 juli tahun ke empat ini. Hanya sebuah ucapan terima kasih yang tidak terhingga karena kamu selalu menunjukkan cinta dengan cara yang sangat sederhana yang ...

Kami Pindah Ke Depok

                  ( Foto : Google) Setelah menunggu 6 bulan lebih, akhirnya bisa kembali berkumpul dengan ayah. Melewati banyak hari dimana kami hanya sekedar berkomunikasi lewat handphone yang kadang harus berkompromi dengan sinyal. Menggantungkan pertanyaan kapan segera berkumpul.  Tak gampang untuk pindah. Tempat tinggal yang lumayan nyaman untuk keluarga dan anak di kota besar termasuk barang mewah. Awalnya saya berharap bisa langsung sewa rumah dan tinggal di Bogor, supaya dekat dengan kantor suami, namun satu dan lain hal kami belum sempat merealisasikannya.  Urusan kepindahan ini pun rasanya sangat ajaib. Seperti dejavu saat di tahun 2012 mendadak diberi tahu untuk bersiap ke Amerika nyusul suami. Kali ini pun dadakannya sama. Suami saya tipe dadakan orangnya, untungnya saya tipe yang well prepare untuk saat-saat seperti ini. Baju dipacking jauh-jauh hari di dalam koper. Barang-barang yang akan dibawa pun sudah dicatat baik-b...

Happy Birthday, Ayah!

31 Mei is coming. Selamat ulang tahun. Sekali lagi kita melewatinya terpisah. Sudah berapa tahun kita tidak pernah merayakannya bersama? Sejak Ara lahir. Padahal gadis kecilmu itu sangat menyukai segala hal tentang ulang tahun. Mulai dari balon, pita, kado, kue, hingga lilin dan lagu ulang tahun.  Tapi selalu saja saya berusaha membuat dia merayakan ulang tahunmu. Ada saja hal-hal yang kami  buat. Bukan sesuatu yang spesial tapi yakinlah takkan kamu pernah temukan di toko mana pun. Karena kami membuatnya dengan cinta sebagai prasasti untuk mengingat tentang bertambahnya usiamu. Jika dua tahun lalu kami membuatkanmu kolase foto bertuliskan "i love you" dan "happy birthday", kemudian di tahun lalu sebuah tulisan "happy birthday" sembari Ara memegangnya, tahun ini kami membuat tiga karakter ayah, ibu, dan anak perempuan serta sebuah kue dari kertas. Kugambari latarnya dengan gambar balon udara, matahari, awan, langit, pita bertuliskan selamat ulang tahun, ser...

Mengenangmu

Entah sudah berapa tahun berlalu. Saya tidak ingin memaksa ingatan mengenang tahun dan mengkalkulasinya sehingga menemukan angka yang tepat akan kepergianmu. Ya ada hanya penanggalan yang diingatkan kepadaku tentang kepergianmu.  Beberapa waktu belakangan ini saya sering mengingat dirimu. Rindu ngobrol denganmu. Banyak pertanyaan yang ingin saya ajukan. Banyak hal yang belum saya pelajari darimu. Jika saja kamu masih di sini, mungkin kita bisa tertawa bersama sambil berkelakar bahwa diri kita sekarang memiliki peran yang sama sebagai ibu.  Saya bisa pastikan banyak hal baru yang bisa saya pelajari. Sembari sesekali kamu membandingkan saya dengan cucumu. Kubayangkan dirimu berkata "Kamu waktu kecil mirip Ara". Ah, andai saja saya bisa mendengar itu darimu.  Ada rindu di sini. Tidak membuncah. Detak pelan tapi pasti. Penawarnya sekedar mengingatmu dan memastikan bahwa saya baik-baik saja tanpa kamu di sini. Namun, rindu kadang berkhianat menusuk tajam hingga ke ulu hati. Me...

Family Time di Museum La Galigo

Rasa-rasanya having fun bareng Etta , sodara, serta ponakan adalah hal yang paling langka yang kami lakukan. Jalan-jalan keluarga bareng etta terakhir waktu ke wisata pantai Galesong. Minus keluarganya kakak Anti. Biaya liburan pun agak mahal. Menyewa kamar hotel ukuran family seharga Rp.800ribu ditambah biaya makan dan lain-lain. Ngumpul bareng yang paling murah ya di rumah, pas lebaran. Tapi bukan jalan-jalan sih.  Agak susah menemukan tempat hang out keluarga yang murah meriah dan nyaman buat anak-anak. Ya, biasanya kalo mau ngumpul bareng ya, makan di restoran atau ke mal. Kota-kota kurang menyediakan lahan terbuka hijau yang tertata rapi dan nyaman untuk mengajak orang tua dan anak-anak untuk bermain.  Benteng Rotterdam dan museum La Galigo menjadi oase untuk keluarga berekreasi di tengah gempuran taman permainan anak-anak berbayar dan mal yang konsumtif. Rotterdam memiliki halaman luas dengan rumput-rumput hijau tertata rapi yang menyenangkan buat anak-anak berlarian tan...

Pengalaman Menjadi Mamak Beranak Tiga

Weits, jangan pikir macam-macam dulu melihat judul di atas. Ga serta merta saya mengandung kemudian tiba-tiba melahirkan dua anak dalam waktu sekejap dan memiliki tiga anak. Yang terjadi adalah saya merasakan bagaimana rasanya memiliki tiga anak yang harus saya jagai sekaligus. Masih bingung? Gini loh cerita *monitor gadget anda mengabur kemudian fade in gambar warna hitam putih*. Tiga hari lalu diadakan Pentas Kreatif yang dilaksanakan oleh gabungan Sokola Mariso, Sekolah Kajang, dan Komunitas Penyanyi Anak Jalanan di  Fort Rotterdam. Acara ini menampilkan berbagai pementasan seni, baca puisi, serta pemutaran film yang penampilnya berasal dari murid-murid sekolah yang dirintis oleh Butet Manurung.  Langit Makassar jumat sore cukup cerah. Langit biru dan berawan. Tidak seperti sore kemarin yang bergerimis, hari pertama acara ini dilaksanakan. Saya sudah meniatkan akan mengajak Ara datang menonton. Foto-foto pementasan hari pertama yang diunggah seorang kawan di Path sangat men...

Siapa Cantik?

Saya : Siapa cantik?  Ara : Ara*Nyengir lebar* Saya : Mama cantik atau tidak? Ara : *Menggeleng kencang* Saya : -_- Beberapa jam kemudian Saya : Siapa cantik? Ara : Ara*senyum* Saya : Mama cantik atau tidak? Ara : Ipah cantik ( Ipah tantenya Ara. Kakak saya) Saya : huaaaahuaaa :'( *garukgarukdinding* Ara : hush hush ribut Beberapa jam kemudian Saya : Siapa cantik? Ara : Ara*ketawa* Saya : Mama cantik atau tidak Ara : Bukan. Ipah cantik Saya : HUAAAAA HUUUAAAAA Ara : Mama cantik mama cantik *usap usap pipi mama* Beberapa jam kemudian Saya : Siapa cantik? Ara : *kabur dan tidak mau menjawab pertanyaanku lagi* Gue dibully sama anak sendiri *meratapi nasib*.(*) Bone, 18 Maret 2014

Ara dan Aturan Mainnya

     Playing in suitcase with lots of dolls Setiap melihat Ara dan segala tingkah anak-anak yang dilakukannya, saya selalu bersyukur memiliki anak seperti dirinya. I adore her. Saya jatuh cinta tiap kali dia tersenyum, tertawa bahkan menangis. Selalu ada lakunya yang membuat saya gemas dan ingin memeluk dan menciumnya.  Dia tumbuh menjadi anak yang aktif, cepat belajar, pengertian, meski keras kepala dan agak kurus :D.  Dunianya adalah bermain. Segala hal begitu menarik baginya. Kecoa yang berlarian di wc, laba-laba yang merayap di dinding, tikus yang terjebak lem tikus. Bahkan pada tiga sulaman bunga pada lap kotor yang menurutnya seperti muka dengan mata dan hidung.  Usianya kini hampir 2,5 tahun. Tapi masih saja ia belum berhenti ASI. Awalnya saya sedikit keras kepala untuk menyapihnya. Namun seiring berjalannya waktu ia mulai mengurangi aktivitas nenennya. Mungkin karena dia asyik main dengan sepupunya. Nafsu makannya pun mulai berubah. Ia akan meminta ...