Skip to main content

Dear Ara

Pagi ini melihatmu terbangun dan tersenyum. Ada aku di sampingmu. Tak ada tangis keras yang kesepian. Dirimu jujur akan setiap kesepian. Sejujur tangismu saat membutuhkanku. Ketika kupergi kamu protes, ketika aku mendekatimu kamu tersenyum lebar. Tak ada kepura-puraan padamu. Jujur dan begitu rapuh.

Kamu menyadarkanku pada pilihan untuk berbahagia. Berhenti memikirkan hal-hal yang menyakiti diri dan membuat sedih. Berhenti membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tak begitu berarti untuk dikenang. Berhenti memikirkan sesuatu yang mungkin tidak memberikan celah padanya agar diri kita masuk di dalamnya. Berhenti untuk larut dalam kondisi yang menyakitkan dan membeku. Terlalu sia-sia banyak waktu untuk berbahagia hanya untuk semua hal tersebut. Ada kamu dan orang-orang disekitar yang begitu menyenangkan dan begitu nyata. Membagi tawa dan candanya. Tanpa perlu lelah berimajinasi.

Bahagia itu ternyata sederhana, melihatmu tersenyum kepadaku. Selamat hari saraswati sayang.Mom luv u.

Comments

  1. Dear Ara.........
    Love U full Ara
    Miss u full ara

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Susahnya Mengajari Ara Sikat Gigi

Ara sekarang sudah satu setengah tahun. Baru beberapa hari lalu saya mengetahuinya dengan pasti. Setiap ada orang yang bertanya umurnya berapa, pasti saya selalu salah memberi informasi. Selalu kurang satu bulan. Saya masih menyangka dia berumur  17 bulan padahal ia kini 18 bulan. Satu setengah tahun. Padahal sewaktu dia masih hitungan bulan saya selalu pas menghitung umurnya lengkap dengan harinya. Ulang tahun pertama memang sangat berkesan, setelah itu ia akan tumbuh tanpa saya menyadari ia telah besar. It is a matter of time until i realize she is teenager (and i'm old :'( ). Oke cukup memikirkan saya, kembali ke Ara. Ia sudah lincah berjalan. Kadang ia menolak untuk digendong karena ia merasa terkekang dengan itu. Dengan berjalan ia bebas ke mana-mana meninggalkan saya yang mengejarnya sambil berteriak "no no no" . Ia pun kini mulai bisa menirukan bunyi-bunyian. Saya mengajarinya mengucapkan kata " thank u " dan " i love u ". So far, untuk ka...