Skip to main content

Life is Beautiful, Ara

Life is beautiful adalah sebuah film karya Roberto Benigni. Menceritakan tentang seorang ayah (Guido) yang ditawan di kamp konsetrasi Nazi karena ia adalah Yahudi Jerman. Di kamp konsetrasi Nazi Guido harus menyembunyikan anaknya ( Giosue) dari tentara-tentara Nazi. Guido yang diperankan oleh Roberto Benigni mencuri makanan untuk Giosue, menceritakannya humor agar anaknya tidak menangis. Guido bahkan meyakinkan anaknya bahwa di kamp itu mereka sedang melakukan permainan mengumpulkan poin. Siapa saja yang berhasil mendapatkan 1000 poin maka memenangkan sebuah mobil tank.

Peraturan permainannya adalah saat Giosue tak boleh menangis, tidak boleh mengeluh untuk bertemu ibunya, tidak boleh mengeluh soal makanan atau mengeluh lapar. Ketika ia melakukannya maka poinnya berkurang. Giosue pun harus terus bersembunyi dari para penjaga-penjaga kamp agar menghasilkan poin.

Sang ayah menjelaskan bahwa anak-anak lain pun berusaha bersembunyi untuk mengumpulkan poin dan para penjaga-penjaga Nazi itu adalah lawan mereka untuk merebut hadiah pertama. Sang ayah dengan piawai menanamkan sebuah imajinasi permainan di kepala sang anak di tengah penderitaan dan kesengsaraan camp konsetrasi Nazi. Sebuah kamp paling kejam di zaman perang dunia kedua. Mereka berada ditengah ketidakpastian akan hidup dan terancam setiap saat. Giosue hidup dalam imajinasi yang direka oleh ayahnya. Ia memiliki semangat untuk bermain dengan sungguh-sungguh dan memenangkan permainan.

Tak perlu kujelaskan padamu tentang perang dunia kedua, Nazi, kamp konsentrasi dan segala hal yang melatarbelakangi peristiwa itu. Jika kamu besar nanti kamu pasti akan tahu tentang peristiwa bersejarah itu. Di sini aku hanya ingin menceritakan tentang Guido, ayah Giosue. Begitu hebatnya ia berusaha menanamkan rasa optimis kepada anaknya. Menanamkan sebuah imajinasi akan keberanian dan tidak bersedih dengan segala kesengsaraan. Mengajarinya untuk tidak pantang menyerah dan berusaha sekuat tenaga untuk memenangi permainan. Guido mungkin berbohong pada Giosue, tapi menurutku ia memberikan kebohongan yang baik untuk anaknya. Ada kala kenyataan tak perlu diceritakan begitu transparan dalam hal ini tentang sebuah penderitaan dan peperangan agar jiwa yang sedang bertumbuh dalam tubuh kecil itu tidak menjadi pesimis dan kalah terhadap dunia.

Kita tidak sedang dalam kondisi perang, sayang. Segala hal nyaman ada disekitar kita. Mungkin juga kita tidaklah perlu membangun sebuah imajinasi tentang permainan untuk memenangkan mobil tank. Tapi disini rasanya aku juga harus sepandai Guido. Berusaha menumbuhkan jiwa optimis dalam dirimu. Kita mungkin belum menggunakan bahasa verbal. Yang kita pakai mungkin saat ini adalah bahasa tubuh. Kedipan mata dan juga mimik wajah. Tapi dirimu seperti bayi-bayi lainnya sangat peka pada bahasa-bahasa tersebut. Kamu mampu memahami jika bahasa tubuhku marah, tatapanku kesal, atau bahkan lebih dahulu menangis saat aku sedih.

Aku sedapat mungkin harus mampu memainkan peran layaknya Guido. Tidak memperlihatkan rasa yang sesungguhnya, hanya untuk menumbuhkan sikap positif dari dirimu. Aku harus dengan kreatif membuatmu tertawa. Ketika kamu menangis sedapat mungkin membuat mimik lucu untuk membuatmu tersenyum. Jika aku memandangmu, tatap matamu seolah memintaku untuk mengajakmu berbicara. Matamu seperti berkata "Mom, Entertain me Please!". Tak peduli sedih, kesal, marah, kangen, atau sekedar tak ada rasa aku harus mensetting wajah ceria dihadapanmu. Meski ada saat dimana aku sedih ataupun kesal. Tapi seorang ibu haruslah pandai membangkitkan semangat, menanam rasa optimis dan memberikan bahagia. 3 bulan sayang, semoga aku cukup memberikanmu rasa positif. Terlalu ideal mungkin. Saat kamu dewasa kamu pun akan memahami bahwa ibu pun seorang manusia. Biarlah saat ini, aku menjadi sangat ideal untukmu.

Ara, diakhir film Sebuah mobil tank muncul di halaman kamp konsetrasi. Guido memanggil Giosue dari tempat persembunyiannya. Mereka telah berhasil memenangkan pertandingan. Dan Giosue akhirnya berhasil menaiki mobil tank tentara Amerika. Indah, bukan?

La Vita e Bella, Ara…

Comments

  1. Anonymous11/02/2011

    oh, that baby bather ;) miss you nak, selamat tiga bulan... titi loves you :*

    (emsky_)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...

Cowok Cakep Yang Merasa Cakep Itu Bikin Ilfil

sumber :  lockhartfanclub.livejournal.com Judul postingannya panjang dan jelas. Cowok cakep yang merasa cakep itu bikin ilfil. Saya menarik kesimpulan entah sejak kapan. Mungkin sejak kuliah. Saya pernah punya pengalaman tentang cowok cakep yang merasa cakep yang makin mengukuhkan kesimpulanku itu. Waktu semester akhir kuliah, saya sering membantu senior saya menjadi front office di setiap acara yang diadakan LSMnya. Karena LSM ini fokusnya pada bidang demokrasi dan politik maka yang peserta pelatihannya adalah kalangan anggota Dewan atau anggota partai. Nah, pernah suatu hari yang menjadi peserta pelatihan adalah orang-orang muda berbagai parpol. Maka berdatanganlah para anak-anak muda yang kutaksir umurnya sekitar 25 sampai 30an tahun. Beberapa sekampus dengan saya. Tugas saya adalah memastikan mereka mengisi daftar hadir dan membagikan seminar kit. Isinya buku catatan, polpen, dan bahan materi. Karena kerjaan saya sekedar front office maka selesai membagikan seminar k...