Skip to main content

Huh........

Inikah rasanya bekerja di bank??? Seleuruh duniaku tersedot padanya untuk mendapatkan perhatian dariku. Terbangun jam 6 pagi dan dikejar waktu hingga jam 7.15 pagi. Bergegas agar tak mendapati tinta print warna merah pada aftar chek clock-ku. Mengerjakan tugas-tugas yang kadang begitu beresiko tinggi. Tak ada sela untuk memanjakan diri di kantor.

Akses ke dunia luar hanyalah serupa intranet yang tak terlalu up date. Semua jejakmu terekam oleh kamera. Tutur, laku, dan bahkan senyum harus selalu tersetting on pada wajah dan bahasa tubuhmu. Semua tampak mekanis. Adakah saat dimana aku bias mencuri sedikit waktu untuk membaca dan menulis. Entahlah, bagiku semua itu begitu tampak jauh sekarang.


Waktu berjalan begitu cepat. Tiap senin menuju jumat dan kembali lagi ke senin. Rasanya tak ada waktu untuk diri sendiri. Dunia ini membuatku sedih. Tapi ia selalu mengatakan padaku untuk menang di akhir cerita.

Entahlah….saat seperti ini yang paling menenangkanku adalah pelukan mamaku dan sentuhan hangatnya di keningku.


(ketika memilih untuk tak bahagia)

Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

Ara Belajar Ngomong

Serius Nulis Ara mulai suka ngoceh. Ada saja suara keluar dari mulutnya. Kadang jelas kadang juga tidak. Beberapa berhasil saya terjemahkan maksudnya. Beberapa mengalami missunderstand berujung pada rengekan atau aksi menarik tangan. Selain nonton lagu anak-anak, beberapa film anak-anak yang menurut saya cukup edukatif menjadi pilihan tontonannya. Saya memutarkan film Blue's Clues, Super Why, hingga Pocoyo. Serial Blue's Clues sudah kami tonton semua. Mulai dari sang pemilik Blue bernama Steve hingga beralih ke Joe adiknya di serial itu. Yang paling nyantol di kepalanya Ara adalah kata "think" sambil telunjuk memegang dahi. Itulah kata pertama yang ia ucapkan secara jelas setelah kata Mama dan Ayah. Entah kenapa kata ini yang melekat di kepalanya. Mungkin karena si Steve sangat aktraktif menyanyikan lagu jingle Blue's Clues terlebih dibagian "Sit down in thinking chair. Think, think, think". Ara juga suka bagian ketika surat datang. Dia akan i...

jurnalistik siaran, pindah kost-kostan, dan "capek deh!"

Akhirnya, kembali bisa menyempatkan diri sejenak ke Teras Imaji. Sedikit berbagi kisah lagi dengan diri sendiri. Sekedar untuk sebuah kisah klasik untuk Saraswati dan Timur Angin kelak. Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa bertahan sampai saat ini.meski tugas kuliah menumpuk. Keharusan untuk pindah pondokan. Kewajiban lain yang belum terselesaikan.Problem hati yang menyakitkan. Serta kontrak yang tersetujui karena takut kehilangan peluang meski tubuh ini harus sudah berhenti. Siang tadi (15 nov 06) seharian ngedit tugas siaran radioku. Tak enak rasanya pada teman-teman, memberatkan mereka. menyita waktu yang seharusnya untuk hal lain. Tak enak hati pada Pak Anchu, penjaga jurusan. yang tertahan hanya menunggu kami menyelesaikan tugas itu. Dengan modal suara fals nan cempreng toh aku pun akhirnya harus sedikit PD untuk membuat tugas itu. Meski hanya menguasai program office di komputer, toh aku harus memaksakan belajar cool-edit (yang kata teman-teman yang udah bisa merupakan sesuatu...