Skip to main content

Kost Idaman

Sudah tiga hari aku menjalani sebuah kerja yang setahun ke depan (untuk saat ini) menjadi rutinitasku. Masih terlihat ringan sekarang. Entahlah nanti. Tapi aku tak ingin ini mejadi lebih berat. Aku ingin menikmatinya seperti sebuah arena bermain. Yang di dalamnya hanya ada tawa berderai derai dan selalu ada hal yang menyeangkan.

Waktuku mungkin akan banyak tersita, tapi aku tak mau tahun ini aku melupakan mimpiku. Aku harus membuatnya ada setidaknya menjadi janin yang bentuknya sudah terlihat.

Aku butuh tempat untuk mengeraminya, memeliharanya. Tapi di sini, di daerahku sendiri aku tak begitu mengenalnya. Kota ini begitu asing. Semua tempat begitu penuh. Semuanya begitu jauh, dan tak cukup representative untuk ukuranku. Telah sering kota ini mengecewakanku dan menjadi trauma tersendiri buatku. Namun,kali ini aku harus menaklukkannya.

Aku butuh tempat untuk diriku sendiri.di tempatku sekarang pada dasarnya baik, tapi ada kesungkanan yang selalu muncul dan aku hanya tak mau itu terjadi. Sungkan akan mengkrangkeng semua kreativitasku.

Adakah yang ingin menunjukkan sebuah tempat yang nyaman bagiku. Cukuplah ia dengan kamar mandi di dalam kamar, tempat tidur, lemari, dan sebuah dapur kecil. Dan berada dalam jarak yang relatif dekat dalam defenisiku..

Somebody, help me…..

Comments

Popular posts from this blog

jurnalistik siaran, pindah kost-kostan, dan "capek deh!"

Akhirnya, kembali bisa menyempatkan diri sejenak ke Teras Imaji. Sedikit berbagi kisah lagi dengan diri sendiri. Sekedar untuk sebuah kisah klasik untuk Saraswati dan Timur Angin kelak. Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa bertahan sampai saat ini.meski tugas kuliah menumpuk. Keharusan untuk pindah pondokan. Kewajiban lain yang belum terselesaikan.Problem hati yang menyakitkan. Serta kontrak yang tersetujui karena takut kehilangan peluang meski tubuh ini harus sudah berhenti. Siang tadi (15 nov 06) seharian ngedit tugas siaran radioku. Tak enak rasanya pada teman-teman, memberatkan mereka. menyita waktu yang seharusnya untuk hal lain. Tak enak hati pada Pak Anchu, penjaga jurusan. yang tertahan hanya menunggu kami menyelesaikan tugas itu. Dengan modal suara fals nan cempreng toh aku pun akhirnya harus sedikit PD untuk membuat tugas itu. Meski hanya menguasai program office di komputer, toh aku harus memaksakan belajar cool-edit (yang kata teman-teman yang udah bisa merupakan sesuatu...

Pride and Prejudice : I’m Bewitched

Tak pernah kusangka saya akan jatuh cinta pada film Pride and Prejudice. Waktu kuliah dan masa-masa belum punya anak, saya tidak pernah tergerak untuk menonton film ini. Prasangka saya terhadap film ini sudah tumbuh sejak memiliki versi Film India di tahun sebelumnya. Mungkin karena hal itu saya kemudian tidak tertarik menontonnya.   Namun karena episode-episode drama korea yang aku nonton udah habis, ditambah kebosanan pada topik medsos yang masih heboh dengan pilpres, dan juga pengaruh hari valentine yang menyebabkan algoritma lapak streaming merekomendasi film-film romantis menjadi sebab akhirnya saya menonton film ini Semuanya berawal dari ketidaksengajaan menonton Atonement yang diperankan oleh Kiera Knightley. Film ini cukup bagus, meski di tengah jalan saya udah kena spoiler via wikipedia dan rada senewen dengan endingnya. Tapi kecantikan Kiera Knightley tetap mampu membuat saya menyelesaikan film itu sampai detik terakhir. Saking senewennya dengan ending Atonement, sa...

tentang buku

"...u can buy many book,but u can't buy a knowledge" 081383118xxx pesan itu sampai ke ponselku beberapa saat setelah aku mengeluh pada seseorang tentang buku "detik-detik menentukan" BJ.Habibie yang tak berhasil aku peroleh dari peluncuran bukunya di hotel clarion hari ini. iya mungkin benar...aku terlalu mengharapkan buku yang ditulis mantan presiden ketiga ini.padahal ku punya begitu banyak buku yang bertumpuk di kamar. Belum pernah aku jamah sedikit pun. aku tak tahu beberapa hari terakhir ini aku begitu jauh dari buku. jauh dari para pengarang-pengarang besar dengan segala masterpiece-nya. akuy begitu malas membaca. malas membuka tiap lembar buku tebal itu dan memplototi huruf-hurufnya yang kecil. "tahu tidak...buku bisa membawa kesuatu tempat tanpa kamu harus bergesr se-inci pun" kata-kata itu selalu keluar jka aku mengeluh sedang malas baca buku... entahlah aku begit malas mengetahui tiap isinya. aku hanya terpesona pada banyak tumpukannya di kam...