Skip to main content

Monkey ( The Five Ancestors)


Judul : Monkey ( The Five Ancestors) 
Penulis : Jeff Stone
Penerbit : Teen@Naura
Harga : Rp. 47.500

Malao mengikuti perintah mahagurunya untuk berpencar ke empat penjuru mata angin dan mencari rahasia masa lalu mereka, sayangnya ia selalu payah dalam soal arah. Ia berlari memutar dan mendekat ke kuil Changzen, kuilnya dulu, sebelum diserbu dan diduduki serdadu pimpinan Ying, bekas kakak seperguruannya dulu. 

Ia bertemu Hok (Bangau) dan berdua mereka mencuri jasad mahaguru untuk mereka makamkan secara layak. Hanya saja Malao adalah tipe anak yang ceria, terlalu malah, sehingga ia selalu menghindari sebuah kedukaan. Ia memilih pergi meninggalkan Hok dan bertemu dengan kawanan kera yang menyerbu kawanan bandit yang membawa berpeti-peti emas. 

Ia pun harus bertarung dengan Hung ( Beruang), bandit yang keberatan ketika kawanan monyet itu yang menyerbu emas-emas dibunuh. Ia pun kembali bertemu Seh ( Ular), yang berusaha tidak mengenalinya. 

Petualangan para biksu muda ini kembali berlanjut. Di buku kedua ini, Malao ( Monyet) penulis menceritakan dari sudut tokoh Malao, biksu muda yang menguasai teknij kung fu gaya monyet. Jeff Stone membuat karakter Malao sangat kocak dan gegabah lewat tindakan dan mulutnya yang begitu cerewet. 

Petualang buku kedua seri The Five Ancestors inu mulai seru. Pelan-pelan beberapa rahasia masa silam mulai terkuak. Tak perlu membacanya begitu serius karena cerita ini dituturkan begitu ringan tanpa berusaha menghadirkan misteri yang perlu ditebak. Cukup duduk dan membacalah dengan santai. Di buku ini semakin banyak pula karakter bernama Kanton yang berarti nama-nama binatang yang membuka tabir kemana petualangan para biksu ini berlanjut. 

Karena saya menghabiskan buku ini begitu cepat dan  tak sabar membaca buku ketiga maka saya memberikan 4 bintang.

Selamat membaca. (*) 

Baubau, 15 Desember 2013

Comments

Popular posts from this blog

Indecent Proposal

sumber foto : tvtropes.org Seorang bilyuner menawariku one billion dollar untuk one night stand dengannya. Aku bingung. Aku dan suami sedang tidak punya uang dan satu juta dollar begitu banyak. Mampu membiaya hidup kami. Disisi lain aku  mencintai suamiku, rasa-rasanya ini tidaklah patut. Tapi kami benar-benar tidak punya uang. Aku ingin melakukannya untuk suamiku. Aku mencintaiku dan tidak ingin melihatnya terlilit utang. Kami memutuskan mengambil tawaran itu. This is just sex bukan cinta. Ini hanya tubuhku. Aku dan suami memutuskan setelah semalam itu, kami tidak akan mengungkitnya lagi. Setelah malam itu. Kami berusaha menebus  properti kami yang jatuh tempo. Sayangnya, bank telah menyita dan melelangnya. Seorang pengusaha telah membelinya. Kami putus asa. Suamiku tiba-tiba berubah. malam itu, Ia mempertanyakan apa yang saya dan bilyuner itu lakukan. Padahal kami sepakat untuk tidak mengungkitnya. Saya menolak menjawab pertanyaannya. Saya tidak ingin lagi menginga...

Give Up

Hari ini entah kenapa aku merasa tak berada di mood baikku. Uring-uringan dan merasa pengen pulang. Aku harus menulis sesuatu. Jalan-jalan ke Museum seminggu lalu belum aku tuliskan di blog ini. Entah kenapa aku tiba-tiba kehilangan passion untuk menulis. Otakku terasa tumpul. Dan aku menangis akan itu. Aku melalui hari tanpa sesuatu yang berarti. 24 jam berlalu begitu saja. Aku tak memaknainya dengan apapun. Aku seperti menghentikan hidupku di sini dan tak bergerak. Tak ada upaya yang begitu keras memulai segalanya. Aku merasa begitu lemah. Aku adalah pecundang yang cuma berani bermimpi. Tak pernah menjadi petarung yang benar-benar sanggup menantang dunia. Aku menangisi diriku yang hanya mampu memandang iri dan melihat kelemahanku. Menyalahkan rutinitas dan waktu yang lowong adalah apology paling memalukan yang sering aku lakukan. Aku tak lagi tahu apakah aku tetap harus terus mempercayai bahwa mimpi memiliki kekuatan. Aku tiba pada titik bahwa mimpi itu bisa melenakan dan kau harus t...

Kenshin Sang Batossai

Rurouni Kenshin Saya bukan penggemar manga. Tapi kalo sekedar tahu lumayan sih. Meski kadang juga nda tau. Tapi untuk serial Samurai X saya lumayan tahu dari serial kartun yang pernah ditayangkan di salah satu tivi swasta di Indonesia meski nda terlalu ngikutin. Yang pasti saya pernah nonton serial kartunnya episode pertama dan terakhir. Hahahaha. Saya cukup malas untuk mengikuti semua episodenya meskipun kakak ipar saya punya koleksinya dan suami saya pernah cukup intens menonton serialnya. Nah, pas tahu kalo Samurai X ini dibuat live action, maka segeralah saya mendownloadnya. Mumpung berada di negara dimana mendownload tak membuat saya harus menangis saking lambatnya, maka dengan hati yang riang dan beberapa kali klik Rurouni Kenshin sudah menari-nari di depan mata saya sambil mengibas-ngibaskan Katana tumpul miliknya. Ceritanya tidak berbeda dengan serial kartunnya. Dibuka dengan akhir peperangan Bakumatsu di awal era Meiji, Kenshin memutuskan untuk berhenti menjadi samurai...