Skip to main content

Kisah Sore Ini

Sore ini mama jengkel sama Ara. Ara nda mau makan. Maunya dekat mama tapi saat disendokkan makanan dengan sigap memalingkan muka. Mama marah sama Ara. Ara kalo pergi main sama Khanza suka seenaknya saja. Giliran mama yang tiba-tiba pergi, Ara nangis kejar-kejar. Padahal Mama cuma di toilet. Ara bakal menangis sesunggukan di pintu toilet. Menangis sedih.

Mama mogok ngobrol sama Ara. Tiap Ara menangis mama cuek. Mama menjauh dari Ara. Ara akan menangis keras. Mama tetap cuek. Sampai Ara datang mendekat sambil merangkak. Merebahkan kepala ke pangkuan Mama. Mama masih marah. Entah kenapa rasa mama begitu putus asa memberi makan. Entah itu kamu menolak tiap suapanku atau kamu buang makanannya.

Mama tiduran di kasur dan kamu datang menangis kecil-kecil. Meminta perhatian. Seperti paham bahwa mama sedang marah. Kamu berusaha menarik perhatian. Naik ke badanku, memukul-mukul mukaku dan melakukan banyak hal lain.

Mama marah Ara, tidak padamu. Tapi pada diriku sendiri...(*)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dongeng Kita

Siang ini aku terjaga dari tidur panjangku. Seperti seorang putri tidur yang terbangun ketika bibirnya merasakan hangat bibir sang pangeran. Tapi, aku terjaga bukan karena kecupan. Namun karena aku merasakan indah cintamu di hariku. Mataku tiba-tiba basah. Aku mencari sebab tentang itu. Namun yang kudapati haru akan hadirnya dirimu. Memang bukan dalam realitas, namun pada cinta yang telah menyatu dengan emosi. Kita telah lama tak bersua. Mimpi dan khayal telah menemani keseharianku. Tiap saat ketika aku ingin tertidur lagu nina bobo tidak mampu membuatku terlelap. Hanya bayangmu yang selalu ada diujung memoriku kala kuingin terlelap. Menciptakan imaji-imaji tentangmu. Kadang indah, kadang liar, kadang tak berbentuk. Tapi aku yakin ia adalah dirimu. Menciptakan banyak kisah cinta yang kita lakoni bersama. Aku jadi sang putri dan dirimu sang pangeran itu. Suatu imaji yang indah...

Waxing Is Torture

Karena tuntutan zaman kekinian yang membuat standar bahwa halus itu indah, maka saya membeli waxing. Hahaha. Oke, keliatan lucu tapi bener gue beli waxing. Saya agak nda setuju sih sama standar kehalusan masuk pada kategori indah, some things roughly beautiful. Saya lebih ke paham yang rapi itu indah. Hehehe.  Mencabuti semua bulu dari tubuh juga bukan gaya hidup yang mesti dilakukan. Sependek ingatan saya cuma sekali pernah nyukurin semua bulu kuduk itu pun karena coba produk pasaran.  Nah, nge-wax kali ini pun disponsori oleh rasa penasaran terhadap sebuah produk Wax. Namanya Sugarpot wax. Cara kerjanya mirip dengan nge-wax di salon kecantikan. (Hmmm...gue ga pernah sih coba waxing di salon, tapi mirip-mirip itu lah). Satu kemasan berupa pot kecil dilengkapi dengan spatula dan kain washable.  Caranya gampang, olesin wax kebagian  bulu  yang ingin dihilangkan, kemudian lapisi dengan kain. Biarkan selama 10 detik kemudian tarik berlawanan arah tumbuh bulu. ...