Skip to main content

Mirisnya Museum Kota Makassar



Museum selalu identik dengan debu, benda tua, foto-foto zaman dahulu dan segala romantisme masa lalu. Hal itulah yang terlihat di museum kota Makassar. Sudah lama aku penasaran dengan museum kota Makassar. Aku tak memiliki ekspektasi tinggi soal museum ini. Hanya saja tidak lengkap rasanya tidak menjajali museum yang cukup dekat di area karebosi.

Museum kota Makassar berada di samping gereja protestan dan kantor balaikota Makassar.
Gedung tua yang didirikan pada tahun 1916  ini masih berdiri kokoh. Meski catnya mulai kusam dan termakan usia. Di pintu masuk terdapat meriam, serupa property selamat datang. Di ruang bagian depan terdapat beberapa becak yang ditata seperti menjemput tamu. Di dinding-dinding terdapat lukisan syek yusuf dan sultan hasanuddin ukuran besar. Koleksi-koleksi museum tersebar di beberapa ruangan.  Di ruang depan sebelah kanan terdapat sebuah piao yang menjadi koleksi museum. Tidak terdapat penjelasan apapun soal piano tersebut. Hanya sebuah larangan untuk tidak menyentuhnya saja yang dipasang di badan piano.

Diruangan itu terdapat pula foto-foto Makassar tempo dulu, patung dan medallion  ratu Welhelmina, medallion yang cukup besar. Sendirian menjejaki ruangan itu mampu membuat bulu kudukku merinding.
Di ruangan lain terdapat koleksi uang kuno jaman pemerintahan belanda hingga Indonesia. Beberapa koleksi uang masih aku pakai waktu jaman kecil dulu. Sayangnya untuk koin-koin lama semua koleksinya mulai karatan dan menghitam. Sehingga gambar pada permukaan koin tidak lagi tampak. Padahal jika dipulas sedikit dengan krim pengilat saya yakin karatannya bisa hilang. Tapi mungkin ada proses perawatan tersendiri dari koleksi-koleksi koin tersebut.

Koleksi museum ini dominan adalah foto-foto tua. Mulai dari bangunan-bangunan yang pernah ada di Makassar hingga kegiatan-kegiatan para pejabat zaman dahulu kala. Saya paling tertarik pada bangunan=bangunan tua yang pernah ada di Makassar. Sayangnya, pada foto-foto itu tidak dijelaskan dimana letak bangunan tersebut dulunya dan menjadi apa tempat bangunan itu berdiri sekarang.Saya hanya mampu mereka-reka dimana letak bangunan-bangunan itu.

Terdapat pula koleksi baju-baju dari beberapa daerah. Baju adat Makassar, bugis, China, dan India. Dokumen-dokume perjanjian Bongaya, perang Makassar, dan relief-relief yang dtemukan di beberapa daerah. 

Dilantai 2 terdapat sebuah ruangan yang berisi manekin-manekin yang memakai baju adat Makassar lengkap dengan Lamming ( tempat duduk pengantin), Bosarak (wadah kue), dan gelas-gelas emas. Ruang ini layaknya seperti prototype acara pesta pernikahan atau jamuan para bangsawan.

Selain itu terdapat pula ruangan yang khusus memajang benda-benda milik H.M Patompo, Walikota Makassar  pada tahun 1970an. Gedung museum ini dulu menjadi tempat kerja walikota Makassar yang cukup terkenal itu. 

Banyak koleksi yang cukup edukatif di museum kota Makassar, namun tampaknya perawatan yang minim da sekedar memajang koleksi-koleksi. Lemari-lemari kaca berdebu dan tidak diremajakan. Informasi-informasi pada label-label pajangan pun tidak diupdate. Harusnya juga ada perubahan kota Makasar dari tahun ke tahun. 

Ya, seperti itulah museum di Indonesia pada umumya. Minim perawatan dan hanya sekedar sebagai tempat pajangan barang-barang masa lalu.
Setidaknya, saya sudah menjawab rasa ingin tahu saya tentang museum kota Makassar.

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum Salju Mencair

Dua hari ini Athens diselimuti awan hitam. Mendung. Cuaca menjadi dingin. Hujan pun turun. Kemarin cuaca mencapai titik minus. Titik hujan jatuh ke bumi menjadi butiran salju. Angin bertiup kencang. Pohon-pohon pinus tunduk patuh pada gerak angin. Tengah malam kristal-kristal beku itu mencumbui tanah Athens. Jutaan butir yang bertumpuk menutupi tanah, jalan, dan segala permukaan yang dijangkaunya. Permadani putih seketika terhampar menyelimuti bumi. Seperti kepompong yang menyelubungi ulat untuk menjadikannya kupu-kupu. Ini salju nak, coba yuk! Hingga pagi hujan salju masih belum reda. Butiran es itu seolah bersuka cita turun ke bumi. Meliuk-liuk mengikuti gerak angin hingga mendarat dengan sempurna di tanah. Mereka seakan berpesta dan enggan mengakhirinya. Hingga siang, butiran-butiran itu seakan tidak jenuh untuk terus meninggalkan jejak. Kulihat seseorang menuntun anjingnya bermain di tengah salju, Bodoh pikirku bermain-main di salju yang dingin. Bikin frosty ternyata s...

Dunia Kafka, Dunia Surealis Murakami

Judul : Dunia Kafka ( Kafka On The Shore) Penulis : Haruki Murakami Penerbit : Alvabet Kafka Tamura, anak laki-laki 15 tahun memutuskan pergi dari rumahnya di Nakano meninggalkan ayahnya. Dengan tujuan menjauh dari ayahnya yang tidak lagi peduli dengannya dan mencari ibu dan kakak perempuannya. Ia lari ke Takamatsu dan tinggal di sebuah perpustakaan.  Nakata, pria paruh baya yang karena sebuah peristiwa pada saat perang kehilangan kemampuannya untuk membaca, menghitung, namun menguasai bahasa kucing. Hingga suatu hari ia harus membunuh seseorang untuk menyelamatkan sebuah kucing.  Dua tokoh ini memiliki cerita berbeda pun memiliki keterlibatan secara tidak langsung. Dengan label surealis pada sinopsis buku ini, maka pembaca harus siap menemukan cerita yang tidak mampu diterima logika. Dunia di luar materi, yang tidak terikat waktu.  Tapu bukan Murakami namanya kalo tidak menyisipkan renungan panjang dalam ceritanya. Menurut pembacaan saya, Murakami mencampur bumbu kegalau...

Urus Paspor, Kupikir Jadi Lebih Baik. Nyatanya...

Saya kembali harus berkutat dengan pengurusan paspor di kantor Imigrasi klas 1 Makassar. Kali ini paspornya Ara. Bayi kecil yang belum cukup setahun itu belum juga punya KTP tau-taunya sudah harus mengurus paspor. Mengurus paspor untuk anak dibawah 17 tahun tak ada bedanya dengan orang dewasa. Kartu keluarga, akte lahir, ditambah surat pernyataan dari orang tua dan KTP orang tua. Surat pernyataan biasanya diperoleh saat mengambil formulir pengajuan paspor. Sebenarnya untuk formulir tidak dikenakan tarif. Tapi entah kenapa di imigrasi makassar satu lembar formulir dikenakan harga 20.000 rupiah (formulir,sampul paspor, dan Map). Sedangkan jika ditambah surat pernyataan maka totalnya 28.000 rupiah. Awalnya estimasi waktu pengurusan kupikir akan cepat. Namun ketika memasukkan berkas, KTPku tidak sesuai dengan alamat di Kartu keluarga. KTPku masih KTP bone sedangkan kartu keluarga beralamat Baubau. Jadilah menunggu resi KTP dari Baubau. Mengurus paspor tidaklah seperti mengurus KTP...