Butuh keberanian untuk mengingat. Butuh keberanian untuk melupakan. Karena dalam ingatan selalu ada rindu. Dan rindu lebih menyakitkan dari patah hati...
Bajunya : Off To Grandma's Karena neneknya Ara berkunjung ke Makassar, maka saya pun harus membawa Ara ke Makassar untuk bertemu neneknya yang telah datang jauh-jauh dari Bau-bau. Sekalian bertemu dengan tante (Kak Atun) dan sepupunya, Cakra untuk pertama kali. Ara baru 40 hari lebih. Belum cukup dua bulan. Ini adalah perjalanan pertama kami berdua. Saya hanya membawa satu ransel baju. Sudah dengan pakaianku dan pakaiannya. Sedapat mungkin pakaian yang dibawa sedikit mengingat saya membawa bayi dan agak susah mengangkat tas sekaligus. Semua orang yang saya temui akan heran dan terkejut melihat saya hanya berdua dengan bayi saya yang umurnya belumlah cukup dua bulan. Saya cukup tangguh? Tidak juga, hanya keadaan yang memaksa demikian. Untungnya Ara tidaklah terlalu rewel diajak pergi-pergi. Selama perjalanan Bone-Makassar dia hanya dua kali terbangun untuk minum Asi, sisanya ia memilih tidur. Mobil yang kutumpangi overload sebenarnya, tapi untungnya penumpang yang berdamp...
justru rindu sangat membahagiakan
ReplyDeletekarena dalam rindu selalu ada misteri,dalam rindu kita selalu menebak-nebak,apa jadinya.... bagaimana jika.... seandainya...
ReplyDeleteRindu selalu memicu kita untuk berharap...berharap bertemu, berharap dipeluk, berharap dicintai ( lagi )....
ReplyDelete