Butuh keberanian untuk mengingat. Butuh keberanian untuk melupakan. Karena dalam ingatan selalu ada rindu. Dan rindu lebih menyakitkan dari patah hati...
Aku tak punya kisah untuk dibagi kali ini. Aku hanya punya serpih-serpih kata yang numpang lewat saat istirahat siang atau kala jelang tidur. Mungkin ada kesamaan kisah yang tak sengaja. Atau mungkin ada cemburu yang memantik. Maaf...ini hanyalah sebuah Serpih Pikiran. Hanya sebuah fiksi yang sempat meminta ijin lewat di ruang tamu benakku. Serpihan Pertama : Aku merindukanmu. Masih kuceritakan padamu sebuah dongeng pekan lalu. Dan selang pekan itu semua telah berubah. Kau tak lagi menemaniku bercerita lewat dunia maya. Aku belajar mengucap pisah untuk deadline kepergian. Aku belajar (lagi) memaknai sebuah kehilangan dan keikhlasan. Masih kuingat kurangkai cerita yang mampu membuatmu tertawa dibenakku. Mengimajinasi tentang sebuah sua dan sebuah percakapan panjang Serupa pangeran bertemu putri. Semua rasa itu kini berubah. Rasa yang dihadirkan sang pangeran dan putri pun menghilang. Aku tersadar bahwa hidup adalah nyata dan dongeng-dongeng itu hanya imaji liarku yang keti...
justru rindu sangat membahagiakan
ReplyDeletekarena dalam rindu selalu ada misteri,dalam rindu kita selalu menebak-nebak,apa jadinya.... bagaimana jika.... seandainya...
ReplyDeleteRindu selalu memicu kita untuk berharap...berharap bertemu, berharap dipeluk, berharap dicintai ( lagi )....
ReplyDelete