Skip to main content

Barang-barang yang menemaniku saat ujian :


1. Jas almamater unhas yang kudapat saat bina akrab waktu aku maba. Yang menemaniku demo BBM 2005 lalu. Ia juga sempat kubawa ke bali untuk PJTL di unud (sempar bertukar kancing). Dan ia kembali lagi menemani saat ujianku (sampai ia dipakai kemarin satu kancingnya berlogo unhas satunya lagi berlogo widyagama).

2. Sandal jepit orange yang tali sudah hampir putus yang menjadi langganan teman kost-kostan untuk dipakai ke toilet.(saat tulisan ini di posting, sandal itu sudah putus...:(


3. Sepatu hak tinggi (lumayan tinggi menurutku) yang kubeli khusus untuk ujian ini.


4. Kemeja putih dan rok hitam sebetis yang telah diniatkan sebagai seragam ujian.


5. Notebook yang membantuku merekam tiap huruf dari skripsiku.


6. Tas jinjing warna orange yang kudapat dari sebuah peluncuran buku di kampus.


7. Dua buku pamungkas (jurnal tentang citizen journalisme dan makassar di panyingkul).


8. Draft skripsiku yang telah aku tandai dengan “post it” dan penuh coretan teori.


9. Ransel yang kubeli dari hasl THR dari seseorang.


10. Terakhir, my pathetic handphone yang telah mampu aku pahami waktu moodnya.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berprasangka Baik

Allah SWT berfirman : "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat - Ku ketika ia sendirian, maka Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam kelompok, niscaya Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Jika ia mengingat - Ku dalam jarak sejengkal, maka aku mendekatinya dengan jarak satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan mendekat padanya dalam jaran satu depa. Apabila ia datang kepada - Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil. (HR Ibnu Majah ; hadist sahih).

Bertemu Kawan Lama

Aku bertemu kawan lama. Seseorang yang padanya aku pernah iri akan cara penulisannya. Kami pernah belajar sama-sama tentang bagaimana menulis itu. Ia akan beranjak pergi. Meninggalkan Makassar dan menjadi orang yang dituntut oleh dunia kerja.Seperti aku yang juga telah beranjak. Tapi kami berjanji untuk terus menulis. Sebuah upaya yang paling merdeka yang masih kami punya semagai manusia merdeka. Yang menjadi tameng kami melawan lupa.

Pertemuan

Adakah pertemuan begitu penting? Ketika seorang manusia bertemu dengan manusia lain maka aksi reaksi terjadi. Aku bertemu denganmu dan kamu bertemu denganku. Kita berdua kemudian berbagi tentang diri kita. Nama, pekerjaan, hobi, alamat, semacam sebuah curriculum vitae lisan. Kita berbagi banyak hal. Kesamaan dan juga perbedaan. Kita akan meminimalisir perbedaan. Menggali banyak kesamaan. Namun sesekali kita akan mengungkapkan perbedaan agar kita saling memahami dan mengerti bahwa perbedaan bukanlah sebuah halangan. Dari perbedaan itu pula kita akan saling berbagi pengetahuan. Mengisi kekosongan pengetahuan. Di akhir pertemuan kita akan berkata selamat tinggal atau mungkin berkata sampai ketemu lagi. Beberapa pertemuan hanya terjadi sekali. Beberapa manusia hanya terjalin pada satu interaksi. Aku kadang bingung yang bertemu meski sekali itu adalah sebuah yang perlu disyukuri atau tidak. Mungkin si A mengenal si B, entah lewat sarana apa. Namun si ...