Skip to main content

Posts

When Bengo Meet Ternate

Cinta selalu misterius. Tak pernah mampu ditebak. Mungkin seperti itu yang terjadi dengan seorang tetanggaku di kampung. Aku mengenalnya sebagai seorang kakak kelas waktu SD dulu dan teman main waktu kecil di mesjid. Kami tidak begitu dekat. Tapi aku mengenalnya dan dia mengenalku. Beberapa waktu lalu ketika aku pulang kampung aku bertemu dengannya. Tepatnya semobil dengannya. Kami menumpangi mobil yang sama. Tepatnya dia mencarter mobil tersebut untuk menjemput seseorang di bandara. Awalnya aku tak tahu cerita itu. Namun sang sopir begitu antusias menceritakan kepada penumpang lain tentang cerita pertemuan perempuan asal kampungku itu dengan seseorang di bandara. Ini adalah pertemuan pertama mereka. Sang pria adalah orang Ternate. Mereka saling kenal lewat telepon. Entah berapa lama mereka berkomunikasi lewat telepon hingga sang pria memutuskan untuk datang ke Makassar dengan tujuan ke Bengo demi perempuan tersebut. Aku selalu tak mempercayai se...

Goodbye Little Boy

Sebulan takkan pernah cukup merajut apa-apa antara kita. Aku jarang melihatmu.Ketika kamu lahir hanya sekali aku bertemu denganmu. Setelah itu ketika Tuhan mengijinkan kita bertemu lagi aku hanya mampu melihatmu sekilas. Dalam tubuhmu yang begitu kecil dan tak berdaya. Tak kutahu bahwa kamu sedang sakit. Aku pikir semua baik-baik saja.  Malam terasa begitu melelapkan semalam. Tetapi aku terbangun dengan keterkejutan melihatmu membiru dan terengah-engah. Aku pikir semua akan baik-baik saja ketika kita telah sampai rumah sakit. Tapi ternyata Tuhan tidak menghendaki demikian. Ia punya rencana lebih baik untukmu. Mungkin aku bukan kakak yang baik. Tapi aku telah berusaha semampuku. Ada di sana bersamamu. Namun tak pernah kusanggup melihat ketika para medis menekan dada kecilmu. Dada yang sanggup lumer di telapak tangan mereka. Aku tak pernah sanggup melihat wajahmu yang membiru dan tak punya daya untuk bernafas. Aku belum sempat menciummu. Menggendongmu atau bahkan bermain-main deng...

June, I Remember....

Aku berkenalan dengan Juni. Belum cukup bilangan tahun. Tanahnya kering. Mataharinya cerah. Tapi ia selalu mampu menumbuhkan tanaman. Ada bunga bermekaran di taman milik Juni.Aku tak perlu memupuknya. Tumbuhan itu akan terus bertumbuh. Sesekali aku berusaha membabatnya. Tapi tetap saja ia terus bertumbuh. Bahkan terus bertumbuh dari sebelumnya. Juni selalu membagiku cerita. Meski kadang ia lebih memilih diam dan aku yang cerewet.Setiap hari dalam juni membekas kuat di ingatanku.Tiap hari aku selalu mampu membuat satu cerita bersama Juni. Hingga aku jatuh cinta padanya. Selalu ada yang menyenangkan yang dia janjikan. Meski kadang hanya menggantung di ujung fantasi. Juni menawanku dalam belitnya. Aku tak lagi mampu bergerak. Setiap kali aku ingin beranjak darinya ia seperti tak mampu melepaskanku. Atau mungkin aku yang tak mampu melepaskannya? Selalu ada selamat tinggal yang aku siapkan di ujung lidah. Telah berkali-kali kusebutkan dalam bahasa tubuh, namun tetap saja aku tak pernah b...

Mirisnya Museum Kota Makassar

Museum selalu identik dengan debu, benda tua, foto-foto zaman dahulu dan segala romantisme masa lalu. Hal itulah yang terlihat di museum kota Makassar. Sudah lama aku penasaran dengan museum kota Makassar. Aku tak memiliki ekspektasi tinggi soal museum ini. Hanya saja tidak lengkap rasanya tidak menjajali museum yang cukup dekat di area karebosi. Museum kota Makassar berada di samping gereja protestan dan kantor balaikota Makassar. Gedung tua yang didirikan pada tahun 1916  ini masih berdiri kokoh. Meski catnya mulai kusam dan termakan usia. Di pintu masuk terdapat meriam, serupa property selamat datang. Di ruang bagian depan terdapat beberapa becak yang ditata seperti menjemput tamu. Di dinding-dinding terdapat lukisan syek yusuf dan sultan hasanuddin ukuran besar. Koleksi-koleksi museum tersebar di beberapa ruangan.  Di ruang depan sebelah kanan terdapat sebuah piao yang menjadi koleksi museum. Tidak terdapat penjelasan apapun soal pia...

Listrik Rumah Disegel

Listrik rumah disegel. Waaaahhhh!!!!!! Bumi gonjang ganjing. Tak ada listrik. Tak ada kipas angin. Kulkas tidak dingin. Tak bisa men-charge handphone. Dan semua-semuanya yang bergantung pada listrik. Ini rumah kakakku, tapi sepertinya aku belajar untuk memiliki rumah sendiri. Bagaimana nantinya   jika harus bayar rekening listrik, air, dan sebagainya. Ternyata mengurus rumah tak pernah semudah yang aku bayangkan. Banyak hal remeh temeh yang perlu dibayar tepat waktu agar segala hal bisa tetap berjalan. Seperti listrik ini misalnya. Menunggak 3 bulan bisa langsung tersegel. Itupun plus denda-denda yang harus dibayar. Jika lalai tidak bayar sampai 5 bulan, siap-siaplah untuk pencabuta n secara permanen dan jika pasang kembali harus bayar seperti pasang baru. Harga pasang baru sekitar Rp. 900.000. Dan siapa yang bisa hidup tanpa listrik. Teknologi benar-benar membuat manusia ketergantungan. Ini adalah hal-hal remeh yang perlu diperhatikan. Aku ...

Morning Glory (Film)

Adalah Becky Fuller (Rachel McAdams) seorang producer acara berita dipecat dari kantornya dengan alas an pengurangan beban tenaga kerja. Ia pun berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan di stasiun televise kembali. Hingga akhirnya ia dipekerjakan sebagai eksekutif producer pada acara berita pagi “DayBreak” di stasiun TV IBS. Acara berita pagi ini telah mengudara sejak 40an tahun dan perlahan mengalami penurunan ratting. Becky harus berusaha keras untuk membuat acara ini tetap bertahan dan memiliki ratting tinggi. Di hari pertamanya bekerja ia pun lantas memecat pembaca beritanya dan menggantinya dengan Mike Pomeroy (Harrison Ford), seorang jurnalis senior pemenang berbagai piala bergengsi ditingkat jurnalistik yang tidak lagi memiliki acara di televise tapi masih berada di bawah kontrak IBS. Mike Pomeroy terpaksa menerima tawaran Becky karena ia telah vacuum 6 bulan bekerja dan hal tersebut mengancam kontraknya di IBS. Tapi tak mudah bekerja dengan Mike. Standar berita baginya ada...

Pada Sebuah Beranda

Siapa yang tak mengenal bondan winarno. Presenter pembawa acara kuliner di televisi. Mempopulerkan istilah “Mak Nyus” untuk tiap komentar enak tentang makanan yang dimakannya. Tapi hanya sedikit yang tahu bahwa ia adalah seorang wartawan senior yang telah malang melintang di dunia jurnalisitik. Memiliki segudang pengalaman liputan. Bahkan pernah membuat salah satu laporan investigasi yang mengungkap sebuah kasus. Namun tak hanya sisi jurnalistik, Bondan Winarno pun seorang penulis sastra yang cukup ciamik. Beberapa waktu lalu seorang teman mengirimkan fotokopian kumpulan cerpen Bondan Winarno yang berjudul “Pada Sebuah Beranda”. Buku ini sudah lama aku cari di toko-toko buku. Namun tak kunjung aku temukan. Hingga seorang teman berbaik hati mengirimkan fotokopiannya yang bersumber di perpustakaan kotanya. Ada 25 cerpen yang dimuat dalam buku tersebut. Pada Sebuah Beranda ini diterbitkan oleh Bondan Winarno sebagai kado ulang tahun untuk dirinya sendiri yang dalam istilahnya “Celebrat...

Ranah 3 Warna : Sekali Lagi Tentang Mimpi dan Upaya Keras Mewujudkannya

Setelah menuliskan kisah kehidupan pesantrennya di buku negeri 5 menara, Fuadi kembali menuliskan kisah perjalanan hidupnya selepas sekolah di pesantren. Kisah itu ia bukukan dalam judul “Ranah 3 Warna”. Setelah lulus Pesantren sekolah yang diinginkan oleh ibu dan ayahnya, Alif berniat melanjutkan sekolahnya ke Universitas. Mengejar cita-citanya masuk ke ITB dan menjadi seperti Habibie. Namun, tidak semudah itu langkah yang harus dia tapaki. Lulusan pesantren harus memiliki ijazah setera SMA agar bisa ikut Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMPTN). Tak mudah memperlajari pelajaran dari kelas 1-3 dalam beberapa bulan. Namun ia tak patah semagat hingga akhirnya lulus ujian persamaan. Namun kendala berikutnya adalah saat ia ingin mengambil jurusan IPA pada saat UMPTN. Ia tak yakin bisa lulus di ITB. Alif pun lantas memilih untuk berkompromi dan memilih jurusan IPS. Dan jurusan Hubungan Internasional-lah yang menjadi pilihannya dan mengantarnya merajut mimpi-mimpinya untuk menginjakkan kaki...

Happy Birthday

Ritual ini selalu ada. Menulis sebagai kado ulang tahun. Namun kata terlalu miskin untuk semua itu. Banyak waktu yang telah kita lalu bersama. Kadang untuk menulis tentangmu pun aku tak lagi mampu menemukan kata yang mewakilinya. Kamu hadir dalam segala penerimaan akan diriku. Aku selalu tahu kasihmu tak pernah kering. Membiarkanku merdeka dengan segala pilihan-pilihanku. Kamu selalu ada. Tak pernah sedikitpun berkata tidak. Untuk setiap manja dan segala hal konyol yang kulakukan. Mengikuti logika yang kupakai. Memaafkan setiap salah. Dan selalu mampu membuatku tertawa dengan banyak cerita yang selalu kamu ulang. Selamat ulang tahun, tak lama lagi ketika aku merindukanmu tak semudah sekarang saat aku memintamu menelponku…

Nibiru dan Ksatria Atlantis : Kisah Fantasi Ciptaan Tasaro

Tasaro menjadi salah satu satu penulis paling produktif di Indonesia. Genre tulisannya pun beragam. Mulai dari petualangan pendekar perempuan zaman Majapahit- Samita, Kisah TKW dalam Galaksi Kinanthy, Kisah Muhammad dalam novel Lelaki Penggenggam Hujan, hingga kisah fantasi anak-anak berjudul Nibiru dan Kesatria Atlantis. Nibiru dan Kesatria Atlantis menjadi buku paling tebal dari semua buku yang pernah ditulisnya hingga saat ini. Bercerita tentang sebuah pulau bernama Kedhalu di tahun 13.359 Masehi. Saat dimana bentuk daratan-daratan di muka bumi belumlah seperti yang sekarang. Di Kedhalu tiap orang memiliki kekuatan yang disebut Pugabha. Pugabha adalah kekuatan halus yang dimiliki setiap orang jika dilatih secara terus menerus. Ada delapan Pugabha. Pugabha Nyegay , penguasa satwa. Pugabha pesam , penguasa kekebalan. Pugabha Sutha , penguasa kekuatan raksasa. Pugabha Nyinaw , penguasa ketakkasatmataan. Pugabha wanyi , penguasa tirai gaib. Pugabha kyrany, penguasa ruang dan wa...

29 Mei….

Aku terbangun. Hujan deras di luar sana. Penunjukan waktu telah berada di angka delapan lewat sekian. Cukup nyenyak setelah menonton laga final Liga Champion dini hari tadi. Tadinya kuberpikir matahari akan membuat terbangun lebih cepat, tapi hujan melelapkan tidur. Membuai mimpi. Dan melepaskan lelah. Aku membuka fesbuk. Masih ada sisa-sisa status tentang laga final yang dimenangkan Barca. Aku tidak terlalu mengambil pusing, bagiku menonto sepakbola adalah sebuah hiburan tanpa perlu menjagokan siapapun. Aku tertarik membaca note dari kakakku Ipah, “3 Tahun sudah…”. Tak mampu aku terka isinya sebelum handphoneku menampilkan penuh tulisan itu. Sampai pada detik terakhir aku tersadar, ini adalah hari dimana aku selalu mengenang sebuah perih yang membasahi mata. Mungkin karena itulah hujan turun hari ini. Suasana yang sama dinginnya seperti 29 mei tiga tahun lalu. Aku mengantarmu pulang ke rumah. Setelah hampir dua minggu menemanimu dalam perawatan intensif.Melihatmu selalu membu...