Skip to main content

Seragam Jilbab

Aku beruntung telah melalui SD, SMP, dan SMA. Mengapa? Karena anak-anak sekolah sekarang telah diwajibkan memakai jilbab untuk seragam sekolahnya. Seragam lengan pendek dan rok selutut telah menjadi sebuah romantisme. Tak ada lagi yang boleh memakainya, khususnya di kabupatenku, bone. Bahkan siswa non muslim pun harus memakai rok panjang, baju lengan panjang, minus jilbab.

Seragam itu menurutku menjadi paksaan bagi mereka untuk mengikuti syariat islam. Yang dimana ketika mereka berada diluar jam sekolah dengan bebas memakai baju ketat dan rok pendeknya. Jilbab itu tak lagi dari hati.

Aku tiba-tiba mengingat seorang kawan yang telah menjadi guru SD di Palu. Sejak SMA kelas satu ia telah memakai jilbab atas kemauannya sendiri. Bahkan ketika aktivitas diluar sekolah pun ia masih memakai jilbab. Inilah yang kumaksud dengan berjilbab dengan hati.

Jika seandainya aku menjadi siswa sekolahan sekarang, mungkin aku pun akan seterusnya memakai jilbab. Apakah ini keberutungan atau karma tapi sampai sekarang au belum ada niat memakai jilbab. Hehehehe. Aku mungkin orang yang aneh.

Comments

Popular posts from this blog

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Ara Belajar Ngomong

Serius Nulis Ara mulai suka ngoceh. Ada saja suara keluar dari mulutnya. Kadang jelas kadang juga tidak. Beberapa berhasil saya terjemahkan maksudnya. Beberapa mengalami missunderstand berujung pada rengekan atau aksi menarik tangan. Selain nonton lagu anak-anak, beberapa film anak-anak yang menurut saya cukup edukatif menjadi pilihan tontonannya. Saya memutarkan film Blue's Clues, Super Why, hingga Pocoyo. Serial Blue's Clues sudah kami tonton semua. Mulai dari sang pemilik Blue bernama Steve hingga beralih ke Joe adiknya di serial itu. Yang paling nyantol di kepalanya Ara adalah kata "think" sambil telunjuk memegang dahi. Itulah kata pertama yang ia ucapkan secara jelas setelah kata Mama dan Ayah. Entah kenapa kata ini yang melekat di kepalanya. Mungkin karena si Steve sangat aktraktif menyanyikan lagu jingle Blue's Clues terlebih dibagian "Sit down in thinking chair. Think, think, think". Ara juga suka bagian ketika surat datang. Dia akan i...