Skip to main content

Janji Yang Teringkari

Pagi pertama di bulan November. Udara masih saja terasa dingin di kampungku. Bau oksigen pagi terasa dingin dalam hidungku. Meski matahari telah bersiap dengan sinarnya penanda musim masih belum berganti.

November. Dua bulan terakhir sebelum penghujung tahun. Apakah ini begitu penting?tampaknya semua sama saja. Waktu berputar 24 jam sehari. 60 menit dalam sejam dan tak berubah dalam 60 detik dalam semenit. Bumi hanyalah menuntaskan tugasnya mengelilingi matahari bertawah dan tertasbih sesuai hukum Pencipta di semesta. Tak cuma bumi, tapi juga seantero galaksi dan seluruh benda langit.

Apa yang penting dari itu. Bukankah itu telah terjadi jutaan tahun lalu. Bahkan sebelum manusia belajar menerka tentang hukum dan aturan benda semesta. Apa yang penting dari itu?

Dalam mikro semesta hatiku, November tahun ini adalah penanda bahwa sebuah janji yang harusnya ditepati oleh hati kembali terlanggar. Kembali teringkari oleh kompromi yang bodoh. Tak ada jejaknya sedikit pun dalam file-file komputerku. Hanya sebuah jejak yang tak berbekas diruang mimpi disudut kanan otakku.

Padahal di awal tahun aku telah berjanji dalam semesta hatiku untuk menyelesaikannya. Tapi bahkan ketika di akhir waktu aku bahkan belum mengawalinya sama sekali. Realitas selalu menjadi selubung atas ketakberdayaanku. Rutinitas menjadi alasan dibalik kepecundanganku.

Bumi, matahari, dan benda angkasa terus menepati janjinya pada hukum semesta yang telah dituliskan. Dan aku disini dengan semesta hatiku hanya terus bermimpi. Mengandai disuatu kala, di suatu tempat dimana aku mulai menepati janjiku pada hati.

Mungkin janji itu tak perlulah diucapkan meski pun secara lirih dalam hati. Tak perlu ada resolusi tiap tahun yang tak teringkari. Perlu memaksa hati untuk memulainya. Agar jejaknya bias membekas.

Mungkinkah aku harus menunggu hatiku kembali menemukan rumah yang nyaman agar ia bisa memulai menepati janjinya???

Aku tak tahu…..

Comments

  1. tulisannya bagus dwi. membuat saya kembali merasakan keriunduan pada november. janji apa pun itu, semoga segera tertepati.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Solo dan Cerita Tentangnya

               Saya membayangkan Solo sebagai kota kabupaten yang sederhana. Kental unsur Jawa dan batik menjadi sumber penghidupan bagi para warganya. Ketika berkunjung ke kota ini pekan lalu saya menemukan cerita yang lain.  Solo menjadi kota yang sangat ingin saya kunjungi setelah beberapa tahun lalu mengunjungi Yogyakarta. Yogyakarta yang sangat Jawa, warung di sepanjang jalan, padat, dan penuh bule. Saya membayangkan Solo adalah kebalikan dari segala hingar bingar Yogyakarta.  Saya, suami, dan anak merencanakan berangkat hari jumat sore.  Sayangnya, kami kehabisan tiket kereta di stasuin gambir. Catatan penting, jangan merencanakan melakukan perjalanan dengan membeli tiket kereta perjalanan jauh di stasiun di menit terakhir akan berangkat. Tiket habis. Bahkan untuk tiket kereta eksekutif yang harga sekitar 450ribu perorang. Kami lantas memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang harganya relatif sama dengan...

Chinese New Year's Story (Just For Fun)

Amani : Si Ne Er Kuai Le Ara : Gong xi Gong Xi  Ara : Let's ask for angpao Amani : That's a great idea                                 After a while....... Ara  : i got cellphone Amani  :  i just got rundown program of chinese new year Ara : maybe there's money inside the paper Amani : I hope so Amani : What are you doing? Ara : I'm Checking my facebook Amani : Do you have facebook? Ara : Absolutely  Amani : let me see Ara : Wait, i wanna twit our picture   Amani : Do u also have a twitter? Ara : Sure. Do you have?  I will follow u Amani : i should ask for cellphone instead of  piece of paper Ara : Yes, you should...hahaha Ara : Anyway, let's play around. I don't know how to use cellphone Amani : oke...

Stoples Bekas Selai Untuk Jar of Heart

Jar of heart :D Sebuah ide tiba-tiba muncul ketika membaca postingan mbak Winda Krisnadefa tentang toples bekas (baca disini ). Idenya sederhana, yaitu menuliskan best moment yang kamu alami sepanjang tahun 2013. Tulis singkat-singkat di kertas kecil kemudian masukkan dalam toples atau wadah apa saja yang kamu mau. Maksud dan tujuannya adalah biar selalu mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Nah, mumpung Januari belum berlalu maka tidak ada salahnya untuk memulai kegiatan ini. Menuliskan setiap best moment yang kita alami. Saya pribadi mendefinisikan best moment bukanlah hal-hal glamor yang terjadi sekali seumur hidup. Bagi saya best moment adalah moment-moment sederhana yang membuat kita bersyukur akan hidup. Misalnya menyelesaikan satu tulisan yang telah lama tidak selesai. Menemani anak bermain-main. Hal-hal sederhana yang membuat saya selalu bersyukur. Saya menyimpan toples bekas selai beberapa waktu lalu. Awalnya saya tidak tahu hendak menggunakannya ...